Monday, October 01, 2007

Relationship

Relationship....
kata-kata ini sekilas terdengar enteng. Pacaran, memadu kasih, in love, atau banyak lagi sebutan lainnya. Ketika diawal2 masa ini, yang terasa semuanya indah. Semuanya ringan, hari selalu cerah, hujan pun terasa teduh.

Ketika waktu berjalan terus, semua tak laghi sekedar kunjungan dimalam minggu, tak lagi cuma acara nonton bioskop bareng, tak lagi cuma sekedar dikenalin sana sini ke keluarga dan temen2.
Ada hal lain yang bukan sekedar kulit luarnya saja.

Ada banyak hal yang harus dikompromikan. Gue ngeri ngebayangin kehidupan berumah tangga, mesti hidup dan bertatapan muka belasan jam setiap harinya. Resiko benturan dan gesekan akan semakin lebih besar, kan?

Relationship dengan orang yang kita kasihi, sekilas terasa indah dan menyenangkan. Membuat kita merasa apa yang dinamakan, "Feel butterflies in your stomach".

Tapi....


Ketika harus berkompromi sana sini dengan si dia, masihkan yang indah2 itu kita rasakan?

Gue pernah baca banyak buku tentang bagaimana cowok dan cewek itu berbeda, bagaimana gen dan hormon mempengaruhi perilaku kita sehingga seringkali cekcok karena hal sepele. Dan setiap kali gue berantem dengan Ai Je, gue sedih.

Terkadang kesal, kenapa dia ga mau mengerti gue. Kenapa dia ga mau memaklumi PMS membuat gue yang biasa imut-imut ini :p berubah menjadi amit-amit. Kenapa dia ga mau nyadar bahwa gue marah ini bukan karena ga peduli dan ga menghargai dia? Semua semata-mata mencari perhatiannya.

Tapi ketika sedang waras, maka selalu penyesalan datang terlambat. Dan gue sadar, sesadar-sadarnya bahwa Ai Je sayang ke gue, dan ga mungkin sengaja ingin melukai atau membuat gue menangis. Lalu apa yang terjadi setiap kali adegan film india terjadi diantara kita?

Entahlah, gue juga bingung. Relationship ternyata tidak sesimple yang gue pikirkan. Dan mungkin meskipun sudah banyak membaca, atau mendengarkan dari orang lain, bahwa relationship itu bukanlah menyatukan dua pribadi yang berbeda, tapi saling menerima perbedaan yang lainnya, gue masih blom dapat mempraktekkan sebenar-benarnya.

Tapi apapun itu, asalkan berdua, semua pasti bisa dilewati. Iya kan, Ai Je?

p.s: Postingan ini dipersembahkan untuk Ai Je, atas nama cinta dan kesabaranmu menghadapiku yang sangat egois dan keras kepala. Never meant to hurt your feeling, Dear. It's just PMS coming through *ngeles mode ON ;p).