Hidup ini seperti roda berputar. Klise? Ya! Seperti kamu, dan seperti manusia lain pada umumnya, hidupku demikian juga. Ada masa-masa bahagia, ada masa-masa sulit.
Ketika dunia terasa begitu kejam, sering menyesali diri. Nggak cukup tabah, nggak cukup bijak, nggak cukup tegar, nggak cukup gigih menghadapi masalah.
Pernah menangis semalaman karenamu. Nggak bisa tidur jika ingat kamu. Menyesali apa yang terjadi. Ketidakdewasaan yang membuat banyak masalah yang terjadi. Merutuki cinta tanpa syarat yang kurasa selalu kurang dan kurang untukku. Lain hari merutuki diri sendiri karena nggak bersyukur atas apa yang sudah didapat. Merasa hidup tidak pernah sempurna.
Ya, ini sebuah pengakuan!
Dari seorang gadis yang pernah menangis untukmu. Memohon padamu untuk tetap tinggal. Berjanji untuk berubah namun tak pernah mampu ditepati olehnya. Ini adalah pengakuan seorang gadis yang tidak pernah bermaksud mengingkari janjinya. Tidak mampu memenuhi janji, lebih tepatnya.
Ini bukan pembelaan diri, bukan pula penghakiman akan kata-kata cintamu dimasa lalu. Ini cuma curahan perasaan. Dari seorang gadis yang merasa kau memanipulasi cintanya. Cuma merasa saja.
Maaf jika egomu terusik. Aku cuma mau bilang, hari-hari gelap itu sudah berlalu. Jangan usik aku lagi, karena luka ini sudah beku oleh waktu. Walau tidak sembuh, tidak akan terbuka juga, dan tak akan mampu menyakiti lagi.
Karena itu, jauh-jauhlah dariku.
Ketika dunia terasa begitu kejam, sering menyesali diri. Nggak cukup tabah, nggak cukup bijak, nggak cukup tegar, nggak cukup gigih menghadapi masalah.
Pernah menangis semalaman karenamu. Nggak bisa tidur jika ingat kamu. Menyesali apa yang terjadi. Ketidakdewasaan yang membuat banyak masalah yang terjadi. Merutuki cinta tanpa syarat yang kurasa selalu kurang dan kurang untukku. Lain hari merutuki diri sendiri karena nggak bersyukur atas apa yang sudah didapat. Merasa hidup tidak pernah sempurna.
Ya, ini sebuah pengakuan!
Dari seorang gadis yang pernah menangis untukmu. Memohon padamu untuk tetap tinggal. Berjanji untuk berubah namun tak pernah mampu ditepati olehnya. Ini adalah pengakuan seorang gadis yang tidak pernah bermaksud mengingkari janjinya. Tidak mampu memenuhi janji, lebih tepatnya.
Ini bukan pembelaan diri, bukan pula penghakiman akan kata-kata cintamu dimasa lalu. Ini cuma curahan perasaan. Dari seorang gadis yang merasa kau memanipulasi cintanya. Cuma merasa saja.
Maaf jika egomu terusik. Aku cuma mau bilang, hari-hari gelap itu sudah berlalu. Jangan usik aku lagi, karena luka ini sudah beku oleh waktu. Walau tidak sembuh, tidak akan terbuka juga, dan tak akan mampu menyakiti lagi.
Karena itu, jauh-jauhlah dariku.
(204 kata)
7 comments:
204 kata? Emang diitung ya? Wahhh, rajinnya, hehe..
Lam kenal ya, tukeran link nyokkk..
kan ada fasilitas word count say?
pake itu aja, hehehee... kalo itung satu2 juga ogah, hehehe..
met kenal yak ^_^
oke dehh...
204 kata
3571 huruf
kalau kaga percaya hitung sendiri.
hahaha, elo ngitung sendiri yah son
or pake word count?
kalo itung manual, saluutttteeee....
say kalo aku yg mau deket2 boleh kan?? kalo ga boleh, kupaksa kubekep kuikat =P
halah halah, bikin anak gadis org nangis, musti dipentung yak... *** bawa pentungan neh, sambil bawa kalkulator** (pas 6666 kata) hehehehhee...
violette: kupaksa kubekep kuikat, untung ga ditambah kusiksa, yul... hiiii... seyeemmm...
donath: bawa pentungan sambil bawa kalkulator kayak nagih utang, don. hehehe...
6666 kata? kayak bad omen dong
Post a Comment