Wednesday, November 03, 2010

Pilihan

Gue berada di persimpangan jalan lagi.
Duhh susahnya menjadi dewasa. Banyak pilihan dalam hidup yang mesti dilakukan. Dasar manusia, nggak punya pilihan ngeluh, banyak pilihan ngeluh.

Tapiiii, bukannya ini gunanya gue punya blog. Selalu saja ada hal2 yang sangat berat untuk kita ceritakan kepada orang lain, boleh ditumpahkan ke blog. Kalo ada yang nggak suka, ya jangan dibaca. Kalo ada yang tersinggung yah maap. Sebisa2nya kalo pun maki2 orang, gue ga sebutin namanya deh. Hahahaaa....

Sebenarnya situasi ini 2 tahun lalu pernah gue alami. Ketika harus memilih menjadi Ibu Rumah Tangga atau menjadi pekerja kantoran.
Sekarang pilihannya ada 3. Menjadi Ibu Rumah Tangga, Pekerja Kantoran, atau Business Owner.

Dohhhh. Dulu pas memulai usaha ini, yang ada dikepala gue adalah bisnis ini menyenangkan karna bisa dilakukan dirumah. Bisa sambil menjaga anak. Bisa nambah2 penghasilan.

Tapi pengalaman hidup mengajarkan gue, bahwa nggak bisa begitu.

Ketika memilih jadi Ibu Rumah Tangga, harusnya ya ngurus rumah tangga. Keuangan bersumber dari suami. Kalo pun seorang IRT mau cari tambahan pemasukan, ya statusnya tambahan pemasukan. Means Sambilan, Paroh waktu, Iseng2.

Kalo mau uangnya lebih banyak ya harus menekuni bisnisnya. Means sama aja dengan pekerja kantoran. waktu akan tersita. Malah lebih parah. Bisnis nggak cukup diurusin dengan rentang waktu 9-5. senin - jumat. Bisnis artinya kapan saja bisa datang orderan.

Lalu, harus pilih mana?
Pegawai kantoran nggak pengen, uang terbatas, waktu sangat terbatas.
Ibu rumah tangga, uang terbatas waktu luang.
Business Owner, uang lumayan, waktu terbatas....

Dilema antara memenuhi semua kebutuhan keluarga dengan waktu yang tersita.

Hufftthhh...
So hard to decide walopun sebenarnya gue sudah memutuskan. Hahaha. apa hayooo... bingung kan sama pemilihan kata2nya???

Maksudnya gini, gue sudah memutuskan memilih jalan yang A padahal keputusan itu diambil karna terpaksa. Karna sepertinya itu yang terbaik untuk semua pihak. Meski hati kecil gue nggak pengen. Di lain pihak, jika gue mengambil jalan B, yang mana gua inginkan, akan ada konsekuensi lain yang harus gue tanggung.

Intinya, semua ada konsekuensinya....

Keputusan yang diambil sampai titik ini masih memungkinkan gue untuk mundur dan mengambil pilihan lain, tapi kondisi spt ini nggak akan selamanya. Akan tiba dimana saat gue ga bisa mundur lagi dan menanggung semua konsekuensi yang diakibatkan oleh pilihan ini.

Benerrr, nggak ada pilihan yang salah, semua pilihan bagus. Sudah sukur masih ada pilihan toh? Cuma bagaimana sikap kita menanggung konsekuensinya. Nah itu yang berat.

Sighhh, i wish my life less complicated than this...

I have options, itu yang membuat sulit.
Kalo terpaksa ambil salah satu jalan, ya end of discussion dehhh. Nggak ada yang perlu dibahas. Hahahaa....