Tuesday, January 24, 2006

Save the best for the last

Kemaren malam, pas mau tidur dan gosok gigi, gue lewat di ruang tamu dan mendapati ponakan gue yang baru berumur 2,5 tahun lagi duduk dengan manisnya di sebuah kursi sambil menikmati sepotong roti isi keju. Itu jam 11 malam, udah cukup larut buat anak sekecil itu untuk terjaga, apalagi untuk makan.

Dari nyokapnya gue dapat penjelasan kalo dia terjaga karena lapar, dan minta makan. Tapi bukan itu yang jadi perhatian dia. Gue liat dia menggigiti rotinya dari pinggir ke pinggir, menyisakan bagian tengah yang sudah pasti penuh dengan keju. Ini bisa berarti dua kemungkinan, dia nggak suka keju, dan akhirnya akan membuang tengahnya roti itu setelah semua pinggirannya habis, atau dia amat suka keju sehingga menyisakan bagian yang paling enak untuk dihabiskan belakangan.

Tapi gue tau dia suka keju. Jadi pilihan terakhir lah yang tepat. Dia menyisakan yang paling enak untuk dimakan belakangan. Gue takjub, anak umur 2,5 tahun sudah bisa mikir gitu. Mungkin ini didasarkan faktor meniru orang-orang disekelilingnya. Mungkinkah dia ngerti kenikmatan menghabiskan yang paling enak belakangan, atau cuma meniru orang2 disekelilingnya tanpa tau arti sesungguhnya? Tapi yang gue tahu sih, selama ini nggak ada deh orang2 dewasa disekeliling dia yang makan roti pinggirannya duluan baru isinya belakangan.

Dulu, dulu sekali.. gue juga punya kebiasaan seperti itu, tidak lama memang. Tapi kenangan itu membekas sampai sekarang di memory gue. Hanya saja, yang gue ingat gue mulai kebiasaan itu tidak di umur 2,5 tahun (I've asked my mum for this, and she said "You ate the whole bread as soon as possible, never thought from what side you began to bite. And that habit -to save the best for the last- was began when you were began to school", see what I mean?).

Kebiasaan itu mendadak hilang karena gue mengalami dua kejadian berturut-turut dalam 2 hari disuatu masa ketika gue kelas 3 sd. Cukup nge-shock sehingga sampe sekarang gue nggak pernah mempraktekkan lagi yang namanya save the best for the last.

The first was when my auntie come to our home, she gave me 2 t-shirt. Satu berwarna merah menyala (I hate red), dan satu berwarna biru (and I really love blue).

So at the next day, jam 4 sore, setelah mandi dan bersiap-siap maen ke gang sebelah (well,gang sebelah rumah tempat gue dan temen-temen maen petak umpet, yeye, or permainan semacam itulah...), I wore the red one. Yang biru harus disimpan untuk acara2 special.

Sewaktu bermaen, gue pamer ama temen, tentang baju baru yang gue punya (kok bisa yah gue gitu dulu? hahahaha...). Dan mungkin gue pamer ke temen yang salah. Dia pulang dan ngadu ke nyokapnya. Nyokapnya datang ke rumah gue, nggak tau mengadakan transaksi apa ama emak gue, sampe akhirnya emak gue ngebujuk2 gue untuk ngasih baju yang biru satunya ke dia. Maaaakkk.... pake ngerayu2 gue gitu lagi, bilang kalo anak yang baik itu harus berbagi, huahaauhahaha... Saat itu jujur deh, gue pengen banget buka baju yang merah, dan bilang.. "Lo ambil yang ini ajah." Akhirnya, gue kasih juga baju yang biru itu, walaupun sambil ngerutuki diri, kenapa tadi gue pake yang merah.

Besokannya (believe it or not, tapi karena kejadian ini berturut-turut dalam 2 harilah maka gue kapok), gue makan kue tart yang diatasnya ada buah cherry. I really like that cherry. Maka gue singkirin cherry nya di pinggir piring, dan gue mulai makan kue tar nya. You know what happened then? Salah seorang sodara gue berlari-lari dari atas loteng, hinggap (huahahaha.. kayak burung kakak tua, hinggap!) di samping gue dan langsung menyomot cherry yang seupil-upil itu, memasukkannya dalam mulut, dan bilang, "kok lo kaga mau cherrynya sih? kan enak! dasar bego.." lalu dia ngeloyor pergi...

Saat itu gue speechless, ternganga dan akhirnya kue nya gue telen dalam sekali suap tanpa digigit lagi. Guondokknya setengah mati...

Dan sejak saat itu lah, gue nggak pernah save the best for the last lagi. Apalagi kalo sedang dikelilingi oleh tangan-tangan tidak bertanggung jawab, hehehe.

Melihat ponakan gue yang lagi asyik dengan pinggiran keju itu, sempat terlintas pikiran untuk ngejahilin dengan menyabot keju yang ditengahnya. Hahahaha... tapi nggak lah. Gue nggak sekejam itu untuk meninggalkan trauma pada anak kecil yang bisa kebawa sampe gede nanti, huaaaaa.. apa sih?

But, that's so nice to see her ate that bread so carefully, and after that eat the cheese dengan wajah yang penuh kepuasan. Huahaha.... thanks God gue bisa menahan diri untuk nggak jahil.








Monday, January 23, 2006

M E L E P A S M U

Apa yang harus kulakukan?
Ketika suaraku tak lagi merdu bagimu
Ketika bukan sekedar khayalan
Kau lepas genggaman tanganku

Apa yang harus kulakukan?
Ketika hatimu bukan milikku kini
Ruang kosong itu penuh ketakutan
Ketika tak mungkin ada "kita" sekarang atau nanti

Ingin mengejarmu
Tapi aku hanya mampu memandang punggungmu
Menapaki bayangan angan kita
Menyesali ketaksempurnaan yang bertahta

Hanya dapat mengenangmu
Menghujam asa dan sukmaku
Terpuruk dan terluka
Ketika kau semakin tak nyata

Melepasmu...
Adalah menoreh perih pada lukaku
Namun jika itu memang inginmu
Tak ingin ku cekal kepak sayapmu

Sebab aku..
begitu mencintaimu…
(Jakarta, 19 Jan 2006)



Pernah baca disuatu tempat, bahwa kebanyakan karya yang dikarang oleh seseorang sedikit banyak dipengaruhi perasaan, sudut pandang, pola pikir dan kejadian yang dialami oleh si pengarang itu sendiri. Menurut gue, yup! Bener banget, semua yang gue tumpahkan dalam goresan pena (I have my own book full of my own poem, you know..?) adalah pengalaman pribadi, paling nggak pada saat itu.

Mungkin itu sebabnya gue juga suka baca karya orang lain, entah itu puisi, cerpen, or sekedar lyric lagu yang dicorat-coret di kertas, sekarang sih seru banget ada blog, hehehe… It helps me to know them deeper. Mencoba memahami perasaan mereka pada saat ini, the way of their thinking, dsb.. Hanya saja, gue sering kali mendapati orang-orang yang merasa malu bahwa apa yang ditulis (ini terlebih-lebih dalam hal puisi yang dikarang!) adalah perasaan hati pada saat itu. Come on, emangnya bisa menuangkan kata-kata seindah atau semenyentuh itu kalo kita nggak benar-benar tenggelam di dalamnya? Please somebody tell me if I’m wrong.

Point gue adalah mengapa harus malu mengakuinya kalo memang itu yang terjadi. Lagian, kalo emang malu, ngapain juga nulis di blog? Bukankah salah satu kegunaan blog adalah menumpahkan isi hati? Jadi, bagaimana bisa bilang kalo itu bukan pengalaman pribadi? Where’s the logic of that? (kalimat yang di bold ini dikutip dari kata2 seorang hebat, yang menjadi idola gue saat ini... Note: Kalimat ini harus dibaca dengan nada tinggi dan penuh semangat! Hehehee....)

Jadi, buat gue pribadi, yup… bener banget. Puisi diatas adalah pengalaman pribadi gue saat puisi itu tercipta. Masalahnya, sebagai seorang sanguin, sekarang ini, blom tentu seperti itu yang gue rasakan. Hehehee....Uhhh… I know that I’m smart! (LICIK mode :”ON”)


Wednesday, January 18, 2006

My Paradise



So Excited...
Terakhir pulang ke Nias tahun 2004 yang lalu. Udah lama yah? Hmm.. how the time goes running so fast. Akhirnya gue punya kesempatan *garuk-garuk kepala sambil nyengir* untuk pulang kampung lagi. This Lunar New Year bikin gue pengen pulang. Kalo selama ini nggak pulang, bukan berarti nggak kangen lho, Mum... Cuma memikirkan efisiensi dan efektivitas ajah, makanya kaga pulang ketika liburan lebaran tahun lalu... (huahahaha... like all the mother in the world, with their big heart, i know that my mum'll say that "it's okey" even if she know that it is all "alasan lo ajah...", ^_^ love u mum!).

I really really counting the days now, feel euforia to prepare all the things for going home. Include searching something for 'oleh-oleh'. Damn you're so right ,sis... (read my sister testimonial about me :p), I'm so obsessed for put all the things (things here means anything, meals, toys, book,snack, shoes, bag, clothes, skirt, picture, handphone, cd, vcd, dvd, Oughhhh.... can't mention it all here..) to my travel bag and give that to my family, especially to my youngest sister there. Pernah juga sampe gue kena charge over bagasi yang besarnya hampir sama dengan harga tiket pesawat, huahahahaha... My mum didn't know about this, untill now... So, please don't tell her ^_*

How the thing's going on there? Dari cerita-cerita yang gue dengar sih, pasca gempa kemaren Nias menjadi lempeng, hahaha... Dari gunung tembus ke laut, dari laut tembus ke gunung. Rumah-rumah udah pada rata dengan tanah. Paling sepetak sepetak di blok2 tertentu yang masih berdiri. And I really really thanks to God karena rumah gue masuk dalam kategori 10% yang tidak luluh lantak rata dengan tanah.

Selama ini ada temen2 yang nanya, nggak kangen pulang? Duh... Gue merasa itu seperti pertanyaan tolol. Of course I miss home. Tentu aja gue pengen pulang. Nias gitu lho... tempat gue gede, tempat yang saat ini baru gue sadari gue habiskan dengan penuh kegembiraan, sewaktu masih blom kenal yang namanya hidup, masalah dan kerja keras. Paradise... Masa' ga pengen pulang ke tempat itu? But, tempat dimana yang ada kegembiraan saja adalah tempat melepas kepenatan. If I want to grow up and learning a lot about live, I have to live in the real world where I can reach my dream and going back to my paradise sometimes just for rest (to re-charge my spirit).

Home is a word that can make me feel so comfort.. And I'm sure all of us feel like that too.I know it sounds so selfish, but maybe I've lost a lot of energy now to face the world, that's why I need to going back home now, to you... My Paradise...

Monday, January 16, 2006

B O S A N



Aku bosan menyebut namamu


Bosan mendesahkannya berulang kali

Beratus, beribu, bahkan berjuta kali

Hingga terasa kering hati ini

dan kebosanan tak tertahankan lagi...


Wednesday, January 04, 2006

Love You Because ...


There are no reason for me to love you...
That I can't answer why do I love you
For going out with you in the rainy day (make my new clothes get dirty, you know?)
For change my self just because you don't like me the way I am... (surely hard to do, but I do)
For cry all night long when you say I hurt you with my affection
For still standing there after you told me to go...
For give you a hug and kisses everyday...
For always asking what will you eat for lunch? (and always told you don't forget to have a dinner, go to hell that diet rules..!)
For crying with you when you get hurt
For laughing with you when you are happy
There are no reason...
I love you ...
Not because who you are
Not because what you did
Not because the way you treat me
Not because the way you make me feel
I love you more and more...
Just because I want to...