Monday, January 05, 2009

Catatan pertama di tahun 2009

Entah Cuma perasaan saja, atau memang bener. Saat ini kok kayaknya sejak hamil gue melihat banyak banget orang2 disekitar gue hamil. Entah lagi jalan di mall, lagi nonton bioskop, lagi makan di restoran, banyak banget ibu2 bawa drumband kayak gue.

Ivan bilang sekarang lagi musim hamil (a few months a go he said to me like this, “sekarang lagi musimnya orang meninggal,”). Dureeennn kali ada musim2nya. Musim kawin sih gue percaya. Di beberapa kalangan tertentu (terutama tionghoa), percaya kalo bulan2 yang bagus untuk menikah itu sekitar akhir September sampai Desember. I don’t know why. Itu menurut orang pinter katanyaaaa.

Well, both of us merasa pinter sendiri kali yah, makanya memilih menikah dibulan Juli. Bulan yang biasa2 aja. Yang penting ga terlalu ekstrem lah such as di bulan 4 (4 = si yang artinya mati dalam bahasa tionghoa), bulan April bertepatan sama Paskah juga, jadi April is a big no no. Or di bulan 8 (bulan dimana banyak setan berkeliaran, hiiiiiiii). Yang pasti, kami tidak mengejar bulan2 bagus tersebut diatas karena sudah pasti, biaya menikahnya lebih mahal. Percaya atau tidak, ada beberapa vendor yang masang tariff lebih mahal untuk bulan2 sept-des. Padahal, itu waktunya musim hujan. Waktu yang menurut gue ga pas deh buat ngadain hajatan. Awal tahun juga musim banjir, jadi hindarilah. Hahaha. Kok gue kayak konsultan pernikahan aja neh. Dan kenapa juga obrolan melantur sampe sini ya?

Balik lagi ke masalah kehamilan yang semakin lama semakin besar. Setiap ke dokter juga selalu merasa lega karena kondisi bayinya selama ini baik dari waktuke waktu. Semoga sampai nanti tiba waktunya keluar dari perut mama kamu baik2 aja ya dek ^

Beberapa waktu lalu sempat di usg 4 d. Dengan susah payah pak dokter berusaha menembus perut mama dengan alatnya, hehehe. Akhirnya keliatanlah wajah si adek bayi. Hiks, saat itu pengen menangis terharu. Liat Ivan senyum2 sendiri liat wajah anaknya yang nguap2 mulu di monitor. Hehehe, sungguh senang rasanya. Keliatan juga kalo pipinya tembem (OMG, jangan2 nurun dari mamanya?), tapi lega juga pas liat idungnya mancung dikit, at least ga tenggelam ketiban pipi kayak si mama yah dek, hihihi. Ikutin idung papa aja yang mancung, apalagi kalo lagi boong (pinokio kaleee…). Kata pak dokter, dedek punya bakat tinggi, tulang pahanya panjang. Bagus deh... nanti tak lesin renang aja biar makin tinggi. Dan setelah cek ini itu (such as cairan otaknya, langit2 mulut, detak jantung, tekanan darahnya), akhirnya si pak dokter sampai ke bagian terpenting. Dan tadaaaaaaaaaa… keluarlah statement itu. Adeknya cewekkkk… Hehehe. Syukurlah. Apa aja oke kok. Kan anak pertama. Tapi ga berarti jika nanti anak kedua, ketiga, ke empat dan seterusnya cewek lantas kita ga bersyukur lhoo. Hihihi, ga dengg… planning sementara 2 anak cukup. Biar gizinya cukup, hehehe…

Yang terbayang dikepala langsung adalah kalo mau beliin baju ini itu, boneka ini itu, sepatu ini itu, jepitan rambut ini itu. Hahaha. Ini punya anak apa punya boneka sih. :p

Yang pasti, setelah melalui perdebatan panjang. Akhirnya ketemulah nama yang pas buat si adek. Namanya masih rahasia. Tapi sungguh susah menyatukan dua selera manusia yang berbeda. Selera si papa yang unik dan nyeleneh dengan selera si mama yang kebarat2an, hehehe. Dulu waktu jenis kelamin masih belum ketauan dan kita masih ngebahas2 nama2 umum untuk cowok dan cewek, malah akhirnya sering berdebat. Nama cowok lebih susah ketemu jalan tengahnya. Si papa ga mau ngalah mulu. Hehehe. Untunglah untuk si dedek yang cewek akhirnya ketemu jalan tengahnya. Pilihan nama2 bayi cewek lebih banyak, karena ternyata oh ternyata, si papa berpatokan sama judul lagu band2 dunia yang memakai nama cewek. Dan ternyata diantara list nama yang mama ajukan, ada lagunya. Fiuhhhh, akhirnya. Tapi tenang saja, bukan judul Yolanda nya kangen band or Camelia nya Irwansyah kok. Hihihi. No offense ya, Oom oom sekalian :D

Sekarang si adek bayi juga lebih sering nendang2 dan nonjok2 yah.. Baguslah, artinya dia sehat dan kuat. Nanti tak lesin karate yah. Biar bisa ciattt-ciaattt… Hehehe.

Ya udah, segitu aja curhat dari si calon mama di awal tahun ini.

Semoga sukses semuanya.