Beberapa hari lalu Ai Je ngajakin kencan dihari Valentine. Kencan simple di sebuah Mall di Jakarta Barat yang sama seperti kencan dihari biasa kala gue dan dia mampir sebentar di Mall ini sepulang kerja cuma buat sekedar makan2 atau nonton. Agenda hari Valentine ini pun sama.
Sepulang kerja di tanggal 14 feb kemaren, gue langsung cabut ke Mall itu, secara gue pulang jam 4 sore dan Ai Je jam 5, meski jarak kantornya lebih deket, g selalu sampe lebih dulu. Biasanya g akan habiskan waktu di Gramedia, sambil cuci mata atau beli buku2 yang bagus. Kali ini g hunting hadiah Valentine untuk Ai Je.
Ga lama setelah gue dapat hadiahnya, ternyata Ai Je udah sampe ke tempat itu. Akhirnya kita langsung ke tempat makan. Dan sambil menunggu hidangannya datang, tiba2 Ai Je menyerahkan hadiah Valentinenya ke gue. Well, gue dapet coklat, mungkin sama seperti pengalaman2 Valentine kebanyakan orang dan kebanyakan tahun2 sebelumnya dalam hidup gue. Pas gue buka, ternyata ada selembar foto, silued Ai Je yang sedang megang kamera, dan dibaliknya tertulis kata2 : (maap, tidak semua ditulis disini yah, cukup bagian2 tertentu saja :p)
"..... kadang gue suka egois dan menang sendiri, maafkan gue yak. Gue ingin selalu membahagiakan elu....
Mungkin kata2 itu sederhana dan tidak terlalu istimewa banget buat orang-orang lain. Tapi gue, yang jelas2 tau huru hara dan segala melodrama yang gue timbulkan sendiri entah itu karena merasa tersaingi dengan segala kegiatan dan hobby Ai Je, atau dalam proses persiapan pernikahan yang sering kali biang kerok ketidakkonsistenan adalah gue, dan yang merasa sadar diri bahwa yang egois dan ingin menang sendiri adalah gue, maka tanpa gue sadari, mata gue berkaca2.
Ai Je sepertinya melihatnya, tapi tidak berkomentar. Mungkin dia pikir gue sedih karena dikasih coklat kali yah, soalnya gue kan ga rada suka coklat. Padahal, gue sukaaaaaa banget coklat Valentine dari Ai Je, hehehe.
Mungkin Valentine ini tidak spesial jika diliat dari agenda acara kami. Seperti kencan2 biasa. Tapi gue sungguh2 merasa sangat sayang kepada makhluk satu ini, yang mementingkan kebahagiaan gue diatas segalanya. Sungguh, diatas segalanya.
Well, gue bilang ini bukan cuma karena dapat hadiah coklat saja, hehehe. Tapi karena melihat dia menempuh hujan dan banjir sepanjang jakarta selatan ke tangerang demi gue, menjemput gue di tangerang untuk ikut acara hang out dia dan temen2nya di jakarta selatan lalu nganterin gue pulang lagi, memberitahu kesalahan2 gue, memperhatikan kepentingan gue diatas kepentingannya, dan terutama, bersabar akan semua keegoisan gue. So, dalam hal ini, guelah yang sering egois, melodrama queen, unstabil dan panikan. He covers it all. Dan membayangkan kepada dialah seluruh hidup dan masa depan gue terletak nantinya, sungguh menentramkan hati.
"..... kadang gue suka egois dan menang sendiri, maafkan gue yak. Gue ingin selalu membahagiakan elu....
Mungkin kata2 itu sederhana dan tidak terlalu istimewa banget buat orang-orang lain. Tapi gue, yang jelas2 tau huru hara dan segala melodrama yang gue timbulkan sendiri entah itu karena merasa tersaingi dengan segala kegiatan dan hobby Ai Je, atau dalam proses persiapan pernikahan yang sering kali biang kerok ketidakkonsistenan adalah gue, dan yang merasa sadar diri bahwa yang egois dan ingin menang sendiri adalah gue, maka tanpa gue sadari, mata gue berkaca2.
Ai Je sepertinya melihatnya, tapi tidak berkomentar. Mungkin dia pikir gue sedih karena dikasih coklat kali yah, soalnya gue kan ga rada suka coklat. Padahal, gue sukaaaaaa banget coklat Valentine dari Ai Je, hehehe.
Mungkin Valentine ini tidak spesial jika diliat dari agenda acara kami. Seperti kencan2 biasa. Tapi gue sungguh2 merasa sangat sayang kepada makhluk satu ini, yang mementingkan kebahagiaan gue diatas segalanya. Sungguh, diatas segalanya.
Well, gue bilang ini bukan cuma karena dapat hadiah coklat saja, hehehe. Tapi karena melihat dia menempuh hujan dan banjir sepanjang jakarta selatan ke tangerang demi gue, menjemput gue di tangerang untuk ikut acara hang out dia dan temen2nya di jakarta selatan lalu nganterin gue pulang lagi, memberitahu kesalahan2 gue, memperhatikan kepentingan gue diatas kepentingannya, dan terutama, bersabar akan semua keegoisan gue. So, dalam hal ini, guelah yang sering egois, melodrama queen, unstabil dan panikan. He covers it all. Dan membayangkan kepada dialah seluruh hidup dan masa depan gue terletak nantinya, sungguh menentramkan hati.
So, Ai Je, sekali lagi, menangis ini karna terharu. Sungguh.
Thanks atas cinta dan pengertianmu.
Happy Valentine, Ai Je.
Happy Valentine all. Be blessed.
1 comment:
hehehe... kalo udah cocok, kata2 simpel pun bisa bikin terharu :)
dinikmati ya persiapan nikahnya :)
Post a Comment