Siang ini panas banget, AC di ruangan kantor gue juga rasanya kaga cukup dingin untuk menentramkan hati (hehehe...), dan nggak ada satupun kerjaan yang bisa gue selesaikan dengan mulus dan cepat. Gue pikir gue butuh tempat curhat atas satu kejadian yang terjadi sehari sebelumnya, yang menyisakan kekesalan sampai hari ini.
Dan disitulah gue, searching di YM melihat nama2 yang cocok untuk di buzz, mencoba menarik perhatian mereka, cuma supaya punya temen ngobrol karena ternyata pekerjaan yang banyak tidak bisa mengalihkan perhatian gue dari kekesalan yang gue hadapi.
Ketemu satu nama, lalu gue Buzz!!! Tapi yang ada si Jono ini (bukan nama sebenarnya, hueuehehee...), lagi nggak sadar kali gue lagi kesel. Dan akhirnya yang ada gue malah berantem sama dia juga.
Huaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa.............. I really want to cry right now.
Gue mau nyari temen ngobrol yang menyejukkan hati, kenapa akhirnya debat kusir segala gara2 kita ga sepaham. It's burn me inside.
I did it, I cry...
Emang ini cara paling aman menumpahkan kekesalan. Ketika akhirnya gue tutup window YM gue dengan si Jono ini, kekesalan di dada gue bertambah parah.
Kita nggak bisa mengharapkan orang untuk bereaksi seperti apa yang kita inginkan, karena kalo itu terjadi, kita menjadikan mereka boneka. Seringkali gue lupa akan prinsip ini sehingga keegoisan kadang muncul ketika sedang berinteraksi dengan orang lain. Dan parahnya gue, gue cukup kritis terhadap apa yang orang lakukan terhadap gue, membandingkannya dengan apa yang selalu mereka katakan selama ini, atau bahkan membandingkannya dengan cara mereka ingin gue perlakukan. Dan gue seringkali kecewa.
Seringkali orang lain ingin kita memperlakukan mereka dengan cara yang mereka inginkan. Tentu saja perlakuan yang baik-baik yang sedang gue bicarakan. Tapi betapa seringnya mereka memperlakukan kita dengan tidak sesuai dengan keinginan mereka untuk diperlakukan. Gue merasa dipercundangi.
Blog ini bukan bentuk protes, cuma (lagi-lagi) menumpahkan kekesalan. Karena menurut gue, ketika orang lain ingin diperlakukan dengan cara tertentu (yang terbaik untuk mereka), maka begitu jugalah mereka memperlakukan orang lain. Sukur2 mau mencoba menanyakan bagaimana orang lain ingin diperlakukan.
Tapi, bagaimana pun gue seorang manusia, yang pasti ketika memperlakukan orang lain pun tidak luput dari yang namanya ke-alpa-an, apalagi bila ditambah dengan namanya ketidak tahuan serta keegoisan, maka itu segala bentuk kesalahan yang manusiawi sangat gue mengerti.
Duh... dari tadi gue ngomong apa, mungkin ga gitu jelas maksudnya, semoga tidak ada pihak yang tersinggung, ini cuma pemikiran dari seorang Ester.
Syukurnya, ketika di tengah gelombang emosi yang kalut dan berantakan ini, gue ingat kata-kata temen gue (sst... padahal dia orang yang bikin gue kesel kemaren. Tapi kata-kata ini berhasil, gue selalu tenang kalo ingat kata2 ini) : "Ketika keadaan bertambah buruk dan nggak sesuai keinginan elo, percayalah, itu karena Tuhan punya rencana lain yang pasti lebih indah yang disiapkan khusus untuk elo."
Bermodalkan itulah, gue mengakhiri blog ini dengan damai.... peace... ^_^
No comments:
Post a Comment