Friday, November 20, 2009

Lelah

Energi terkuras
Menghadapi 1 orang jauh lebih sulit dibanding setumpuk file-file mati tak bernyawa.
Dan hari-hariku berhadapan dengan banyak orang.

Aku ingin tidur dan bangun disiang hari.
Ingin berguling dalam hangatnya selimut dalam ruangan bertemperatur dingin.
Ingin santai dan memperlambat langkah.
Tapi cuma sebatas ingin.
Jika mampu pun, tak kutempuh pilihan itu.

Karna mimpi ini jauh lebih indah, jika bisa kuwujudkan dikemudian hari,
dengan bayaran saat ini.

Wednesday, November 18, 2009

apresiasi

rasanya lebih sedih melihat orang2 terdekat kita tidak mengapresiasi pencapaian kita, dibanding jika ketidakpedulian itu dilakukan oleh orang yang tidak kita kenal.

itu sedang gue alami

Friday, November 13, 2009

Sedih

Gue sedih, melihat Misyel lebih dekat dengan susternya dibanding dengan gue. Meski sehari2 gue bawa ke kantor, tapi kan ga mungkin gue melalaikan kewajiban gue dikantor. Sudah sukur bisa bawa Misyel. Bisa memantau perkembangan dia dari jauh.

Sedih, tapi gue punya pilihan apa?
Misyel hanya dekat dengan gue, tapi gue tidak bisa menyediakan asuransi pendidikan buat dia? Tidak bisa beli susu dan pampers yang bagus? Tidak bisa beli baju2 bagus supaya dia keliatan tambah cantik?

Mama sedih, Misyel. Sabar yah, bukan berarti mama ga sayang kamu. Semuanya buat Misyel kok... Suatu saat semua waktu mama pasti buat Misyel...

Thursday, October 29, 2009

Helm & Motor

Gue udah mulai naik motor ke sekolah sejak SMP.
Berhubung di kota kecil, ga terlalu masalah buat anak2 smp naik motor ke sekolah. Gue bahkan udah punya SIM C sewaktu kelas 3. Don't ask me how. Urusan bokap gue waktu itu memperolehnya sebagai hadiah masuk 3 besar dikelas.

Dulu, gue ga suka banget pake helm. Sebisa mungkin gue menghindari helm. Kecuali ada razia, maka biasanya helm selalu gue taro di gantungannya di motor, segera sesudah motor gue melesat dan tidak terjangkau pandangan mata bokap gue.

Saat kuliah, gue ga naik motor. Blum punya. Blum sanggup beli. Minta ke bokap? Oh no, dia akan seret gue pulang ke Nias kalo gue berani2nya minta motor di kota Jakarta ini.
Jadi, gue baru naik motor setelah gue kerja, setelah uang kocek sendiri cukup untuk beli motor Supra X.
Itu kira2 3 tahun lalu.
Sekarang sih tuh motor sudah berpindah majikan. Sudah punya Michelle, mesti naik mobil kemana2.

Back to helm, sejak pindah ke tangerang dan menempuh jarak jauh ke kantor, gue ngeri melihat motor2 yang ganas dan ga tau aturan. Blum lagi pengendara mobil yang ngerasa bahwa dia adalah motor, jadi maunya nyelip2 aja kayak motor. Ga sadar bodi. Karna itu, gue merasa bersyukur punya helm yang besar dan memadai untuk melindungi kepala gue. Bukan helm ala tukang ojek atawa kuli bangunan.

Gue dengan sadar memakai helm itu, meski memang rasanya lebih panas dibanding helm tukang ojek. Tapi heiii... ini demi keselamatan gue juga kan?
Gue sedih melihat banyak abg yang merasa bahwa peraturan memakai helm itu cuma sebuah aturan saja. Padahal ini demi nyawa mereka.
Adek gue salah satunya. Ampe capek ni mulut ngingetin dia. Mo dibiarin, kok ya nggak tega. Kan adek gue juga.

Gue sangat ngerti umur itu ada ditangan Tuhan. Tapi apa lantas kita ga menghargai dan ga berusaha menjaganya sebaik2 nya?


Apalagi melihat abg2 itu balapan dijalan tanpa helm. Mau cari apa sih dek? Kalo kakinya putus atau kepalanya pecah gimana?
Ga sayang nyawa? Kenapa sih mo nunjukin eksistensi diri aja segitu ekstrim? Mbok yah berkarya yang bagus2 aja, ngarang lagu kek, bikin puisi kek, balapan di sirkuit kek.
Ga keren kok kalo balapan dijalan. Ga cool. Ga jago. 

Wednesday, October 21, 2009

Bosan

Dengan semuanya.
Tapi ga tau mo curhat ke siapa.
Fesbuk terlalu terbuka.
Untung masih ada blogspot. jadi masih bisa curhat disini.

Welcome my darkness....

Sunday, October 18, 2009

I'm back

Just wait and see...

Monday, February 09, 2009

Donut week NCC

Akhirnya bisa majangin logo ini di blog gue, hehehee. Di milis NCC (Natural Cooking Club) diadain Donut week. Siapa aja boleh ikutan dan posting foto donat hasil buatannya. Pada banyak yang bikin donat kentang sih. Secara dulu pernah buat donat kentang yang kata camer (masih camer waktu itu ) enak dan empuuukk banget, hihihi... jadi ge er deh. Jadinya pengen bikin donat biasa tanpa kentang.
Ini dia penampakannya......



Bikin setengah resep doang, tapi jadinya banyak juga. Jadiiii siapa lagi lah yang kebagian ngabisin? Ivan dan sodara yang kebetulan rumahnya ga jauh dari rumah kitalah, hihihi...

Next time mo bikin donat ala j-co
Resep donat udah ditangan, resep berbagai topping juga udah ditangan. Yang blum ditangan itu adalah mood buat bikinnya, hehehe...



Monday, January 05, 2009

Catatan pertama di tahun 2009

Entah Cuma perasaan saja, atau memang bener. Saat ini kok kayaknya sejak hamil gue melihat banyak banget orang2 disekitar gue hamil. Entah lagi jalan di mall, lagi nonton bioskop, lagi makan di restoran, banyak banget ibu2 bawa drumband kayak gue.

Ivan bilang sekarang lagi musim hamil (a few months a go he said to me like this, “sekarang lagi musimnya orang meninggal,”). Dureeennn kali ada musim2nya. Musim kawin sih gue percaya. Di beberapa kalangan tertentu (terutama tionghoa), percaya kalo bulan2 yang bagus untuk menikah itu sekitar akhir September sampai Desember. I don’t know why. Itu menurut orang pinter katanyaaaa.

Well, both of us merasa pinter sendiri kali yah, makanya memilih menikah dibulan Juli. Bulan yang biasa2 aja. Yang penting ga terlalu ekstrem lah such as di bulan 4 (4 = si yang artinya mati dalam bahasa tionghoa), bulan April bertepatan sama Paskah juga, jadi April is a big no no. Or di bulan 8 (bulan dimana banyak setan berkeliaran, hiiiiiiii). Yang pasti, kami tidak mengejar bulan2 bagus tersebut diatas karena sudah pasti, biaya menikahnya lebih mahal. Percaya atau tidak, ada beberapa vendor yang masang tariff lebih mahal untuk bulan2 sept-des. Padahal, itu waktunya musim hujan. Waktu yang menurut gue ga pas deh buat ngadain hajatan. Awal tahun juga musim banjir, jadi hindarilah. Hahaha. Kok gue kayak konsultan pernikahan aja neh. Dan kenapa juga obrolan melantur sampe sini ya?

Balik lagi ke masalah kehamilan yang semakin lama semakin besar. Setiap ke dokter juga selalu merasa lega karena kondisi bayinya selama ini baik dari waktuke waktu. Semoga sampai nanti tiba waktunya keluar dari perut mama kamu baik2 aja ya dek ^

Beberapa waktu lalu sempat di usg 4 d. Dengan susah payah pak dokter berusaha menembus perut mama dengan alatnya, hehehe. Akhirnya keliatanlah wajah si adek bayi. Hiks, saat itu pengen menangis terharu. Liat Ivan senyum2 sendiri liat wajah anaknya yang nguap2 mulu di monitor. Hehehe, sungguh senang rasanya. Keliatan juga kalo pipinya tembem (OMG, jangan2 nurun dari mamanya?), tapi lega juga pas liat idungnya mancung dikit, at least ga tenggelam ketiban pipi kayak si mama yah dek, hihihi. Ikutin idung papa aja yang mancung, apalagi kalo lagi boong (pinokio kaleee…). Kata pak dokter, dedek punya bakat tinggi, tulang pahanya panjang. Bagus deh... nanti tak lesin renang aja biar makin tinggi. Dan setelah cek ini itu (such as cairan otaknya, langit2 mulut, detak jantung, tekanan darahnya), akhirnya si pak dokter sampai ke bagian terpenting. Dan tadaaaaaaaaaa… keluarlah statement itu. Adeknya cewekkkk… Hehehe. Syukurlah. Apa aja oke kok. Kan anak pertama. Tapi ga berarti jika nanti anak kedua, ketiga, ke empat dan seterusnya cewek lantas kita ga bersyukur lhoo. Hihihi, ga dengg… planning sementara 2 anak cukup. Biar gizinya cukup, hehehe…

Yang terbayang dikepala langsung adalah kalo mau beliin baju ini itu, boneka ini itu, sepatu ini itu, jepitan rambut ini itu. Hahaha. Ini punya anak apa punya boneka sih. :p

Yang pasti, setelah melalui perdebatan panjang. Akhirnya ketemulah nama yang pas buat si adek. Namanya masih rahasia. Tapi sungguh susah menyatukan dua selera manusia yang berbeda. Selera si papa yang unik dan nyeleneh dengan selera si mama yang kebarat2an, hehehe. Dulu waktu jenis kelamin masih belum ketauan dan kita masih ngebahas2 nama2 umum untuk cowok dan cewek, malah akhirnya sering berdebat. Nama cowok lebih susah ketemu jalan tengahnya. Si papa ga mau ngalah mulu. Hehehe. Untunglah untuk si dedek yang cewek akhirnya ketemu jalan tengahnya. Pilihan nama2 bayi cewek lebih banyak, karena ternyata oh ternyata, si papa berpatokan sama judul lagu band2 dunia yang memakai nama cewek. Dan ternyata diantara list nama yang mama ajukan, ada lagunya. Fiuhhhh, akhirnya. Tapi tenang saja, bukan judul Yolanda nya kangen band or Camelia nya Irwansyah kok. Hihihi. No offense ya, Oom oom sekalian :D

Sekarang si adek bayi juga lebih sering nendang2 dan nonjok2 yah.. Baguslah, artinya dia sehat dan kuat. Nanti tak lesin karate yah. Biar bisa ciattt-ciaattt… Hehehe.

Ya udah, segitu aja curhat dari si calon mama di awal tahun ini.

Semoga sukses semuanya.

Tuesday, December 30, 2008

Kaladeiskop 2008

30 Desember 2008.
2 hari lagi tahun 2008 berakhir. Saatnya untuk melirik sebentar ke belakang, apa saja yang sudah terjadi dalam hidup seorang Ester di tahun ini.

Yang pasti tidak seheboh dewi persik atau marcela zalianty lah :p. Tapi tetap saja berharga untuk dikenang diri sendiri, dan siapa tahu, anak cucu kelak bisa mengakses mp ini

Here we go...

Januari 2008 persiapan pernikahan mulai berasa gelombangnya. Jika ditahun 2007 masih berupa rencana2 doang, lirik2 toko perhiasan tiap ngelewatin, ngumpul2in brosur pameran pernikahan, maka di januari 2008 mulai take action. Dimulai dengan ikut Kursus Persiapan Perkawinan.

Februari - Maret 2008, mulai bayar hasil bookingan untuk pernikahan. Bahu membahu sama calon suami (secara bener2 idealis ingin mewujudkan pernikahan atas biaya sendiri), sehingga uang jajan pun agak direm, supaya terwujud pernikahan seperti yang direncanakan

April 2008, Acara lamaran. Serasa melayang saat sadar bahwa semua persiapan ini tinggal selangkah lagi menuju pelaminan.

19 Juli 2008, akhirnya hari yang ditunggu2 tiba juga. Senangnya karena semua berjalan dengan lancar dan menjadi kenangan indah seumur hidup. Tapi jauh lebih senang lagi karena sadar sejak hari itu selalu sama2 dengan Ivan pagi siang malam (hahaha, pengennya ke kantor juga bareng2). Ga perlu nunggu akhir minggu biar bisa jalan bareng (abis rumahnya saling jauh2an sih). Dan ga sabar ingin membuktikan diri bisa jadi istri yang baik (ngarep ), ngurusin suami (merasa keurus ga sih, van?), praktekin resep2 masakan yang udah dikumpul selama ini (kok perasaan sampe sekarang cuma goreng ama tumis doang yah bisanya ), pokoknya segala angan2 udah terbentang di depan mata deh.

Agustus 2008, tau kalo sedang hamil. Rasanya komplit sudah kebahagiaan sebagai wanita (taelah, bahasanya). Bahagia, kuatir, excited, cemas apakah bisa jadi ibu yang baik bagi si jabang bayi, secara tingkah sendiri masih slebor dan jauh dari kelayakan menjadi seorang ibu. Tapi sampe sekarang ga akan berhenti berusaha memberikan yang terbaik buat si adek bayi.

November 2008, resmi mengundurkan diri dari jabatan di kantor dan memutuskan untuk ngurus bisnis sendiri yang sudah dirintis dari 2 tahun lalu. Dengan dukungan penuh dari suami, bertekad menjadi ibu yang bekerja dari rumah, sehingga kelak perhatian dan kasih sayang untuk si baby jadi maksimal tanpa terinterupsi oleh si baby sitter.

Desember 2008, here i am. A trully happy mother wanna be. Working from home. Have enough time to run my business from home, to prepare anything to welcoming the baby, and of course to taking care of my beloved husband.

Begitulah sekilas hidup di tahun 2008.
Resolusi tahun 2009? Cuma 1, menjadi istri dan ibu yang baik bagi keluarga. Doakan yaa...

Happy New Year, everyone. Be blessed...!!!

Saturday, December 27, 2008

Ini postingan mengandung sara

Gue benci banget sama orang2 yang mendiskreditkan agama lain.
Lagi kesel2 karena satu hal lain, tiba2 ditivi ngeliat satu tayangan religius, kesal gua makin menjadi2.

Menayangkan tayangan itu sah2 saja, meyakinkan pemeluk yang seagama dengan lu agar makin religius juga sah2 saja, tapi tidak dengan menayangkan simbol, agama, kitab suci agama lain dengan narasi yang sungguh mendiskreditkan.
Seolah2 kami akan masuk neraka karena tidak seagama dengan lu. Yeah rite... Masih hidup dijaman apa pak? Ga kenal ama yang namanya toleransi beragama, saling menghargai, saling menghormati?

Postingan ini mungkin terkesan sangat emosional ( ya iya, emang sedang kesal banget ditambah2 dengan tayangan itu). Jadi terbayang deh beberapa kejadian dalam hidup yang kalo diingat ingat suka bikin kesal.

Sebagai seorang Buddhis, keyakinan yang sangat melekat dengan kultur tertentu, gue sudah sangat biasa sedari kecil dikelilingi oleh orang2 yang salah persepsi tentang agama gua. Mereka kebanyakan adalah orang2 deket. Om, tante, tetangga, temen, dan lain2. Pengetahuan mereka tercampur aduk dengan ritual2 yang dilakukan oleh budaya tertentu. Okelah kalo soal itu. Tapi kalo sampe mereka mulai ngerecoki gua dan keyakinan gua, well.. ayo sini kalo berani. Resiko tanggung sendiri kalo sampe malu.

Lha mereka ga tau apa2 tentang keyakinan gue, berani2nya menilai ini itu. Kenapa sih kita ga bisa hidup diam2 saja. Jangan ngerecokin keyakinan orang lain. Yang penting kan dia ga ganggu,ga merusak, ga ngajak2in orang masuk keyakinannya (ini gue merasa aneh banget, agama kok kayak multilevel, emang kalo berhasil ngajak orang, loe dapat bonus?) ck..ckk...ckk....
Proses menumbuhkan keyakinan seseorang itu apalagi berhubungan dengan Tuhan, ga segampang yang kita duga. Jika hati tidak tergerak ya percuma saja.

Jadi, jika lo adalah orang2 yang gue kenal, temen2, sodara2, jika tidak mau dipandang rendah oleh gue, cukup tunjukkan saja lu beriman dan taat sama Tuhan. Jangan coba2 mendiskreditkan agama lain seolah2 agama lu yang paling bener, karena semua orang di dunia juga begitu (yaiyalah, kalo bukan yang paling bener menurut dia, ngapain dia percaya?). Jadi apa dunia ini kalo pertumpahan darah semua dipicu masalah agama? Kasian...

Karena itu, tolong deh... belajar lagi yang namanya toleransi beragama.