Thursday, December 31, 2009

Kaleidoskop 2009


It’s December 31, 2009. The last day in this year. It’s time to look back for a while to see what I’ve been through all this year.
Let’s start…
First two month in this year was really make me excited.  With my future baby in me, feels so big, so lazy and so hard to move my ass from bed, and feeling worry about my capability of being a mom, it scares  me, really.
During my third semester of pregnancy, I just stay at home. Browsing and browsing, hehehe.  That’s the start when I like to collect food recipes from internet. Then I start baking. From a little easy and delicious cake, BROWNIES.  And I like it when Ivan said, “yummyyy”.
Then March was coming,  and the baby’s born. It’s miracle. When I kissed her cheek just after  she came out, was really make me cry.  That cute little baby is mine, she is my baby.  At that time, I swore to my self, that I would do anything, anything to the max, just for her. To make her comfort, raise her with all my heart, so that she can grow up  became a beautiful  girl with a beautiful heart, too.
So baby, don’t ever think that I would give you everything that you want :D. If that’s not necessary, it never will.  Just go to your daddy. So he can argue with me and we’ll see who’ll win :D ( Somehow I know Ivan will never say no to Michelle).
I don’t know how and when it start. Suddenly I realized that I like baking. I like cake decorating.  And then people start to order my cake.
So, even 3 months after Michelle was born and I came back to the office, I still baked. Until now…
It’s  about   July or August when we (Ivan and me) decided to provide Wedding Cupcakes. Why wedding? Because, it’s so happy to help people to reach their happiness. Of course, Birthday Cake and any occasional cake still on the list too.
With my younger sister’s help, about  7-8 wedding cupcakes we handled until now,  hundred of brownies and birthday cake, billion of mini choux, hehehe, and it’s still counting.  I love baking world….!!!
Michelle’s grown up very well. Each day she is more adorable than ever.  And we try our best to become a good parents  even we realized we still far from good, never stop learning.

Conclusion, this year was the greatest year in my life. Michelle and Ivan was the greatest gift that I’ve received.  
I’m so grate full to have them in my life.
That’s all for  2009. Let’s face 2010 with a new spirit.
HAPPY NEW YEAR 2010, every one! Be blessed..!!!

Special note:
“Thanks for my lovely husband, Ivan, for your unconditional love, your patience, and your very very nice smile that you gave me even when I was stubborn, or in the worst mood ever, or when the devil inside me came out and try to hurt you.  I’m so sorry, God knows how much I love you. Thank you…  I would never  be able to live this life alone.  Not without you. Love you always and forever".



Wednesday, December 30, 2009

arrgghhhhhhhhh

kok baru ngeh postingan gue banyak yang masuk draft yah? cape dehhhh... giliran diposting malah masuk ke tgl hari ini, padahal itu postingan tahun jebot.
arrgghhhhh
kesel kesel keseeeelllll

oN oUr aNniVeRsaRy

Baru sempet nulis sekarang, sibuk, sibuk dan sibuk .

17 Mei 2008, Sabtu.
Ivan mampir ke rumah dipagi hari sebelum ke bengkel mobil. Gue pulang siang hari sehabis kerja, kepanasan dan langsung tidur2an.
Sorean, dia pulang,kita ngobrol2. Hadiah buat Ivan kali ini cuma sepotong cinta, tapi gue
yakin Ivan pasti terharu dan tambah sayang abis baca surat gue
Tapi gue masih nunggu moment yang tepat buat ngasihnya, apakah nanti saat nonton bioskop or saat makan diluar? Trus pas mau ambil sesuatu dilemari baju, tadaaaaaaaaaa...ada , tapi dibungkus kertas koran, hahahahaa.... Ivan banget, mana mau buang2 uang buat kertas kado, apalagi hari gene yah van, save the earth

pas gue buka, awwwww ada coklat. So sweet. Maka coklatnya langsung gue makan, gue kasih ivan sepotong, hahahaha. Sepertinya ide ivan akan hadiah murah meriah sama kayak gue, secara tahun ini kita akan menikah dan membutuhkan biaya yang sangat gede yah, van?
Lalu surat buat ivan gue kasih aja. Selesai baca, haduuuhhh... matanya berkaca2, lalu ivan kecup keningku (halah, kok bahasana kek lagu jadul), dan bilang ,"Makasih, Ter. Suratnya indah banget. Gue sayang elu." Huaaa... aku jadi berbunga2. Ga sia2 gue nulis surat itu semalaman

Trus kita ngobrol2 lagi, nonton tivi, becanda2, gue sempet ngerjain kristik, dll.
Sampe akhrinya ivan nanya gini, "Ter, ganti sprei berapa bulan sekali?"
Hah? Pertanyaan macam apa pulak itu? Nyindir? Hmmmm...Gue coba ingat2 , dan akhirnya gue menyerah, ga ingat persisnya berapa lama sekali gue ganti sprei, semua tergantung mood aja, hahahaa.... Bisa dua minggu sekali, bisa seminggu sekali, bisa sebulan sekali, bisa 2 bulan sekali.

Trus gue nanya, emang napa? Penting? Takut gue nanti jadi istri yang ga becus gara2 ga teratur ganti sprei? Or apa neh? Takut keseringan dan beli sabun cuci jadi mahal? Duh, pokoknya gue malah nyerang Ivan deh. Untung Ivan ku baik hati, dia bilang ga bermaksud apa2, dan cuma nanya aja, akhirnya gue jadi tenang lagi.

Trus kita ngobrol2 sampe malam. Lalu tiba2 suatu ketika gue ngerasain ada yang ngeganjal di bantal yang dari tadi gue jadiin senderan. Lalu gue liat ke dalam sarungnya, dan o owww.... ada berbungkus kertas koran lagi. Ternyata coklat lagi. Hahahahaa... Senangnya. Hadiahnya emang sebatang coklat tapi gue udah dua kali kaget. It's so sweet of you, Hun. Mana tadi ampe gue marah2in tadi yah, gara2 nanya sprei kapan digantinya? Hahahaha. Ivan takut gue ga nemu2in coklatnya kali yah. Aduuuhhh, aku ini gimana sih? Jadi malu.
Trus coklat ini gue simpan dikulkas.

Nah, malam itu kita ga jadi keluar, ada bola keknya. Jadi Ivan nonton bola dirumah gue, sementara gue ngempi (maen multiply maksudnya )

Lalu besoknya hari minggu kita pergi makan diluar. Pas sampe ditempat makan ketika akan ngambil kamera digital, ternyata oh ternyata dalam tasku ada sebungkus hadiah lagi berisikan coklat. Hahahaa... Ivan bilang. "Akhirnya lengkap sudah ditemukannya. Gue pikir ga bakal ketemu2 neh. Lama banget." Hahahahaa.... Ivan ivan, ada 3 batang coklat yang disembunyikan di 3 tempat yang berbeda dan bikin gue surprise. Padahal tas tangan ini kemarennya dah sempet gue longok lho buat ambil sesuatu.Kok ga ngeh yah. Hehehehe.

Selesai makan kita nonton. Pokoknya anniversary ini sama kek kencan2 kita biasana deh. Tapi sungguh special karena menyadari, ini anniversary yang terakhir kita rayakan di 17 Mei ya, Van? Selanjutnya, tiap tahun sampe tua, kita akan ngerayain 19 Juli.


Yippieeee.... 40 days to our wedding...!!!
So happy, so freak outtttt....!!!



MY VERY FIRST SUSHI

I love sushi very much. Not sashimi, just sushi. Eat sashimi makes me feel like cannibal .
I love cooking too, if I have time, ofcourse . And I want to make my own sushi, compare it to our favorite sushi restaurant, hahaha.
Thanks to mr. google, i can find almost every answer of my question here, including recipe of sushi .

So, one month ago i bought some equipment and ingredients' needed for making sushi. But when you have a wedding in 3 months toward, you'll know why i just made it last night, after the japanese rice, wasabi tube, etc have been in my kitchen for one month .

So, at the bright sunny day, I made my very first sushi.


Ivan said that it's delicious, but the appearance's too big. One thing important about sushi is you can eat a whole cut of it in one bite. Even that I could eat my sushi in one bite (hahahaha....) I saw Ivan and my sister were trying so hard to put a whole cut of it in their mouth.
Next time i'll do better....


Friday, November 20, 2009

Lelah

Energi terkuras
Menghadapi 1 orang jauh lebih sulit dibanding setumpuk file-file mati tak bernyawa.
Dan hari-hariku berhadapan dengan banyak orang.

Aku ingin tidur dan bangun disiang hari.
Ingin berguling dalam hangatnya selimut dalam ruangan bertemperatur dingin.
Ingin santai dan memperlambat langkah.
Tapi cuma sebatas ingin.
Jika mampu pun, tak kutempuh pilihan itu.

Karna mimpi ini jauh lebih indah, jika bisa kuwujudkan dikemudian hari,
dengan bayaran saat ini.

Wednesday, November 18, 2009

apresiasi

rasanya lebih sedih melihat orang2 terdekat kita tidak mengapresiasi pencapaian kita, dibanding jika ketidakpedulian itu dilakukan oleh orang yang tidak kita kenal.

itu sedang gue alami

Friday, November 13, 2009

Sedih

Gue sedih, melihat Misyel lebih dekat dengan susternya dibanding dengan gue. Meski sehari2 gue bawa ke kantor, tapi kan ga mungkin gue melalaikan kewajiban gue dikantor. Sudah sukur bisa bawa Misyel. Bisa memantau perkembangan dia dari jauh.

Sedih, tapi gue punya pilihan apa?
Misyel hanya dekat dengan gue, tapi gue tidak bisa menyediakan asuransi pendidikan buat dia? Tidak bisa beli susu dan pampers yang bagus? Tidak bisa beli baju2 bagus supaya dia keliatan tambah cantik?

Mama sedih, Misyel. Sabar yah, bukan berarti mama ga sayang kamu. Semuanya buat Misyel kok... Suatu saat semua waktu mama pasti buat Misyel...

Thursday, October 29, 2009

Helm & Motor

Gue udah mulai naik motor ke sekolah sejak SMP.
Berhubung di kota kecil, ga terlalu masalah buat anak2 smp naik motor ke sekolah. Gue bahkan udah punya SIM C sewaktu kelas 3. Don't ask me how. Urusan bokap gue waktu itu memperolehnya sebagai hadiah masuk 3 besar dikelas.

Dulu, gue ga suka banget pake helm. Sebisa mungkin gue menghindari helm. Kecuali ada razia, maka biasanya helm selalu gue taro di gantungannya di motor, segera sesudah motor gue melesat dan tidak terjangkau pandangan mata bokap gue.

Saat kuliah, gue ga naik motor. Blum punya. Blum sanggup beli. Minta ke bokap? Oh no, dia akan seret gue pulang ke Nias kalo gue berani2nya minta motor di kota Jakarta ini.
Jadi, gue baru naik motor setelah gue kerja, setelah uang kocek sendiri cukup untuk beli motor Supra X.
Itu kira2 3 tahun lalu.
Sekarang sih tuh motor sudah berpindah majikan. Sudah punya Michelle, mesti naik mobil kemana2.

Back to helm, sejak pindah ke tangerang dan menempuh jarak jauh ke kantor, gue ngeri melihat motor2 yang ganas dan ga tau aturan. Blum lagi pengendara mobil yang ngerasa bahwa dia adalah motor, jadi maunya nyelip2 aja kayak motor. Ga sadar bodi. Karna itu, gue merasa bersyukur punya helm yang besar dan memadai untuk melindungi kepala gue. Bukan helm ala tukang ojek atawa kuli bangunan.

Gue dengan sadar memakai helm itu, meski memang rasanya lebih panas dibanding helm tukang ojek. Tapi heiii... ini demi keselamatan gue juga kan?
Gue sedih melihat banyak abg yang merasa bahwa peraturan memakai helm itu cuma sebuah aturan saja. Padahal ini demi nyawa mereka.
Adek gue salah satunya. Ampe capek ni mulut ngingetin dia. Mo dibiarin, kok ya nggak tega. Kan adek gue juga.

Gue sangat ngerti umur itu ada ditangan Tuhan. Tapi apa lantas kita ga menghargai dan ga berusaha menjaganya sebaik2 nya?


Apalagi melihat abg2 itu balapan dijalan tanpa helm. Mau cari apa sih dek? Kalo kakinya putus atau kepalanya pecah gimana?
Ga sayang nyawa? Kenapa sih mo nunjukin eksistensi diri aja segitu ekstrim? Mbok yah berkarya yang bagus2 aja, ngarang lagu kek, bikin puisi kek, balapan di sirkuit kek.
Ga keren kok kalo balapan dijalan. Ga cool. Ga jago. 

Wednesday, October 21, 2009

Bosan

Dengan semuanya.
Tapi ga tau mo curhat ke siapa.
Fesbuk terlalu terbuka.
Untung masih ada blogspot. jadi masih bisa curhat disini.

Welcome my darkness....

Sunday, October 18, 2009

I'm back

Just wait and see...