Wednesday, February 28, 2007

ARRRRGGGGGGHHHHH....

Again, work zone yang bikin pala mumet.
Ga terasa ini akhir bulan lagi. Saat2 yang menjengkelkan sebagai seorang Finance.
Yupppp... apalagi kalo bukan soal gajian. Padahal buat orang lain saat2 sekarang pasti menyenangkan, hiksss....

Februari berakhir di tanggal 28, ini jelas2 bikin gue kalang kabut.
Dikantor gue, absen bulanan ditutup setiap tanggal 27. Jadi staff finance ada waktu untuk ngumpulin semua absen dari kantor, lapangan, dan kantor cabang dan kemudian dimasukkan ke program gajian. Kurang lebih makan waktu 2 hari dari tanggal 28 ke 29. Sisanya tanggal 30 dan 31 adalah waktu buat gue untuk mengolah data absensi sehingga keluarlah angka yang akan dimasukkan ke rekening masing2 karyawan atau dibayar tunai bagi mereka yang tidak memiliki rekening bank (catettttt: perusahaan kontraktor punya buanyaaaaaaakkkk buruh yang nggak punya rekening bank dan salarynya harus diamplopin satu2, *sigh*....). Singkatnya, tanggal 31 adalah bonus buat gue untuk sedikit nyantai dalam ngerjain gajian disamping kerjaan harian yang nggak pernah mau kompromi akhir bulan apa nggak.

So, gimana dengan akhir Februari. Ya jelaslah kalang kabut. Semua mesti dikelarin dalam 1 hari. Mulai dari pengumpulan absen, hingga pembayaran. Semua harus selesai paling lambat tanggal 1 besok. Kalo telat? Pasti pada sibuk nelpon buat nanyain kapan gajian? Huduhhhh, padahal kalo kerjaannya telat ngasih laporan aja, atasan nggak segitunya deh nagihnya.

28 Februari tahun ini komplit ditambah dengan jatuhnya pada hari rabu. Hari pembayaran tagihan supplier. So, kebayang ga ribetnya jadi double?

Tapi semua itu masih okelah, kalo semua berjalan sesuai dengan sistem. Tapi hari ini ada satu lagi kejadian yang bikin gue mo meledak.

Salah satu staff yang sudah kerja hampir setahun, bikin laporan yang salah. Akibatnya kalo gue ga sempat merhatiin kali ini, perusahaan kelebihan bayar. Padahal bukannya itu kegunaan elo, STAFF KEUANGAN, means mengerjakan laporan dengan benar sehingga kerjaan gue kebantu, paling nggak urusan remeh temeh seperti pengetikan dan pengakumulasian ga harus gue yang kerjain secara kerjaan lain yang lebih membutuhkan pengambilan keputusan sudah memenuhi kepala dan tangan gue.

Secara dia sudah mengerjakan laporan ini selama 5 bulan, dan gue pikir sudah saatnya dilepas sendiri, laporan ini langsung masuk meja Direksi. Di ACC (ya iyalah... emangnya mereka bisa tau laporan itu salah apa nggak? itu tanggung jawab gue kaliiii...). Sekarang giliran gue mau bayarin, baru keliatan salahnya. Huaaaaahhhhhhhh..... mati gue.

Mungkin pada mikir; ya sutralah... bilang aja ke bos yang salah siapa. Huduhhh... kalo saja segampang itu...
Bos gue adalah tipe orang yang memaklumi kesalahan pertama. Dan meyakini banget setiap orang yang mau maju adalah dengan belajar dari kesalahannya. Emang enak dikatain nggak mau maju karena salah mulu? catet: kesalahan pertama untuk laporan keuangan ini sudah diborong diawal2 ketika laporan ini baru dibuat sejak tender diperoleh. Oleh gue dan oleh staff gue juga (kesalahannya maksudnya, hehehehe...)

Akhirnya staff ini gue panggil ke ruangan gue. Sebut saja namanya JW.

Gue: Laporan ini angkanya kok salah? Biaya .... nya kok blom dikeluarin? Jadinya lebih gede nih.

JW : *ekspresi kaget* hah? salah ya ci? dimananya? (plis dehhh, tadi kan udah gue bilang?)

Gue: Angka ini (sambil nunjukin) harusnya ambil angka yang ada dilembaran ketiga, bukan yang kedua. Ini salah nih...

JW :Ohhh, lembaran yang ketiga yah, ci? (sambil bolak balik lembaran laporannya). Pake angka ini yah? trus ntar dikurangi sama apa, ci? Lalu cara ngitungnya ntar gmn? *cengengesan*

Gue: *grrrhhhhhhmmm....* yaaaa caranya sama kayak laporan bulan pertama, kedua, ketiga dan keempat. Kamu tinggal contoh aja. Kalo salah kayak gini kan Pak X bisa ngomel. Mana udah di ACC kedua belah pihak lagi.
Kamu kan udah ngerjain selama 4 bulan, saya percaya kamu bisa. Tapi kalo kayak gini, masa semua kerjaan kamu saya periksain satu2? Tangan cuma dua, JWWWWW......
Ini tuh bukan kejadian baru, di bulan yang kedua dan ketiga persis seperti ini. Yang pertama dan yang keempat mungkin agak beda.

JW : Ohhh, gitu yah, ci? Punya copyan bayaran yang lalu2 ga, ci? Mau liat lagi contohnya. *ekspresi tak berdosa*

Gue: *ARRRRRRRRRGGGGGGGGGGGGGHHHHHHHHHHHHHH..............* LIAT SANA DIRUANG ARSIP. APA PERLU SAYA YANG BONGKARINNNN....????!!!!!

Hosshhh...hosshhhh....hossshhhh..... cape dueeeehhhhhhh.....!!!

Lama2 gue bisa strooke nih....

Sekarang tinggal nunggu telpon dari bos aja yang ngomel karena mesti revisi laporan. Sigh....



Monday, February 26, 2007

Finished Project

Finally, ngambil hasil kruistik yang udah dibingkai dari tempat framing. Puas banget ama hasilnya....



Yang ini hadiah ultah untuk Ai Je, kelar tanggal 3 Februari lalu. Gara2 banjir, kerjanya cepet, soalnya bengong sih, hahahaa.
Gue suka warna vespanya, birunya keren. Kata Ai Je, mau pajang di gudang. Huaaaaa, sedih deh. Katanya, kalo dipajang dikamar, udah biasa. Hasil kruistiknya bagus banget, jadi bisa mencerahkan gudang yang sumpek, jadi berguna banget. Grrrhhhhhhhhh.... ga tau deh becanda apa ga? Awas loe, kapan2 gue sidak yah?


Ini Judulnya Lucky Baby, lucu yaaa? Sebenarnya dari awal Januari lalu udah kelar, cuma baru ngebingkai sekarang.


Yang ini judulnya Always by My Side, tapi gue lebih suka nyebutnya Okasaan, huahahaaa...
Ngerjainnya bareng Tika, karyawan toko. Sekarang dia lagi jahit Yu Yi yang gedeeeee banget, sementara gue masih ngerjain Chang erl yang sering di poligamy dan ditelantarkan, huhuhu....


Wednesday, February 14, 2007

Love to celebrate

Pasca banjir, Jakarta paw! (minjam istilah Ai Je untuk semua hal yang payaahhh…)

Sampah dimana-mana, laler dan nyamuk dimana2.

Tapi sutralah, salah kita sendiri kok. Nggak mungkin ada asap kalo ga ada api kan?

To day is Valentine Day.

Dulu setahun yang lalu, pernah ngeposting juga di hari V Day. Waktu itu suasana hati lagi dipenuhi bunga2 cinta (hueksss…)

Lalu seperti apa suasana hati Belle saat ini?

Auk ah, gelap.

Susah deh ngomongin masalah cinta. Nggak bakal ada habisnya. Nggak bakal ketemu ujung pangkalnya.

Tapi gapapalah, bukan ester geto lhoo kalo ga ngebahas beginian.

Sedari pagi, ada banyak ucapan Met Valentine Days yang gue terima dari temen. Ada beberapa yang gue balas, ada yang gue cuekin.

Okey, call me meany. But gue ngerasa ga perlu berbasa-basi dengan orang yang gue rasa nggak pantas mendapatkannya.

Umur segini masih pantes berbicara soal V day kah? Dunnow lah. Tergantung cara pandangnya sih. Kalo memandang V day sebagai hal2 yang berhubungan dengan bunga dan coklat, or party rame2 bareng pasangan2 lain, jauuuhhhh banget sudah ditinggalkan bareng seragam putih abu2 gue dulu.

Kalo terpaksa milih mungkin romantic dinner boleh juga (terpaksa..??? :D)
But since no one beside me rite now (or mungkin ini penyebab postingan bernada sinisme ini tercipta???), maka plan for tonite is nonton dvd plus segabrekan snack and juice (I don’t like soda).

Dennnnnggggg, lagi asyik nulis2 blog ini, eh, datang sms dari seorang temen ngajakin karaokean malam ini. Dilema, antara merasa kalo gue keluar malam ini akan mengkhianati seseorang dengan have fun go mad dengan temen2.

Gue berhak untuk senang2 kan? Berhak untuk berbahagia disela-sela kesibukan dan semua perasaan campur aduk lainnya?

Tapi ngerasa juga, kalo saat ini dimana2 lagi sibuk merayakan satu benda yang namanya cinta.

Benarkah layak untuk dirayakan?

Gue disini nggak berbicara soal universal love, soal cinta kepada orangtua, kepada sesama, kepada Tuhan, kepada makhluk yang lebih menderita.
Oh, Dear... liat aja dimana2, Valentine = couple. Ini masalah cinta kepada lawan jenis.

Apanya yang perlu dirayakan? Kalo hari ini bahagia pun, dalam perjalanan cinta seberapa % kebahagiaan yang bisa kita miliki?

Cemburu, sakit hati, marah, dikecewakan, dan berbagai perasaan yang ga enak yang kalo mau jujur lebih sering dirasakan daripada bahagianya.

-Orang yang kita cintai berada dalam posisi yang amat tepat untuk menyakiti kita- quote at somewhere, someplace, sometimes.

Gue nonton di salah satu film, ada scene dimana ada seorang cewek mau bunuh diri setelah ditinggal oleh pacarnya. Kepada cowok yang mau menolongnya dia curhat bahwa dia begitu kecewa. Setelah apa yang semua dia berikan ke mantannya, semua pengorbanannya, berubah seperti apa yang dia minta, tapi tetap saja nggak cukup dimata mantannya.

Out of the line, kita mungkin berpikir betapa bodohnya cewek itu. Worth it geto, mengorbankan segalanya buat si dia? Bahkan akhirnya loe sampe ga punya semangat hidup ketika dia pergi? Tapi, apakah kita mampu berpikir jernih ketika kita mengenakan sepatunya?

Ada banyak contoh lain tentang tragedi cinta. Bukan cuma di film, sering juga kita liat di kehidupan nyata. Ada temen yang rela kabur dari rumah karena nggak disetujui menikah dengan cowok pilihannya, ada yang rela menikah siri karena saking cinta padahal si cowok sudah menikah, ada yang rela dimanfaatkan, ada yang mau dijadikan ttm karena si cowok ga mau jadian.

Ada banyaaaaaakkkk banget yang dekat dengan kehidupan sehari2.

Ternyata lebih banyak dukanya daripada sukanya yah.

Apa ini jadinya kalo kita tidak bisa membedakan antara cinta, nafsu dan kebodohan?
Entahlah, gue mungkin masih blom cukup makan asam garam dunia untuk memahaminya...

Tapi gue merindukan cinta yang bahagia dan indah. Tanpa ada embel2 lain.
Mustahilkah...???

Oke, back to the film, masih ada kelanjutannya nih... si cowok penolong bilang gini
"sewaktu gue kecil, adik perempuan gue yang paliiiingggg gue sayang merengek2 minta gue untuk ambil bayi burung pipit yang ada di pohon deket rumah.
tanpa pikir panjang gue manjat ke atas pohon dan mendekati sarang burung itu. ketika hampir sampai, tiba2 datanglah emak burung yang mematuki tangan gue terus2an sampai akhirnya gue terjatuh dan kaki gue patah.

ketika sudah diobati, oma gue bertanya kenapa gue melakukan hal itu?
lalu gue menjawab karena gue mencintai adik gue dan nggak tega melihat dia menangis menginginkan anak burung itu.
oma gue dengan serius berkata, "Adikmu nggak ada anak burung itu nggak akan apa2, sebentar lagi dia akan lupa. Si ibu burung itu, bila anaknya kamu rebut, nggak akan lupa dan dia bisa saja mati saking menderitanya. Disamping itu, lihatlah kakimu, sekarang kamu terpaksa menderita menggunakan tongkat selama beberapa waktu."
Hal ini menyadarkan gue, gue telah melakukan hal yang salah. Elo mengerti makna cerita gue ini?" si cowok penolong menutup ceritanya dengan pertanyaan.

Bagaimana dengan kita? Mengertikah kita akan maknanya? Saat nonton adegan itu gue bener2 merasa tertohok. Sadar ga sadar, gue sering bertingkah mengambil anak burung untuk orang lain.

Mencintai seseorang itu bukan berarti melakukan semua kehendaknya tanpa menghiraukan apa yang benar dan salah. Mencintai seseorang itu nggak berarti kita boleh menyakiti pihak lain apalagi menyakiti diri sendiri.

Plan for tonight decided: i'll stay at home, bukan karena merasa guilty jika have fun malam ini, but just because i need rest after 9 hours spend at office plus 8 hours at home to do my other work. Let's have a beautifull V day to day with my dvd player and a full bag of chips ^_^

HAPPY VALENTINE'S DAY EVERYONE...!!!