Wednesday, February 14, 2007

Love to celebrate

Pasca banjir, Jakarta paw! (minjam istilah Ai Je untuk semua hal yang payaahhh…)

Sampah dimana-mana, laler dan nyamuk dimana2.

Tapi sutralah, salah kita sendiri kok. Nggak mungkin ada asap kalo ga ada api kan?

To day is Valentine Day.

Dulu setahun yang lalu, pernah ngeposting juga di hari V Day. Waktu itu suasana hati lagi dipenuhi bunga2 cinta (hueksss…)

Lalu seperti apa suasana hati Belle saat ini?

Auk ah, gelap.

Susah deh ngomongin masalah cinta. Nggak bakal ada habisnya. Nggak bakal ketemu ujung pangkalnya.

Tapi gapapalah, bukan ester geto lhoo kalo ga ngebahas beginian.

Sedari pagi, ada banyak ucapan Met Valentine Days yang gue terima dari temen. Ada beberapa yang gue balas, ada yang gue cuekin.

Okey, call me meany. But gue ngerasa ga perlu berbasa-basi dengan orang yang gue rasa nggak pantas mendapatkannya.

Umur segini masih pantes berbicara soal V day kah? Dunnow lah. Tergantung cara pandangnya sih. Kalo memandang V day sebagai hal2 yang berhubungan dengan bunga dan coklat, or party rame2 bareng pasangan2 lain, jauuuhhhh banget sudah ditinggalkan bareng seragam putih abu2 gue dulu.

Kalo terpaksa milih mungkin romantic dinner boleh juga (terpaksa..??? :D)
But since no one beside me rite now (or mungkin ini penyebab postingan bernada sinisme ini tercipta???), maka plan for tonite is nonton dvd plus segabrekan snack and juice (I don’t like soda).

Dennnnnggggg, lagi asyik nulis2 blog ini, eh, datang sms dari seorang temen ngajakin karaokean malam ini. Dilema, antara merasa kalo gue keluar malam ini akan mengkhianati seseorang dengan have fun go mad dengan temen2.

Gue berhak untuk senang2 kan? Berhak untuk berbahagia disela-sela kesibukan dan semua perasaan campur aduk lainnya?

Tapi ngerasa juga, kalo saat ini dimana2 lagi sibuk merayakan satu benda yang namanya cinta.

Benarkah layak untuk dirayakan?

Gue disini nggak berbicara soal universal love, soal cinta kepada orangtua, kepada sesama, kepada Tuhan, kepada makhluk yang lebih menderita.
Oh, Dear... liat aja dimana2, Valentine = couple. Ini masalah cinta kepada lawan jenis.

Apanya yang perlu dirayakan? Kalo hari ini bahagia pun, dalam perjalanan cinta seberapa % kebahagiaan yang bisa kita miliki?

Cemburu, sakit hati, marah, dikecewakan, dan berbagai perasaan yang ga enak yang kalo mau jujur lebih sering dirasakan daripada bahagianya.

-Orang yang kita cintai berada dalam posisi yang amat tepat untuk menyakiti kita- quote at somewhere, someplace, sometimes.

Gue nonton di salah satu film, ada scene dimana ada seorang cewek mau bunuh diri setelah ditinggal oleh pacarnya. Kepada cowok yang mau menolongnya dia curhat bahwa dia begitu kecewa. Setelah apa yang semua dia berikan ke mantannya, semua pengorbanannya, berubah seperti apa yang dia minta, tapi tetap saja nggak cukup dimata mantannya.

Out of the line, kita mungkin berpikir betapa bodohnya cewek itu. Worth it geto, mengorbankan segalanya buat si dia? Bahkan akhirnya loe sampe ga punya semangat hidup ketika dia pergi? Tapi, apakah kita mampu berpikir jernih ketika kita mengenakan sepatunya?

Ada banyak contoh lain tentang tragedi cinta. Bukan cuma di film, sering juga kita liat di kehidupan nyata. Ada temen yang rela kabur dari rumah karena nggak disetujui menikah dengan cowok pilihannya, ada yang rela menikah siri karena saking cinta padahal si cowok sudah menikah, ada yang rela dimanfaatkan, ada yang mau dijadikan ttm karena si cowok ga mau jadian.

Ada banyaaaaaakkkk banget yang dekat dengan kehidupan sehari2.

Ternyata lebih banyak dukanya daripada sukanya yah.

Apa ini jadinya kalo kita tidak bisa membedakan antara cinta, nafsu dan kebodohan?
Entahlah, gue mungkin masih blom cukup makan asam garam dunia untuk memahaminya...

Tapi gue merindukan cinta yang bahagia dan indah. Tanpa ada embel2 lain.
Mustahilkah...???

Oke, back to the film, masih ada kelanjutannya nih... si cowok penolong bilang gini
"sewaktu gue kecil, adik perempuan gue yang paliiiingggg gue sayang merengek2 minta gue untuk ambil bayi burung pipit yang ada di pohon deket rumah.
tanpa pikir panjang gue manjat ke atas pohon dan mendekati sarang burung itu. ketika hampir sampai, tiba2 datanglah emak burung yang mematuki tangan gue terus2an sampai akhirnya gue terjatuh dan kaki gue patah.

ketika sudah diobati, oma gue bertanya kenapa gue melakukan hal itu?
lalu gue menjawab karena gue mencintai adik gue dan nggak tega melihat dia menangis menginginkan anak burung itu.
oma gue dengan serius berkata, "Adikmu nggak ada anak burung itu nggak akan apa2, sebentar lagi dia akan lupa. Si ibu burung itu, bila anaknya kamu rebut, nggak akan lupa dan dia bisa saja mati saking menderitanya. Disamping itu, lihatlah kakimu, sekarang kamu terpaksa menderita menggunakan tongkat selama beberapa waktu."
Hal ini menyadarkan gue, gue telah melakukan hal yang salah. Elo mengerti makna cerita gue ini?" si cowok penolong menutup ceritanya dengan pertanyaan.

Bagaimana dengan kita? Mengertikah kita akan maknanya? Saat nonton adegan itu gue bener2 merasa tertohok. Sadar ga sadar, gue sering bertingkah mengambil anak burung untuk orang lain.

Mencintai seseorang itu bukan berarti melakukan semua kehendaknya tanpa menghiraukan apa yang benar dan salah. Mencintai seseorang itu nggak berarti kita boleh menyakiti pihak lain apalagi menyakiti diri sendiri.

Plan for tonight decided: i'll stay at home, bukan karena merasa guilty jika have fun malam ini, but just because i need rest after 9 hours spend at office plus 8 hours at home to do my other work. Let's have a beautifull V day to day with my dvd player and a full bag of chips ^_^

HAPPY VALENTINE'S DAY EVERYONE...!!!

5 comments:

CacingKepanasan said...

Setudju :D

Bobby said...

Emang sih, tiap orang punya agenda sendiri2 when it comes to celebrate Valentine day, for me right now I wanna celebrate love between friend yang sesama jomblo gitu lho he2x

Hendri Bun said...

yap ... cinta itu bebas, seperti burung yang bebas terbang mengarungi luasnya cakrawala. Sampai suatu saat, dia akan lelah dan berlabuh juga di sebuah dermaga. Saat itulah, cinta terikat dan bersatu dalam indahnya kasih sayang.

Met vale cantik :)

ester said...

cacing:
setuju bagian mana, cing? hehehe....


bobby:
iya, thanks for understanding, hehehe....
again, sorry yah...

hendry bun:
iya deeehhh yang cintanya udah berlabuh ^_*
met valentine juga yah ganteng, hehehe...

nie said...

asyik jg koq ngerayain valentine sendirian :) yg penting kan enjoyment-nya. :D