Kau datang saat itu
Membawa kuas penuh warna
Kau toreh hari-hariku
Di kanvas yang tak putih lagi
Kau berdiam
Mencoba menyatukan warna
Agar nyaman mata memandang
Agar tak nelangsa dimasa datang
Kau gelisah dalam diammu
Terhenti dan membeku di depanku
Lalu menyerah
Warnanya tak menyatu
Lalu kau pergi
Membawa kuas penuh warnamu
Tapi kini ternoda oleh warnaku
Namun tak serasi
Aku terdiam tak berdaya
Menangis lirih tak kau dengar
Aku tak ingin warnanya menyatu
Karena memang tak akan bisa
Menjalani hari
Tak harus menyatukan warna
Meski ada tangis dan luka
Pasti ada tawa dan canda
Beda warna kita
Akan indah bila mengering
Hanya kita yang mengerti maknanya
Perpaduan hati yang berbeda kisah
Dan meski kau tak akan kembali
Warnamu akan selalu ada
Bukti nyata kau pernah singgah
Terpatri abadi di hatiku
Selamanya...
Untukmu yang pernah datang dan singgah mewarnai hari-hariku.
Membawa kuas penuh warna
Kau toreh hari-hariku
Di kanvas yang tak putih lagi
Kau berdiam
Mencoba menyatukan warna
Agar nyaman mata memandang
Agar tak nelangsa dimasa datang
Kau gelisah dalam diammu
Terhenti dan membeku di depanku
Lalu menyerah
Warnanya tak menyatu
Lalu kau pergi
Membawa kuas penuh warnamu
Tapi kini ternoda oleh warnaku
Namun tak serasi
Aku terdiam tak berdaya
Menangis lirih tak kau dengar
Aku tak ingin warnanya menyatu
Karena memang tak akan bisa
Menjalani hari
Tak harus menyatukan warna
Meski ada tangis dan luka
Pasti ada tawa dan canda
Beda warna kita
Akan indah bila mengering
Hanya kita yang mengerti maknanya
Perpaduan hati yang berbeda kisah
Dan meski kau tak akan kembali
Warnamu akan selalu ada
Bukti nyata kau pernah singgah
Terpatri abadi di hatiku
Selamanya...
Untukmu yang pernah datang dan singgah mewarnai hari-hariku.
No comments:
Post a Comment