Pagi ini gue mendengar cerita seorang temen tentang kejadian yang dialami oleh temennya temen gue, huehehehe.. pusing yah, kebanyakan temen.
Temennya temen gue ini sebut saja namanya Miss C, baru saja putus dengan cowoknya. Well, soal putus sih cerita biasa, artis aja banyak yang kawin cerai, kan? Hhh... publik figur kok yah kasih contoh yang jelek? Tapi sudahlah, bosen ngikutin infotainment, nggak mutu, hehehe....
Miss C ini baru putus dengan cowok yang katanya selama ini baek banget ke dia. Beliin macem-macem, ngasih hadiah meski nggak diminta, bla..bla..bla.... Kabarnya mereka sudah tunangan, dan ada cincin berlian seharga .... (maaf, dengan rendah hati saya tidak menyebutkan nominal disini, hehehe... ), sebagai saksi dari romansa mereka berdua.
Entah apa sebabnya, akhirnya pertunangan ini putus. Katanya sih, si cewek udah mikir mateng2 untuk mutusin. Sebabnya? Mungkin klise bagi kita yang mendengar, tapi mungkin kalo kita yang mengalami, kita akan mengambil langkah seperti itu.
Pada hari mereka bubar, Miss C berniat mengembalikan semua pemberian si cowok, tapi semua ditolak oleh si cowok. Termasuk cincin berlian yang konon mahal harganya itu ^_^
Tapi emang, dasar cowok (peace, bro.... nggak bermaksud menyindir cowok laen di dunia ini, tapi emang gitu keadaannya), beberapa hari kemudian si cowok malah teriak2 di depan rumah si cewek, minta semua barangnya di balikin. Ck...ck... Dan nggak cukup sampe situ, pagar rumah si cewek dikunciin pake gembok baru, padahal si ceweknya masih di dalem. Cowoknya kesel nggak diijinin masuk kali...
And the last, ada banyak poster-poster dengan foto si cewek dengan catatan "Awas, cewek ini penipu, mempermainkan lelaki, bla..bla..bla..." Selebaran ini ditempel di kampus dan sekitarnya.
Teror psikis, dan mungkin aja bisa sampe nyakitin fisik segala kalo dibiarin terus. Si cowok punya jiwa psikopat? Entahlah... Kabarnya sih selama ini nggak pernah nunjukin tanda-tanda ke situ.
Yang bikin gue jadi mikir adalah, bukankah selama ini si cowok sayang ama ceweknya? Apa yang membuat perubahan ini terjadi? Rasa kehilangan?
Mungkin kita memang harus belajar lebih banyak tentang rasa kehilangan. Apalagi kehilangan seseorang yang kita cintai. Apakah rasa sakit kehilangan membuat kita tega melakukan sesuatu yang akan menyakiti orang yang kita cintai? Mungkin kita melakukan itu dengan tujuan agar orang yang kita cintai itu berubah pikiran, lalu kembali ke kita? Mungkin, tapi kita nggak pernah bisa menduga sesuatu yang belum terjadi.
Kehilangan memang menyakitkan, apalagi kehilangan sesuatu yang begitu kita yakini adalah milik kita.
Gue pernah menghadapi rasa kehilangan. Sering malah. Yang paling gampang adalah kehilangan orang yang kita sayangi karena dipanggil oleh-Nya. Berlindung dibalik kata ikhlas dan ketidakberdayaan manusia melawan kehendak-Nya, kebanyakan dari kita meskipun dengan rentang waktu yang berbeda-beda, akhirnya merelakan.
Bagaimana jika orang yang kita sayangi yang ingin melepaskan diri dari kita. Entah dengan alasan apapun, dialah yang memilih untuk pergi padahal dia bisa tinggal jika dia mau. Dia yang membuat kita merasa kehilangan, dengan kesadaran dia sendiri. Padahal dia orang yang kita sayangi.
Lalu pantaskah kita menghakimi dia? Membuat dia tidak bahagia? Atau bahkan hanya sekedar membenci dia?
Gue melepaskan seseorang yang memutuskan untuk pergi, atau gue yang pergi dari dia? Entahlah... Awalnya gue pikir gue akan membenci dia, sekarang dan selama-lamanya. Tapi, begitu melihat dia bahagia daripada ketika bersama gue, it's worth it. Life must go on. So do I.
Kehilangan yang terjadi pada diri kita, akan lebih mudah kita hadapi, kalo kita mengerti makna mencintai.
Temennya temen gue ini sebut saja namanya Miss C, baru saja putus dengan cowoknya. Well, soal putus sih cerita biasa, artis aja banyak yang kawin cerai, kan? Hhh... publik figur kok yah kasih contoh yang jelek? Tapi sudahlah, bosen ngikutin infotainment, nggak mutu, hehehe....
Miss C ini baru putus dengan cowok yang katanya selama ini baek banget ke dia. Beliin macem-macem, ngasih hadiah meski nggak diminta, bla..bla..bla.... Kabarnya mereka sudah tunangan, dan ada cincin berlian seharga .... (maaf, dengan rendah hati saya tidak menyebutkan nominal disini, hehehe... ), sebagai saksi dari romansa mereka berdua.
Entah apa sebabnya, akhirnya pertunangan ini putus. Katanya sih, si cewek udah mikir mateng2 untuk mutusin. Sebabnya? Mungkin klise bagi kita yang mendengar, tapi mungkin kalo kita yang mengalami, kita akan mengambil langkah seperti itu.
Pada hari mereka bubar, Miss C berniat mengembalikan semua pemberian si cowok, tapi semua ditolak oleh si cowok. Termasuk cincin berlian yang konon mahal harganya itu ^_^
Tapi emang, dasar cowok (peace, bro.... nggak bermaksud menyindir cowok laen di dunia ini, tapi emang gitu keadaannya), beberapa hari kemudian si cowok malah teriak2 di depan rumah si cewek, minta semua barangnya di balikin. Ck...ck... Dan nggak cukup sampe situ, pagar rumah si cewek dikunciin pake gembok baru, padahal si ceweknya masih di dalem. Cowoknya kesel nggak diijinin masuk kali...
And the last, ada banyak poster-poster dengan foto si cewek dengan catatan "Awas, cewek ini penipu, mempermainkan lelaki, bla..bla..bla..." Selebaran ini ditempel di kampus dan sekitarnya.
Teror psikis, dan mungkin aja bisa sampe nyakitin fisik segala kalo dibiarin terus. Si cowok punya jiwa psikopat? Entahlah... Kabarnya sih selama ini nggak pernah nunjukin tanda-tanda ke situ.
Yang bikin gue jadi mikir adalah, bukankah selama ini si cowok sayang ama ceweknya? Apa yang membuat perubahan ini terjadi? Rasa kehilangan?
Mungkin kita memang harus belajar lebih banyak tentang rasa kehilangan. Apalagi kehilangan seseorang yang kita cintai. Apakah rasa sakit kehilangan membuat kita tega melakukan sesuatu yang akan menyakiti orang yang kita cintai? Mungkin kita melakukan itu dengan tujuan agar orang yang kita cintai itu berubah pikiran, lalu kembali ke kita? Mungkin, tapi kita nggak pernah bisa menduga sesuatu yang belum terjadi.
Satu-satunya hal yang pasti di dunia ini adalah ketidakpastian itu sendiri.
Kehilangan memang menyakitkan, apalagi kehilangan sesuatu yang begitu kita yakini adalah milik kita.
Gue pernah menghadapi rasa kehilangan. Sering malah. Yang paling gampang adalah kehilangan orang yang kita sayangi karena dipanggil oleh-Nya. Berlindung dibalik kata ikhlas dan ketidakberdayaan manusia melawan kehendak-Nya, kebanyakan dari kita meskipun dengan rentang waktu yang berbeda-beda, akhirnya merelakan.
Bagaimana jika orang yang kita sayangi yang ingin melepaskan diri dari kita. Entah dengan alasan apapun, dialah yang memilih untuk pergi padahal dia bisa tinggal jika dia mau. Dia yang membuat kita merasa kehilangan, dengan kesadaran dia sendiri. Padahal dia orang yang kita sayangi.
Lalu pantaskah kita menghakimi dia? Membuat dia tidak bahagia? Atau bahkan hanya sekedar membenci dia?
Gue melepaskan seseorang yang memutuskan untuk pergi, atau gue yang pergi dari dia? Entahlah... Awalnya gue pikir gue akan membenci dia, sekarang dan selama-lamanya. Tapi, begitu melihat dia bahagia daripada ketika bersama gue, it's worth it. Life must go on. So do I.
Kehilangan yang terjadi pada diri kita, akan lebih mudah kita hadapi, kalo kita mengerti makna mencintai.
What ever it happens, it happens for a reason.
2 comments:
Hello Ester,
About what that guy is going through, I hate to use this phrase but....it kinda makes sense:
fear leads to anger,
anger leads to hate,
hate leads to suffering
-- Yoda from star wars
First, he fears losing her, so he treats her really nice. Then after he lost her, he got angry, and started hurting her. Finally, he suffered by becoming somewhat like a psycho.
Yeah, I'm bad with analogies.
Begitulah cinta, penderitaannya tiada akhir.-= Zhu ba jie =-
Post a Comment