Again, work zone yang bikin pala mumet.
Ga terasa ini akhir bulan lagi. Saat2 yang menjengkelkan sebagai seorang Finance.
Yupppp... apalagi kalo bukan soal gajian. Padahal buat orang lain saat2 sekarang pasti menyenangkan, hiksss....
Februari berakhir di tanggal 28, ini jelas2 bikin gue kalang kabut.
Dikantor gue, absen bulanan ditutup setiap tanggal 27. Jadi staff finance ada waktu untuk ngumpulin semua absen dari kantor, lapangan, dan kantor cabang dan kemudian dimasukkan ke program gajian. Kurang lebih makan waktu 2 hari dari tanggal 28 ke 29. Sisanya tanggal 30 dan 31 adalah waktu buat gue untuk mengolah data absensi sehingga keluarlah angka yang akan dimasukkan ke rekening masing2 karyawan atau dibayar tunai bagi mereka yang tidak memiliki rekening bank (catettttt: perusahaan kontraktor punya buanyaaaaaaakkkk buruh yang nggak punya rekening bank dan salarynya harus diamplopin satu2, *sigh*....). Singkatnya, tanggal 31 adalah bonus buat gue untuk sedikit nyantai dalam ngerjain gajian disamping kerjaan harian yang nggak pernah mau kompromi akhir bulan apa nggak.
So, gimana dengan akhir Februari. Ya jelaslah kalang kabut. Semua mesti dikelarin dalam 1 hari. Mulai dari pengumpulan absen, hingga pembayaran. Semua harus selesai paling lambat tanggal 1 besok. Kalo telat? Pasti pada sibuk nelpon buat nanyain kapan gajian? Huduhhhh, padahal kalo kerjaannya telat ngasih laporan aja, atasan nggak segitunya deh nagihnya.
28 Februari tahun ini komplit ditambah dengan jatuhnya pada hari rabu. Hari pembayaran tagihan supplier. So, kebayang ga ribetnya jadi double?
Tapi semua itu masih okelah, kalo semua berjalan sesuai dengan sistem. Tapi hari ini ada satu lagi kejadian yang bikin gue mo meledak.
Salah satu staff yang sudah kerja hampir setahun, bikin laporan yang salah. Akibatnya kalo gue ga sempat merhatiin kali ini, perusahaan kelebihan bayar. Padahal bukannya itu kegunaan elo, STAFF KEUANGAN, means mengerjakan laporan dengan benar sehingga kerjaan gue kebantu, paling nggak urusan remeh temeh seperti pengetikan dan pengakumulasian ga harus gue yang kerjain secara kerjaan lain yang lebih membutuhkan pengambilan keputusan sudah memenuhi kepala dan tangan gue.
Secara dia sudah mengerjakan laporan ini selama 5 bulan, dan gue pikir sudah saatnya dilepas sendiri, laporan ini langsung masuk meja Direksi. Di ACC (ya iyalah... emangnya mereka bisa tau laporan itu salah apa nggak? itu tanggung jawab gue kaliiii...). Sekarang giliran gue mau bayarin, baru keliatan salahnya. Huaaaaahhhhhhhh..... mati gue.
Mungkin pada mikir; ya sutralah... bilang aja ke bos yang salah siapa. Huduhhh... kalo saja segampang itu...
Bos gue adalah tipe orang yang memaklumi kesalahan pertama. Dan meyakini banget setiap orang yang mau maju adalah dengan belajar dari kesalahannya. Emang enak dikatain nggak mau maju karena salah mulu? catet: kesalahan pertama untuk laporan keuangan ini sudah diborong diawal2 ketika laporan ini baru dibuat sejak tender diperoleh. Oleh gue dan oleh staff gue juga (kesalahannya maksudnya, hehehehe...)
Akhirnya staff ini gue panggil ke ruangan gue. Sebut saja namanya JW.
Gue: Laporan ini angkanya kok salah? Biaya .... nya kok blom dikeluarin? Jadinya lebih gede nih.
JW : *ekspresi kaget* hah? salah ya ci? dimananya? (plis dehhh, tadi kan udah gue bilang?)
Gue: Angka ini (sambil nunjukin) harusnya ambil angka yang ada dilembaran ketiga, bukan yang kedua. Ini salah nih...
JW :Ohhh, lembaran yang ketiga yah, ci? (sambil bolak balik lembaran laporannya). Pake angka ini yah? trus ntar dikurangi sama apa, ci? Lalu cara ngitungnya ntar gmn? *cengengesan*
Gue: *grrrhhhhhhmmm....* yaaaa caranya sama kayak laporan bulan pertama, kedua, ketiga dan keempat. Kamu tinggal contoh aja. Kalo salah kayak gini kan Pak X bisa ngomel. Mana udah di ACC kedua belah pihak lagi.
Kamu kan udah ngerjain selama 4 bulan, saya percaya kamu bisa. Tapi kalo kayak gini, masa semua kerjaan kamu saya periksain satu2? Tangan cuma dua, JWWWWW......
Ini tuh bukan kejadian baru, di bulan yang kedua dan ketiga persis seperti ini. Yang pertama dan yang keempat mungkin agak beda.
JW : Ohhh, gitu yah, ci? Punya copyan bayaran yang lalu2 ga, ci? Mau liat lagi contohnya. *ekspresi tak berdosa*
Gue: *ARRRRRRRRRGGGGGGGGGGGGGHHHHHHHHHHHHHH..............* LIAT SANA DIRUANG ARSIP. APA PERLU SAYA YANG BONGKARINNNN....????!!!!!
Hosshhh...hosshhhh....hossshhhh..... cape dueeeehhhhhhh.....!!!
Lama2 gue bisa strooke nih....
Sekarang tinggal nunggu telpon dari bos aja yang ngomel karena mesti revisi laporan. Sigh....
Ga terasa ini akhir bulan lagi. Saat2 yang menjengkelkan sebagai seorang Finance.
Yupppp... apalagi kalo bukan soal gajian. Padahal buat orang lain saat2 sekarang pasti menyenangkan, hiksss....
Februari berakhir di tanggal 28, ini jelas2 bikin gue kalang kabut.
Dikantor gue, absen bulanan ditutup setiap tanggal 27. Jadi staff finance ada waktu untuk ngumpulin semua absen dari kantor, lapangan, dan kantor cabang dan kemudian dimasukkan ke program gajian. Kurang lebih makan waktu 2 hari dari tanggal 28 ke 29. Sisanya tanggal 30 dan 31 adalah waktu buat gue untuk mengolah data absensi sehingga keluarlah angka yang akan dimasukkan ke rekening masing2 karyawan atau dibayar tunai bagi mereka yang tidak memiliki rekening bank (catettttt: perusahaan kontraktor punya buanyaaaaaaakkkk buruh yang nggak punya rekening bank dan salarynya harus diamplopin satu2, *sigh*....). Singkatnya, tanggal 31 adalah bonus buat gue untuk sedikit nyantai dalam ngerjain gajian disamping kerjaan harian yang nggak pernah mau kompromi akhir bulan apa nggak.
So, gimana dengan akhir Februari. Ya jelaslah kalang kabut. Semua mesti dikelarin dalam 1 hari. Mulai dari pengumpulan absen, hingga pembayaran. Semua harus selesai paling lambat tanggal 1 besok. Kalo telat? Pasti pada sibuk nelpon buat nanyain kapan gajian? Huduhhhh, padahal kalo kerjaannya telat ngasih laporan aja, atasan nggak segitunya deh nagihnya.
28 Februari tahun ini komplit ditambah dengan jatuhnya pada hari rabu. Hari pembayaran tagihan supplier. So, kebayang ga ribetnya jadi double?
Tapi semua itu masih okelah, kalo semua berjalan sesuai dengan sistem. Tapi hari ini ada satu lagi kejadian yang bikin gue mo meledak.
Salah satu staff yang sudah kerja hampir setahun, bikin laporan yang salah. Akibatnya kalo gue ga sempat merhatiin kali ini, perusahaan kelebihan bayar. Padahal bukannya itu kegunaan elo, STAFF KEUANGAN, means mengerjakan laporan dengan benar sehingga kerjaan gue kebantu, paling nggak urusan remeh temeh seperti pengetikan dan pengakumulasian ga harus gue yang kerjain secara kerjaan lain yang lebih membutuhkan pengambilan keputusan sudah memenuhi kepala dan tangan gue.
Secara dia sudah mengerjakan laporan ini selama 5 bulan, dan gue pikir sudah saatnya dilepas sendiri, laporan ini langsung masuk meja Direksi. Di ACC (ya iyalah... emangnya mereka bisa tau laporan itu salah apa nggak? itu tanggung jawab gue kaliiii...). Sekarang giliran gue mau bayarin, baru keliatan salahnya. Huaaaaahhhhhhhh..... mati gue.
Mungkin pada mikir; ya sutralah... bilang aja ke bos yang salah siapa. Huduhhh... kalo saja segampang itu...
Bos gue adalah tipe orang yang memaklumi kesalahan pertama. Dan meyakini banget setiap orang yang mau maju adalah dengan belajar dari kesalahannya. Emang enak dikatain nggak mau maju karena salah mulu? catet: kesalahan pertama untuk laporan keuangan ini sudah diborong diawal2 ketika laporan ini baru dibuat sejak tender diperoleh. Oleh gue dan oleh staff gue juga (kesalahannya maksudnya, hehehehe...)
Akhirnya staff ini gue panggil ke ruangan gue. Sebut saja namanya JW.
Gue: Laporan ini angkanya kok salah? Biaya .... nya kok blom dikeluarin? Jadinya lebih gede nih.
JW : *ekspresi kaget* hah? salah ya ci? dimananya? (plis dehhh, tadi kan udah gue bilang?)
Gue: Angka ini (sambil nunjukin) harusnya ambil angka yang ada dilembaran ketiga, bukan yang kedua. Ini salah nih...
JW :Ohhh, lembaran yang ketiga yah, ci? (sambil bolak balik lembaran laporannya). Pake angka ini yah? trus ntar dikurangi sama apa, ci? Lalu cara ngitungnya ntar gmn? *cengengesan*
Gue: *grrrhhhhhhmmm....* yaaaa caranya sama kayak laporan bulan pertama, kedua, ketiga dan keempat. Kamu tinggal contoh aja. Kalo salah kayak gini kan Pak X bisa ngomel. Mana udah di ACC kedua belah pihak lagi.
Kamu kan udah ngerjain selama 4 bulan, saya percaya kamu bisa. Tapi kalo kayak gini, masa semua kerjaan kamu saya periksain satu2? Tangan cuma dua, JWWWWW......
Ini tuh bukan kejadian baru, di bulan yang kedua dan ketiga persis seperti ini. Yang pertama dan yang keempat mungkin agak beda.
JW : Ohhh, gitu yah, ci? Punya copyan bayaran yang lalu2 ga, ci? Mau liat lagi contohnya. *ekspresi tak berdosa*
Gue: *ARRRRRRRRRGGGGGGGGGGGGGHHHHHHHHHHHHHH..............* LIAT SANA DIRUANG ARSIP. APA PERLU SAYA YANG BONGKARINNNN....????!!!!!
Hosshhh...hosshhhh....hossshhhh..... cape dueeeehhhhhhh.....!!!
Lama2 gue bisa strooke nih....
Sekarang tinggal nunggu telpon dari bos aja yang ngomel karena mesti revisi laporan. Sigh....