Saturday, June 17, 2006

FF: Maafkan Aku



Aku benci harus mengatakan ini padamu. Tapi aku memang benci kamu diantara sayangku. Jangan tanya mengapa. Jawabannya terlalu pahit untuk dikatakan. Jangan meragukan keputusanku, secara kau yang selalu ragu selama ini.

Tak ada jalan lain, terimalah keputusanku. Ini yang terbaik untuk kita. Ketika sepanjang perjalanan ini hanya derita dan susah yang terlukiskan. Aku sampai diambang batas raguku. Mengakhiri kebohongan semu ini.

Aku tak akan bisa melupakanmu. Secara kau yang sangat kucintai dan kubenci. Pun betapa dalam luka yang kubuat untukmu. Tak akan pernah hilang bekasnya. Ingatan ini, anggaplah hukuman balasan untukku.

Aku membencimu atas refleksi kebencianku pada diri sendiri. Naif, tapi nyata. Aku membencimu, karena pura-pura tak melihat kecuranganku. Aku membencimu, atas cintamu yang tak tertandingi. Aku membencimu, karena menutupi kesalahanku di depan anak-anak kita. Seolah aku adalah ibu yang baik untuk mereka. Aku membencimu karena memaklumiku. Aku membencimu karena tak mampu membuat cintaku penuh gairah.

Karena benci dan sayang inilah, aku akan pergi darimu. Maafkan aku. Percayalah, aku akan benar-benar menghilang. Tak akan menghubungi adikmu perempuanmu juga. Secara dialah wanita yang sesungguhnya aku cintai dengan cinta gairahku.

(177 kata)








4 comments:

Jeng Ungu said...

wow cinta segitiga adik kakak =))

say komen box kuh pada bisa kok komennt, nga tau yah napa, apa jgn2 pas dikaw mo komen, haloscan lage down n kaga loading...

met wiken beibeh!!!

Anonymous said...

wahh cinta emang terkadang sangat complicated yah... makanya mabokkk.. minum antimo kaga mempan. hehehehehe

ester said...

Violette: ini mah bukan cinta segitiga biasa yul, hehehe... ceritanya si orang pertama (istri) nya sebenarnya cinta sama adik perempuan suaminya.

Dhona: begitulah cinta, penderitaan tiada akhir, *Tju Pat Kai*, hehehe....

Sontoloyo said...

ehem......

naluri tuh.....


Kagajelasmode : on