Friday, February 10, 2006

8 days out of Jakarta

Sudah agak terlambat, tapi gue memutuskan untuk tetap menuliskannya dalam blog, sepenggal cerita ketika pulang ke kampung halaman tercinta :p.


1 st day : Jan 25th, 2006

06.30 WIB
Berangkat dari bandara Cengkareng. Sambil ngantuk-ngantuk karena sehari sebelumnya tidur larut banget, gue dan Imel (my younger sista’) ngedorong-dorong troli ke terminal keberangkatan.

10.00 WIB
Tiba di bandara Polonia, Medan. Pindah dari terminal kedatangan menuju keberangkatan yang jauhnya ampun-ampun... Membawa barang-barang yang segede bego dibawah terik matahari bikin gue mikir... aduhh susahnya mo pulang kampung ajah.

11.30 WIB – 13.30 WIB
Bengong kayak orang bego bedua ama Imel nungguin jam berputar yang lamaaaa banget. Pesawat baling-baling bambu (oke, kata bambunya ilangin ajah...) yang menuju Nias berangkat jam 13.30 WIB.

15.30 WIB
Turun dari mobil di depan rumah disambut teriakan histeris adik bungsu gue yang nggak nyangka gue ikut sama Imel pulang kampung. Cat: misi meberikan suprise: berhasil! ^_^

18.00 WIB
Naik motor berkeliling kota Gunungsitoli dengan Imel. Terkejut disana-sini mencoba membayangkan bangunan-bangunan dulu sebelum dihancurkan gempa. Miris melihat kenangan masa kecil gue akan kota yang ramah sekarang tinggal tanah-tanah lapang dengan banyak bebatuan sisa bangunan dan debu yang berterbangan disana-sini. Rumah-rumah yang dulu gue hafal bangunannya di setiap sudut kota kini berganti rumah-rumah papan yang sekilas membuat kota itu seperti kota tua yang ada dalam foto kenangan orang tua gue. Argghhh.... bego banget sampe lupa moto keadaannya dan pajang di blog ini.

18.15 WIB
Lewat di depan pasar darurat yang dulunya adalah dermaga tua yang sudah tidak berfungsi. Pantainya sudah ditimbun dengan bebatuan yang berasal dari reruntuhan kota. Melihat sebuah truk besar parkir yang dipenuhi buah duren. Hmmm... yummi.... Merasa sedikit heran karena biasanya musim duren tidak jatuh di bulan Januari di kota gue, dan merasa bersyukur karena kebetulan menyenangkan yang tidak terduga itu. Langsung pulang ke rumah, ngajak nyokap untuk beli duren. Malam itu makan duren sampe mual, hahahaha...

2nd day: Jan 26th, 2006

17.00 WIB
Ke dokter gigi favorit. Meski nggak sengaja pulang kampung dengan tujuan ini, gue ga bisa ke dokter gigi di Jakarta, entah mengapa. Padahal mahal atau murah sama aja, sama-sama kaga pake duit gue, hehehee....
Tadinya mau cabut gigi geraham yang berlubang, arghhhhh…. gara-gara duren, gusi gue meradang dan dokternya kaga mau cabut, harus tunggu sampe Sabtu.


3rd day: Jan 27th, 2006

Nothing special, seharian ngebantuin si koko di toko.

4th day: Jan 28th, 2006

Toko rame banget, karena Sabtu kali. Asli, panaasss banget. But it’s fun ngobrol dan ngumpul bareng koko dan adik-adik gue. Terlebih kalo kita be3 cewek2 pada ngumpul, bikin ribut di took sampe si koko marah2. Ngomelin adik gue yang bungsu (Eta), padahal biang keroknya rame-rame. Eta ngambek di sepanjang sisa hari itu ^_^.
Ini fenomena yang gue rasakan ketika merantau dan jauh dari rumah, kita akan lebih disayang dan jarang diomelin ^_*

5th day: Jan 29th, 2006

It’s the day. Qong Xi Fa Chai…
Untuk hari inilah gue pulang ke Nias, berkumpul dengan orang-orang yang gue sayangi.

05.30 WIB
Bangun pagi banget karena suara musik ”Tong Tong Chiang” (hehehee...) berkumandang dirumah gue. Harus buru-buru karena mau pergi ke Vihara untuk kebaktian pagi. Uuhhh.. nyokap tau kaga sih tahun lalu gue sinchia di Jakarta bangun jam 6 pagi cuma buat nelponin dia ngucapin Qong Xi lalu gue tidur lagi, hahahaha... There’s nothing special about that day when you are far from home.

Nggak ada yang special sepanjang hari itu. Kota berkesan sepi, kayak kota mati.


6th day: Jan 31st, 2006

08.00 WIB
Panik...
Tiket pesawat Gunungsitoli – Medan full book sampai tanggal 7 Februari. Padahal gue harus ada di Jakarta tanggal 1 sehubungan dengan kewajiban di kantor. Dengan berat hari gue memutuskan berangkat ke Medan menyeberang dengan fery selama 8 jam dan meneruskan dengan mobil selama 8 jam lagi. Duhh... perut mulas memikirkannya.

21.00 WIB
Berdua dengan nyokap berada di dalam kapal menyeberang ke Sibolga. Nggak sabar menuggu pagi.

7 th day, Feb 1st, 2006

5.45 WIB
Akhirnya kapal merapat di dermaga Sibolga. Laut tenang dan damai. Thanks God for that. Sarapan dan bersiap-siap untuk berangkat ke Medan.

9.15 WIB
Meliuk-liuk didalam mobil. Mencoba berkhayal kalo gue lagi ada di liukan kaki gurita waterboom. Mencoba nggak mikirin rasa mual ketika mobil membelok dari satu tikungan yang belum selesai, ke tikungan selanjutnya. TARUTUNG, YOU ROCKSSS..!!!

17.20 WIB
Sampe juga di kota Medan. Terduduk lemas di ruang tamu rumah kakek gue, memulihkan tenaga.


8th day: Feb 2nd, 2006

10.30 WIB
Duduk manis diatas pesawat yang siap membawa gue kembali ke kota Jakarta. Bersiap-siap meninggalkan ritme hidup yang santai seminggu ini. Semua serba cepat di Jakarta.

14.30 WIB
Duduk di depan komputer gue. Mengerjakan tugas kantor yang membuat gue harus terbirit-birit hari ini juga harus sampe di meja kerja gue. Mencoba nggak mikir soal lelah pusing dan sebagainya. Sambil membayangkan sedikit, sedikiiiittt aja draft blog yang akan gue tulis tentang pengalaman seminggu ini.


2 comments:

Sontoloyo said...

Memang pulang kampung itu menyenangkan...gue malah penasaran sama reruntuhan dan tanah lapangnya..
Wish i was there.
Well angpao banyak nih sampe ke dua kota ck...ck...ck bagi2 dong.

ester said...

Believe me, you'll prefer see that from the picture.

Soal angpau, hahahaha... itulah kenikmatan bertahun baru di tengah keluarga ^_^