Gue berada di persimpangan jalan lagi.
Duhh susahnya menjadi dewasa. Banyak pilihan dalam hidup yang mesti dilakukan. Dasar manusia, nggak punya pilihan ngeluh, banyak pilihan ngeluh.
Tapiiii, bukannya ini gunanya gue punya blog. Selalu saja ada hal2 yang sangat berat untuk kita ceritakan kepada orang lain, boleh ditumpahkan ke blog. Kalo ada yang nggak suka, ya jangan dibaca. Kalo ada yang tersinggung yah maap. Sebisa2nya kalo pun maki2 orang, gue ga sebutin namanya deh. Hahahaaa....
Sebenarnya situasi ini 2 tahun lalu pernah gue alami. Ketika harus memilih menjadi Ibu Rumah Tangga atau menjadi pekerja kantoran.
Sekarang pilihannya ada 3. Menjadi Ibu Rumah Tangga, Pekerja Kantoran, atau Business Owner.
Dohhhh. Dulu pas memulai usaha ini, yang ada dikepala gue adalah bisnis ini menyenangkan karna bisa dilakukan dirumah. Bisa sambil menjaga anak. Bisa nambah2 penghasilan.
Tapi pengalaman hidup mengajarkan gue, bahwa nggak bisa begitu.
Ketika memilih jadi Ibu Rumah Tangga, harusnya ya ngurus rumah tangga. Keuangan bersumber dari suami. Kalo pun seorang IRT mau cari tambahan pemasukan, ya statusnya tambahan pemasukan. Means Sambilan, Paroh waktu, Iseng2.
Kalo mau uangnya lebih banyak ya harus menekuni bisnisnya. Means sama aja dengan pekerja kantoran. waktu akan tersita. Malah lebih parah. Bisnis nggak cukup diurusin dengan rentang waktu 9-5. senin - jumat. Bisnis artinya kapan saja bisa datang orderan.
Lalu, harus pilih mana?
Pegawai kantoran nggak pengen, uang terbatas, waktu sangat terbatas.
Ibu rumah tangga, uang terbatas waktu luang.
Business Owner, uang lumayan, waktu terbatas....
Dilema antara memenuhi semua kebutuhan keluarga dengan waktu yang tersita.
Hufftthhh...
So hard to decide walopun sebenarnya gue sudah memutuskan. Hahaha. apa hayooo... bingung kan sama pemilihan kata2nya???
Maksudnya gini, gue sudah memutuskan memilih jalan yang A padahal keputusan itu diambil karna terpaksa. Karna sepertinya itu yang terbaik untuk semua pihak. Meski hati kecil gue nggak pengen. Di lain pihak, jika gue mengambil jalan B, yang mana gua inginkan, akan ada konsekuensi lain yang harus gue tanggung.
Intinya, semua ada konsekuensinya....
Keputusan yang diambil sampai titik ini masih memungkinkan gue untuk mundur dan mengambil pilihan lain, tapi kondisi spt ini nggak akan selamanya. Akan tiba dimana saat gue ga bisa mundur lagi dan menanggung semua konsekuensi yang diakibatkan oleh pilihan ini.
Benerrr, nggak ada pilihan yang salah, semua pilihan bagus. Sudah sukur masih ada pilihan toh? Cuma bagaimana sikap kita menanggung konsekuensinya. Nah itu yang berat.
Sighhh, i wish my life less complicated than this...
I have options, itu yang membuat sulit.
Kalo terpaksa ambil salah satu jalan, ya end of discussion dehhh. Nggak ada yang perlu dibahas. Hahahaa....
Showing posts with label emotion. Show all posts
Showing posts with label emotion. Show all posts
Wednesday, November 03, 2010
Monday, October 01, 2007
Relationship
Relationship....
kata-kata ini sekilas terdengar enteng. Pacaran, memadu kasih, in love, atau banyak lagi sebutan lainnya. Ketika diawal2 masa ini, yang terasa semuanya indah. Semuanya ringan, hari selalu cerah, hujan pun terasa teduh.
Ketika waktu berjalan terus, semua tak laghi sekedar kunjungan dimalam minggu, tak lagi cuma acara nonton bioskop bareng, tak lagi cuma sekedar dikenalin sana sini ke keluarga dan temen2.
Ada hal lain yang bukan sekedar kulit luarnya saja.
Ada banyak hal yang harus dikompromikan. Gue ngeri ngebayangin kehidupan berumah tangga, mesti hidup dan bertatapan muka belasan jam setiap harinya. Resiko benturan dan gesekan akan semakin lebih besar, kan?
Relationship dengan orang yang kita kasihi, sekilas terasa indah dan menyenangkan. Membuat kita merasa apa yang dinamakan, "Feel butterflies in your stomach".
Tapi....
Ketika harus berkompromi sana sini dengan si dia, masihkan yang indah2 itu kita rasakan?
Gue pernah baca banyak buku tentang bagaimana cowok dan cewek itu berbeda, bagaimana gen dan hormon mempengaruhi perilaku kita sehingga seringkali cekcok karena hal sepele. Dan setiap kali gue berantem dengan Ai Je, gue sedih.
Terkadang kesal, kenapa dia ga mau mengerti gue. Kenapa dia ga mau memaklumi PMS membuat gue yang biasa imut-imut ini :p berubah menjadi amit-amit. Kenapa dia ga mau nyadar bahwa gue marah ini bukan karena ga peduli dan ga menghargai dia? Semua semata-mata mencari perhatiannya.
Tapi ketika sedang waras, maka selalu penyesalan datang terlambat. Dan gue sadar, sesadar-sadarnya bahwa Ai Je sayang ke gue, dan ga mungkin sengaja ingin melukai atau membuat gue menangis. Lalu apa yang terjadi setiap kali adegan film india terjadi diantara kita?
Entahlah, gue juga bingung. Relationship ternyata tidak sesimple yang gue pikirkan. Dan mungkin meskipun sudah banyak membaca, atau mendengarkan dari orang lain, bahwa relationship itu bukanlah menyatukan dua pribadi yang berbeda, tapi saling menerima perbedaan yang lainnya, gue masih blom dapat mempraktekkan sebenar-benarnya.
Tapi apapun itu, asalkan berdua, semua pasti bisa dilewati. Iya kan, Ai Je?
p.s: Postingan ini dipersembahkan untuk Ai Je, atas nama cinta dan kesabaranmu menghadapiku yang sangat egois dan keras kepala. Never meant to hurt your feeling, Dear. It's just PMS coming through *ngeles mode ON ;p).
kata-kata ini sekilas terdengar enteng. Pacaran, memadu kasih, in love, atau banyak lagi sebutan lainnya. Ketika diawal2 masa ini, yang terasa semuanya indah. Semuanya ringan, hari selalu cerah, hujan pun terasa teduh.
Ketika waktu berjalan terus, semua tak laghi sekedar kunjungan dimalam minggu, tak lagi cuma acara nonton bioskop bareng, tak lagi cuma sekedar dikenalin sana sini ke keluarga dan temen2.
Ada hal lain yang bukan sekedar kulit luarnya saja.
Ada banyak hal yang harus dikompromikan. Gue ngeri ngebayangin kehidupan berumah tangga, mesti hidup dan bertatapan muka belasan jam setiap harinya. Resiko benturan dan gesekan akan semakin lebih besar, kan?
Relationship dengan orang yang kita kasihi, sekilas terasa indah dan menyenangkan. Membuat kita merasa apa yang dinamakan, "Feel butterflies in your stomach".
Tapi....
Ketika harus berkompromi sana sini dengan si dia, masihkan yang indah2 itu kita rasakan?
Gue pernah baca banyak buku tentang bagaimana cowok dan cewek itu berbeda, bagaimana gen dan hormon mempengaruhi perilaku kita sehingga seringkali cekcok karena hal sepele. Dan setiap kali gue berantem dengan Ai Je, gue sedih.
Terkadang kesal, kenapa dia ga mau mengerti gue. Kenapa dia ga mau memaklumi PMS membuat gue yang biasa imut-imut ini :p berubah menjadi amit-amit. Kenapa dia ga mau nyadar bahwa gue marah ini bukan karena ga peduli dan ga menghargai dia? Semua semata-mata mencari perhatiannya.
Tapi ketika sedang waras, maka selalu penyesalan datang terlambat. Dan gue sadar, sesadar-sadarnya bahwa Ai Je sayang ke gue, dan ga mungkin sengaja ingin melukai atau membuat gue menangis. Lalu apa yang terjadi setiap kali adegan film india terjadi diantara kita?
Entahlah, gue juga bingung. Relationship ternyata tidak sesimple yang gue pikirkan. Dan mungkin meskipun sudah banyak membaca, atau mendengarkan dari orang lain, bahwa relationship itu bukanlah menyatukan dua pribadi yang berbeda, tapi saling menerima perbedaan yang lainnya, gue masih blom dapat mempraktekkan sebenar-benarnya.
Tapi apapun itu, asalkan berdua, semua pasti bisa dilewati. Iya kan, Ai Je?
p.s: Postingan ini dipersembahkan untuk Ai Je, atas nama cinta dan kesabaranmu menghadapiku yang sangat egois dan keras kepala. Never meant to hurt your feeling, Dear. It's just PMS coming through *ngeles mode ON ;p).
Wednesday, September 12, 2007
Lately
Waduhhhhhhh.......
Kangen banget sudah lama tidak nge posting.
Saya tidak pusing melulu kok selama ini temans. Tapi sangat berterimakasih atas perhatiannya.
Life's so amazing lately. Actually, I have so many words to tell sehingga jadinya gue pusing sendiri mo mulai darimana.
Di agustus kemaren sempat kopi darat sama temen2 milis cross stitch, seru abish karena begitu ketemu, langsung seru ngomongin kruistik. Secara gue belum pernah ketemu dengan mereka secara langsung, sempet takut acara ketemuannya akan garing. Ternyata nggak tuh. Untungnya Ai Je mau nemenin nganterin ke gathering itu. Sehingga gua ga perlu pulang sendirian ngegotong2 Hoop (ram or alat bantulah untuk kruistik) yang panjangnya hampir 1 m. Thanks to Ai Je, for stay there almost 3 hours, berbicara dengan para lelaki lain yang juga sedang menemani pacar or istrinya gathering di dalam sementara mereka di teras, ga pernah kenal, ga pernah email2an, dan ga punya benang merah penghubung. Dan para ladies di dalam sedang ribut ngomongin kruistik, tukeran pola, makan2 dll. It's so sweet, honey...
Then, ada suatu waktu diantara itu juga ketika gue dihadapkan untuk mengambil beberapa keputusan sulit dalam hidup gua. Dari kejadian ini gue belajar bahwa ternyata memilih itu ga gampang. Ketika pilihan yang satu jelek dan yang lain bagus, itu sih gampang banget.
Ketika pilihannya dua2nya jelek, ini juga gampang. Toh hasilnya akan sama jeleknya. Tapi ketika pilihan yang ada didepan kita dua2nya sama bagusnya, maka seketika proses mengambil keputusan tidak gampang. Kenyataan akan kehilangan salah satunya cukup menakutkan.
Inilah sifat manusia. Ga pernah puas, serakah, dan ingin memiliki segalanya. Untung saja, gue selalu dikelilingi oleh orang2 yang sangat menakjubkan, bahkan ketika sisi buruk gue mendesak keluar, mereka tetap disana, mengarahkan, membimbing dan menyayomi. Tidak ada berkah yang lebih besar daripada ini. Sungguh.
Akhir2 ini, gue belajar juga betapa penting untuk bersyukur. Kehidupan yang sering dirasa perih, menjemukan, dan lain2, ternyata jika disyukuri sangat indah. Melihat sisi lain kehidupan orang lain ternyata banyak memberi kesadaran, bahwa hidup gue sangat perlu disyukuri. Bahwa semua kekecewaan dan rasa marah didalam diri ini ga ada apa2nya jika dibandingkan dengan penderitaan orang lain.
Lupa bersyukur membuat gue merasa jadi orang yang paling sengsara didunia ini, padahal masih banyak orang2 yang bahkan untuk makan pun mereka rela mengais2 tong sampah. Lalu siapa gue ini yang langsung ngambek ketika Ai Je menolak pergi ke restoran yang gue inginkan karena jalanan macet. Dan lebih memilih makan di tempat terdekat. Masih syukur bisa makan direstoran juga.
Siapa gue ini yang gondok setengah mati sama si mbak yang nyuci baju gara2 baju kelunturan? Sementara ada orang2 yang nyuci, mandi, gosok gigi bahkan ambil air minum dari sungai ciliwung yang bahkan sudah ga jelas warnanya lagi.
Siapa gue yang menangis kesal karena Ai Je ga bisa ngajak liburan bulan lalu, dan ngambek abis2an meski udah dijanjiin bulan depan akan pergi bareng, sementara ada orang yang bahkan boro2 mikir liburan, untuk makan aja sulit.
Mengingat ini semua, gue merasa kecil dan payah. Lupa bersyukur atas hidup yang begitu indah dan berkecukupan. Menyadari bahwa masalah2 yang kita punyai hanyalah seperti pasir di tengah gurun yang luas.
Dan ketika gue mencoba bersyukur, berterimakasih dan menerima apa adanya, bener2 terasa ringan dan melegakan. Meski jujur saja, masih harus banyak belajar lagi, tapi gue yakin kok, Tuhan punya rencana sendiri terhadap setiap kita. Dan Dia bekerja dengan cara yang tidak akan mampu kita pahami. Tapi yang pasti, Dia mengatur semuanya indah pada waktunya.
So, be gratefull everyone. Be blessed....
Kangen banget sudah lama tidak nge posting.
Saya tidak pusing melulu kok selama ini temans. Tapi sangat berterimakasih atas perhatiannya.
Life's so amazing lately. Actually, I have so many words to tell sehingga jadinya gue pusing sendiri mo mulai darimana.
Di agustus kemaren sempat kopi darat sama temen2 milis cross stitch, seru abish karena begitu ketemu, langsung seru ngomongin kruistik. Secara gue belum pernah ketemu dengan mereka secara langsung, sempet takut acara ketemuannya akan garing. Ternyata nggak tuh. Untungnya Ai Je mau nemenin nganterin ke gathering itu. Sehingga gua ga perlu pulang sendirian ngegotong2 Hoop (ram or alat bantulah untuk kruistik) yang panjangnya hampir 1 m. Thanks to Ai Je, for stay there almost 3 hours, berbicara dengan para lelaki lain yang juga sedang menemani pacar or istrinya gathering di dalam sementara mereka di teras, ga pernah kenal, ga pernah email2an, dan ga punya benang merah penghubung. Dan para ladies di dalam sedang ribut ngomongin kruistik, tukeran pola, makan2 dll. It's so sweet, honey...
Then, ada suatu waktu diantara itu juga ketika gue dihadapkan untuk mengambil beberapa keputusan sulit dalam hidup gua. Dari kejadian ini gue belajar bahwa ternyata memilih itu ga gampang. Ketika pilihan yang satu jelek dan yang lain bagus, itu sih gampang banget.
Ketika pilihannya dua2nya jelek, ini juga gampang. Toh hasilnya akan sama jeleknya. Tapi ketika pilihan yang ada didepan kita dua2nya sama bagusnya, maka seketika proses mengambil keputusan tidak gampang. Kenyataan akan kehilangan salah satunya cukup menakutkan.
Inilah sifat manusia. Ga pernah puas, serakah, dan ingin memiliki segalanya. Untung saja, gue selalu dikelilingi oleh orang2 yang sangat menakjubkan, bahkan ketika sisi buruk gue mendesak keluar, mereka tetap disana, mengarahkan, membimbing dan menyayomi. Tidak ada berkah yang lebih besar daripada ini. Sungguh.
Akhir2 ini, gue belajar juga betapa penting untuk bersyukur. Kehidupan yang sering dirasa perih, menjemukan, dan lain2, ternyata jika disyukuri sangat indah. Melihat sisi lain kehidupan orang lain ternyata banyak memberi kesadaran, bahwa hidup gue sangat perlu disyukuri. Bahwa semua kekecewaan dan rasa marah didalam diri ini ga ada apa2nya jika dibandingkan dengan penderitaan orang lain.
Lupa bersyukur membuat gue merasa jadi orang yang paling sengsara didunia ini, padahal masih banyak orang2 yang bahkan untuk makan pun mereka rela mengais2 tong sampah. Lalu siapa gue ini yang langsung ngambek ketika Ai Je menolak pergi ke restoran yang gue inginkan karena jalanan macet. Dan lebih memilih makan di tempat terdekat. Masih syukur bisa makan direstoran juga.
Siapa gue ini yang gondok setengah mati sama si mbak yang nyuci baju gara2 baju kelunturan? Sementara ada orang2 yang nyuci, mandi, gosok gigi bahkan ambil air minum dari sungai ciliwung yang bahkan sudah ga jelas warnanya lagi.
Siapa gue yang menangis kesal karena Ai Je ga bisa ngajak liburan bulan lalu, dan ngambek abis2an meski udah dijanjiin bulan depan akan pergi bareng, sementara ada orang yang bahkan boro2 mikir liburan, untuk makan aja sulit.
Mengingat ini semua, gue merasa kecil dan payah. Lupa bersyukur atas hidup yang begitu indah dan berkecukupan. Menyadari bahwa masalah2 yang kita punyai hanyalah seperti pasir di tengah gurun yang luas.
Dan ketika gue mencoba bersyukur, berterimakasih dan menerima apa adanya, bener2 terasa ringan dan melegakan. Meski jujur saja, masih harus banyak belajar lagi, tapi gue yakin kok, Tuhan punya rencana sendiri terhadap setiap kita. Dan Dia bekerja dengan cara yang tidak akan mampu kita pahami. Tapi yang pasti, Dia mengatur semuanya indah pada waktunya.
Wednesday, June 13, 2007
Quarter life excitement
Yuuupppp...!!!
I'm 25 years old now.
Seperempat abad, hiks... Membuat gue rada kecut juga menerima ucapan2 selamat ulang tahun dari temen2. Eitss... jangan salah sangka, bukan maksud hati ga bersyukur ada orang2 yang ingat dan care ke gue, cuma mengingat fakta umur semakin sedikit sisanya, tanggung jawab dan beban moral terhadap sekeliling semakin gede, yaaaa wajar dong gue jadi aware.
Tapi diatas semua itu, ulang tahun yang ke 25 ini terasa spesial. Why?
Ucapan2 dari teman2 yang care tidak henti2nya sejak pukul 00.00 wib tanggal 12 Juni 2007, obrolan2 ringan dan hangat dengan Ai Je ditelepon tengah malam itu sambil menunggu pergantian hari, merupakan berkah terindah yang gue miliki.
Begitu juga keesokan harinya. Setidaknya tekad bahwa hari ini adalah hari bahagia, jadi gue ga boleh marah2, bersyukur sepanjang hari bukan hal yang susah untuk dilakukan.
Lalu bagaimana rencana kencanku dimalam itu?
Sejak ABG, ulang tahun ke 25 dalam impian gue adalah ulang tahun yang elegan, nggak usah rame2 kek 17 tahunan, cukup romantic dinner with my boyfriend. Ditempat indah dan romantis? Candle light dinner? Itu bonus! Itu idealnya.
So, sedari kemarin gue mikirin mau ngajak Ai Je kemana dihari ulangtahun gue. Secara makan2 dengan keluarga gue jadwalkan hari ini, kemaren gue mesti les inggris (yang amat sangat pengen gue bolosin, tapi mengingat akan mendapat tatapan alis mata naik sebelah dari Ai Je), maka gue terpaksa datang juga untuk bercas-cis cus di kelas. Sementara kepala gue dipenuhi dengan berbagai rencana dinner dengan Ai Je selepas kelas inggris ini.
Ketika nyampe rumah, Ai Je sudah sampe duluan, nggak tau dia nunggu berapa lama. Tapi gue liat tampangnya capek banget. Mungkin kerjaan kantor lagi banyak2nya. Betapapun pengen menikmati romantic dinner dengan Ai Je, gue sadar bukan langkah bijaksana memaksakan hal itu saat ini.
Lalu saat sudah berpasrah dan membesarkan hati sendiri bahwa toh besok Ai Je juga ikut makan2 bersama keluarga dan sepupu2 gue, tiba2 Ai Je mengeluarkan sesuatu dari tasnya.
Gue tau dia akan mengeluarkan hadiah untuk gue, meski gue blom tau apa hadiahnya. Tapi yang merupakan surprise kecil yang sangat manis adalah Ai Je mengeluarkan sepotong kue berlapis coklat lalu menaroh lilin kecil diatasnya, membakar lilinnya, menyodorkan kue itu lalu mengucapkan selamat ulang tahun ke gue. Hikkkssss, dadaku penuh sesak bahagia.
Dan akhirnya kami menghabiskan malam itu dirumah saja, menonton dvd desperate housewife seasons 3. Ai Je bertindak sangaaat manis sebagai bagian dari hadiah ulang tahun gue secara dia nggak suka opera sabun kek desperate housewife yang katanya banyak mehe2 dan problemnya terlalu mengada-ngada. Tapi malam itu tanpa komplainan menemani gue menonton dan nggak sekalipun megang2 remote dan mengganti ke siaran favoritenya. It was so sweet of you, honey...
Gue nggak pernah membayangkan duduk berdua saja didepan tivi bisa begitu menyenangkan dan nggak membosankan. Dan rencana untuk makan diluar, terasa tidak begitu menarik lagi.
Mungkin ulang tahun ke 25 gue ini bukan yang terelegan seperti yang ada dibenak gue selama ini, tapi yang pasti, ini ulang tahun yang sangaaat manis dan indah yang menambah goresan sejarah dalam hidup gue. Semoga ini bukan yang terindah, sebab tentu saja, gue ingin ada banyaaaaakkkk ulang tahun lagi yang lebih indah dari ini, yang tentu saja bersama Ai Je.
Tapi tentu saja, hal ini ga berarti Belle berhenti bermimpi tentang impian terindah di hari ulang tahunnya.
Ke depannya? Hmmmm... Ulang tahun ke 50 yang akrab dan hangat, dikelilingi keluarga, suami, banyak anak-anak, cucu-cucu yang masih kecil, sepertinya indah untuk dibayangkan.
let's make it happen
^-*
I'm 25 years old now.
Seperempat abad, hiks... Membuat gue rada kecut juga menerima ucapan2 selamat ulang tahun dari temen2. Eitss... jangan salah sangka, bukan maksud hati ga bersyukur ada orang2 yang ingat dan care ke gue, cuma mengingat fakta umur semakin sedikit sisanya, tanggung jawab dan beban moral terhadap sekeliling semakin gede, yaaaa wajar dong gue jadi aware.
Tapi diatas semua itu, ulang tahun yang ke 25 ini terasa spesial. Why?
Ucapan2 dari teman2 yang care tidak henti2nya sejak pukul 00.00 wib tanggal 12 Juni 2007, obrolan2 ringan dan hangat dengan Ai Je ditelepon tengah malam itu sambil menunggu pergantian hari, merupakan berkah terindah yang gue miliki.
Begitu juga keesokan harinya. Setidaknya tekad bahwa hari ini adalah hari bahagia, jadi gue ga boleh marah2, bersyukur sepanjang hari bukan hal yang susah untuk dilakukan.
Lalu bagaimana rencana kencanku dimalam itu?
Sejak ABG, ulang tahun ke 25 dalam impian gue adalah ulang tahun yang elegan, nggak usah rame2 kek 17 tahunan, cukup romantic dinner with my boyfriend. Ditempat indah dan romantis? Candle light dinner? Itu bonus! Itu idealnya.
So, sedari kemarin gue mikirin mau ngajak Ai Je kemana dihari ulangtahun gue. Secara makan2 dengan keluarga gue jadwalkan hari ini, kemaren gue mesti les inggris (yang amat sangat pengen gue bolosin, tapi mengingat akan mendapat tatapan alis mata naik sebelah dari Ai Je), maka gue terpaksa datang juga untuk bercas-cis cus di kelas. Sementara kepala gue dipenuhi dengan berbagai rencana dinner dengan Ai Je selepas kelas inggris ini.
Ketika nyampe rumah, Ai Je sudah sampe duluan, nggak tau dia nunggu berapa lama. Tapi gue liat tampangnya capek banget. Mungkin kerjaan kantor lagi banyak2nya. Betapapun pengen menikmati romantic dinner dengan Ai Je, gue sadar bukan langkah bijaksana memaksakan hal itu saat ini.
Lalu saat sudah berpasrah dan membesarkan hati sendiri bahwa toh besok Ai Je juga ikut makan2 bersama keluarga dan sepupu2 gue, tiba2 Ai Je mengeluarkan sesuatu dari tasnya.
Gue tau dia akan mengeluarkan hadiah untuk gue, meski gue blom tau apa hadiahnya. Tapi yang merupakan surprise kecil yang sangat manis adalah Ai Je mengeluarkan sepotong kue berlapis coklat lalu menaroh lilin kecil diatasnya, membakar lilinnya, menyodorkan kue itu lalu mengucapkan selamat ulang tahun ke gue. Hikkkssss, dadaku penuh sesak bahagia.
Dan akhirnya kami menghabiskan malam itu dirumah saja, menonton dvd desperate housewife seasons 3. Ai Je bertindak sangaaat manis sebagai bagian dari hadiah ulang tahun gue secara dia nggak suka opera sabun kek desperate housewife yang katanya banyak mehe2 dan problemnya terlalu mengada-ngada. Tapi malam itu tanpa komplainan menemani gue menonton dan nggak sekalipun megang2 remote dan mengganti ke siaran favoritenya. It was so sweet of you, honey...
Gue nggak pernah membayangkan duduk berdua saja didepan tivi bisa begitu menyenangkan dan nggak membosankan. Dan rencana untuk makan diluar, terasa tidak begitu menarik lagi.
Mungkin ulang tahun ke 25 gue ini bukan yang terelegan seperti yang ada dibenak gue selama ini, tapi yang pasti, ini ulang tahun yang sangaaat manis dan indah yang menambah goresan sejarah dalam hidup gue. Semoga ini bukan yang terindah, sebab tentu saja, gue ingin ada banyaaaaakkkk ulang tahun lagi yang lebih indah dari ini, yang tentu saja bersama Ai Je.
Tapi tentu saja, hal ini ga berarti Belle berhenti bermimpi tentang impian terindah di hari ulang tahunnya.
Ke depannya? Hmmmm... Ulang tahun ke 50 yang akrab dan hangat, dikelilingi keluarga, suami, banyak anak-anak, cucu-cucu yang masih kecil, sepertinya indah untuk dibayangkan.
let's make it happen
^-*
Tuesday, April 03, 2007
M E N C I N T A
Baru baca postingan seseorang soal cinta dan mencinta. Dan secara tiba-tiba semangat menulis blog muncul lagi, hehehee....
Maap buat temen2 yang mampir2 ke sini tapi ga ada tulisan2 baru. Yang punya blog lagi mumet soalnya. Liat aja beberapa tulisan terakhir yang isinya ngeluuuuuuuuuuuuuhhhhhh mulu. Jadi agak2 ngerem tangan untuk menulis, daripada isinya cuma ngata2in orang aja, huehehehe....
Di blog yang gue baca itu, yang nulis nanyain soal apakah mencintai = memiliki? kenapa kita selalu menganggap yang kita cintai itu adalah kepunyaan kita? dan ada banyak pertanyaan2 lain yang mungkin sering muncul dibenak kita, ga peduli cowok or cewek.
Kemaren siang, ditengah hari bolong saat gue sedang menikmati awal2 bulan setelah berperang dengan angka2 yang merupakan rutinitas setiap tutup bulan, gue berchating-chating ria dengan beberapa teman di YM. Mulai dari menyapa teman lama, sampe obrolan ga penting banget yang sebenarnya gue sendiri ragu ada manfaatnya atau ga ^_^
Entah darimana mulainya, gue dan temen itu ngebahas soal relation ship. Antara pria dan wanita, tentu saja. Or, mungkin antara pria dan pria (dalam tanda kutip) atau wanita dan wanita (dalam tanda kutip juga), ;p.
Lalu gue mulai bercerita, tentang perjalanan pribadi gue dulu sekali...
Long time a go, disalah satu episode hidup gue entah chapter berapa, gue pernah merasa sediiiiiiiihhhhhhhh banget. Ketika merasa kehilangan jati diri saat mencintai seseorang. Ketika akhirnya semua berakhir saat seseorang yang kita sayang bilang ...
...
...
...
Sorry, nggak dapat nerusin tulisannya. I've opened my YM archived untuk mencari dengan pasti dulu itu dia bilang apa, dan semuanya masih disitu.
Tersimpan dengan rapi seperti tonggak sejarah.
Terbaca...
Membuka luka lama...
Dan ternyata masih sakit...
Dan nyawa gue untuk nge-blog terbang entah kemana.
Maap yah, teman-teman. Suatu saat postingan ini akan disambung lagi, kalo sudah tidak merindu lagi.
catatan untukmu: entah kalo saat-saat itu menyakitkan, entah siapa yang jadi korban antara aku dan kamu, tapi entah mengapa, i still miss you somehow... (12 Juli 2005 - 17 Maret 2006). you know who you are...
Maap buat temen2 yang mampir2 ke sini tapi ga ada tulisan2 baru. Yang punya blog lagi mumet soalnya. Liat aja beberapa tulisan terakhir yang isinya ngeluuuuuuuuuuuuuhhhhhh mulu. Jadi agak2 ngerem tangan untuk menulis, daripada isinya cuma ngata2in orang aja, huehehehe....
Di blog yang gue baca itu, yang nulis nanyain soal apakah mencintai = memiliki? kenapa kita selalu menganggap yang kita cintai itu adalah kepunyaan kita? dan ada banyak pertanyaan2 lain yang mungkin sering muncul dibenak kita, ga peduli cowok or cewek.
Kemaren siang, ditengah hari bolong saat gue sedang menikmati awal2 bulan setelah berperang dengan angka2 yang merupakan rutinitas setiap tutup bulan, gue berchating-chating ria dengan beberapa teman di YM. Mulai dari menyapa teman lama, sampe obrolan ga penting banget yang sebenarnya gue sendiri ragu ada manfaatnya atau ga ^_^
Entah darimana mulainya, gue dan temen itu ngebahas soal relation ship. Antara pria dan wanita, tentu saja. Or, mungkin antara pria dan pria (dalam tanda kutip) atau wanita dan wanita (dalam tanda kutip juga), ;p.
Lalu gue mulai bercerita, tentang perjalanan pribadi gue dulu sekali...
Long time a go, disalah satu episode hidup gue entah chapter berapa, gue pernah merasa sediiiiiiiihhhhhhhh banget. Ketika merasa kehilangan jati diri saat mencintai seseorang. Ketika akhirnya semua berakhir saat seseorang yang kita sayang bilang ...
...
...
...
Sorry, nggak dapat nerusin tulisannya. I've opened my YM archived untuk mencari dengan pasti dulu itu dia bilang apa, dan semuanya masih disitu.
Tersimpan dengan rapi seperti tonggak sejarah.
Terbaca...
Membuka luka lama...
Dan ternyata masih sakit...
Dan nyawa gue untuk nge-blog terbang entah kemana.
Maap yah, teman-teman. Suatu saat postingan ini akan disambung lagi, kalo sudah tidak merindu lagi.
catatan untukmu: entah kalo saat-saat itu menyakitkan, entah siapa yang jadi korban antara aku dan kamu, tapi entah mengapa, i still miss you somehow... (12 Juli 2005 - 17 Maret 2006). you know who you are...
Subscribe to:
Posts (Atom)