Kemaren sore pas lagi maen game di komputer gue merasa heran. Kok ini layar kompie gue goyang-goyang. Nggak yakin bahwa gue yang pusing karena kebanyakan melototin monitor, gue liat ke dispenser sebelah meja komputer gue.
OMG, ini gempa. Air didalamnya bergetar dengan kencang. Reflex gue lari keluar kamar dan liat sepupu gue Wiwid yang mo berangkat kuliah. Dia kuliah sore, makanya jam 6 baru jalan ke kampus.
“Wid, gempa neh! Berasa ga?”
“Ah, yang bener? Ce ngimpi kali?” Haiya... ini anak. Tidur juga nggak gimana gue bisa ngimpi?
“Iya, bener deh! Tuh dispenser gue airnya goyang-goyang!”
“Ada gelembungnya nggak ce? Air dispenser kan suka gitu kalo turun ke bawah. Jadi keliatannya beriak”, lalu ngeloyor pergi ka kampus. Grrr... ini anak bikin gemes deh.
Nggak percaya diri, gue sms adek gue. Ternyata bener. Dia lagi kuliah di lantai 5. Dari situ gempanya berasa kuat banget. Gue aja yang di lantai 1 ngerasain kok. Dan semua mahasiswa berlarian keluar gedung. Kebayang kan gimana tumplek-tumplekan di tangga? Lift bukan solusi yang baik saat ini.
Gempa yang terjadi kemaren, pas barengan sama Tsunami di Pangandaran katanya terasa di Jakarta. Nah yang itu gue ga berasa. Mungkin sore-sore itu gue lagi di jalan. Jadi ga berasa kalo gempa.
Saat ini dimana-mana terjadi bencana. Kalo pinjam istilah lagu nasional sih, dari Sabang sampe Merauke. Sedih ngeliatnya. Serasa nyawa sudah nggak ada artinya lagi. Dan bikin gue mikir, sebagai manusia, kita ini kecil sekali. Nggak punya kuasa apa-apa, nggak punya apa-apa.
Nggak ada tuh yang namanya Hpku, komputerku, uangku, rumahku, mobilku, perusahaanku, anakku, istriku dan berbagai ku-ku yang lain. Sekali saja Dia bersabda, maka semua yang kita klaim adalah milik kita, dapat terenggut dari diri kita. We have nothing. Lalu masih pantaskah kita sombong?
Setelah gempa, banjir., kelaparan, tsunami, gunung meletus diberbagai daerah, lalu sekarang apa lagi dan dimana lagi? Akankah kota metropolitan ini luput dari angkara? Entah, hanya waktu yang bisa menjawab.
Lalu apa yang bisa kita lakukan? Entahlah, jujur dalam hati gue takut. Entah murka apalagi yang akan diturunkan atas kesalahan-kesalahan kita sebagai manusia. Dan disaat-saat seperti ini, semua materi, semua kejayaan, prestise dan prestasi bukanlah hal yang dapat menyelamatkan kita.
Mungkin gue sangat-sangat terlambat, tapi paling nggak saat ini gue merasa perlu melakukan 3 hal.
Pertama, Waspada.
Bukannya parno, tapi semua kemungkinan bisa terjadi. Alangkah bagusnya kalo kita bisa waspada. Gue pernah dapat email bagus dari seorang teman tentang apa yang harus dilakukan ketika mengalami gempa. Well, baru ada masukan tentang gempa sih. Kalo laen kali ada tentang bencana yang laen, pasti gue posting. Semoga bermanfaat buat kita semua. Dan yang perlu diingat adalah ketika benar-benar terjadi bencana, kadang kita terlalu panik dan lupa hal-hal yang harus dilakukan. Karena itu yang paling penting kita harus tenang dulu. Karena kalo terlanjur histeris, mo hafal mati daftar di bawah ini pun ga akan menolong sama sekali.
Dari Artikel Doug Copp mengenai "Segitiga Kehidupan" Diedit untuk briefing Komite Keselamatan MAA Saya Doug Copp, Kepala Penyelamat dan Manajer Bencana dari American Rescue Team International (ARTI), tim penyelamat paling berpengalaman di dunia. Informasi dalam artikel ini dapat menyelamatkan nyawa anda dari gempa bumi.
Saya telah merangkak di bawah 875 reruntuhan bangunan, bekerja sama dengan tim penyelamat dari 60 negara, dan mendirikan tim penyelamat di beberapa negara sertasalah satu dari ahli PBB untuk Mitigasi Bencana selama 2 tahun. Saya telah bekerja di seluruh bencana besar di dunia sejak tahun 1985.
Pada tahun 1996 kami membuat film yang membuktikan keakuratan metode bertahan hidup yang saya buat. Kami meruntuhkan sebuah sekolah dan rumah dengan 20 boneka di dalamnya. 10 boneka "menunduk dan berlindung" dan 10 lainnya menggunakan metode bertahan hidup “segitiga kehidupan". Setelah simulasi gempa, kami merangkak ke dalam puing-puing dan masuk ke dalam bangunan untuk membuat dukumentasi film mengenai hasilnya. Film itu menunjukkan bahwa mereka yang menunduk dan berlindung tidak dapat bertahan hidup dan mereka yang menggunakan metode saya "segitiga kehidupan" bertahan hidup 100%.
Film ini telah dilihat oleh jutaan orang melalui televisi di Turki dan sebagian Eropa, dan disaksikan pada program televisi di USA, Canada dan Amerika Latin.Bangunan pertama yang saya masuki adalah sebuah sekolah di Mexico City pada gempa bumi tahun 1985. Semua anak berlindung di bawah meja masing-masing. Semua anak remuk sampai ke tulang mereka. Mereka mungkin dapat selamat jika berbaring di samping meja masing-masing di lorong.
Pada saat itu, murid-murid diajarkan untuk berlindung di bawah sesuatu. Secara sederhana, saat bangunan runtuh, langit-langit akan runtuh menimpa benda ataufurniture sehingga menghancurkan benda-benda ini, menyisakan ruangan kosong di sebelahnya. Ruangan kosong ini lah yang saya sebut " segitiga kehidupan". Semakin besar bendanya, maka semakin kuat benda tersebut dan semakin kecil kemungkinannya untuk remuk. Semakin sedikit remuk, semakin besar ruang kosongnya, semakin besar kemungkinan untuk orang yang menggunakannya untuk selamat dari luka-luka.
Suatu saat anda melihat bangunan runtuh di televisi, hitunglah "segitiga kehidupan" yang anda temui. Segitiga ini ada di mana-mana dan merupakan bentuk yang umum.
Sepuluh Tip dalam Keselamatan Gempa Bumi
1. Hampir semua orang yang hanya "menunduk dan berlindung" pada saat bangunan runtuh meninggal karena tertimpa runtuhan. Orang-orang yang berlindung di bawah suatu benda akan remuk badannya.
2. Kucing, anjing dan bayi biasanya mengambil posisi meringkuk secara alami. Itu juga yang harus anda lakukan pada saat gempa. Ini adalah insting alami untuk menyelamatkan diri. Anda dapat bertahan hidup dalam ruangan yang sempit. Ambil posisi di samping suatu benda, di samping sofa, di samping benda besar yang akan remuk sedikit tapi menyisakan ruangan kosong di sebelahnya.
3. Bangunan dari kayu adalah tipe konstruksi yang paling aman selama gempa bumi. Kayu bersifat lentur dan bergerak seiring ayunan gempa. Jika bangunan kayu ternyatatetap runtuh, banyak ruangan kosong yang aman akan terbentuk. Disamping itu, bangunan kayu memiliki sedikit konsentrasi dari bagian yang berat. Bangunan dari batu bataakan hancur berkeping-keping. Kepingan batu bata akan mengakibatkan luka badan tapi hanya sedikit yang meremukkan badan dibandingkan beton bertulang.
4. Jika anda berada di tempat tidur pada saat gempa terjadi, berguling lah ke samping tempat tidur. Ruangan kosong yang aman akan berada di samping tempat tidur.Hotel akan memiliki tingkat keselamatan yang tinggi dengan hanya menempelkan peringatan di belakang pintu agar tamu-tamu berbaring di lantai di sebelah tempattidur jika terjadi gempa.
5. Jika terjadi gempa dan anda tidak dapat keluar melalui jendela atau pintu, maka berbaring lah meringkuk di sebelah sofa atau kursi besar.
6. Hampir semua orang yang berada di belakang pintu pada saat bangunan runtuh akan meninggal. Mengapa? Jika anda berdiri di belakang pintu dan pintu tersebut rubuhke depan atau ke belakang anda akan tertimpa langit-langit di atasnya. Jika pintu tersebut rubuh ke samping, anda akan tertimpa dan terbelah dua olehnya. Dalam keduakasus tersebut, anda tidak akan selamat!
7. Jangan pernah lari melalui tangga. Tangga memiliki "momen frekuensi" yang berbeda (tangga akan berayun terpisah dari bangunan utama). Tangga dan bagian lain dari bangunan akan terus-menerus berbenturan satu sama lain sampai terjadi kerusakan struktur dari tangga tersebut. Orang-orang yang lari ke tangga sebelum tangga iturubuh akan terpotong-potong olehnya. Bahkan jika bangunan tidak runtuh, jauhi lah tangga. Tangga akan menjadi bagian bangunan yang paling mungkin untuk rusak. Bahkanjika gempa tidak meruntuhkan tangga, tangga tersebut akan runtuh juga pada saat orang-orang berlarian menyelamatkan diri. Tangga tetap harus diperiksa walaupun bagianlain dari bangunan tidak rusak.
8. Berdiri lah di dekat dinding paling luar dari bangunan atau di sebelah luarnya jika memungkinkan. Akan lebih aman untuk berada di sebelah luar bangunan daripada di dalamnya. Semakin jauh anda dari bagian luar bangunan akan semakin besar kemungkinan jalur menyelamatkan diri anda tertutup.
9. Orang-orang yang berada di dalam kendaraan akan tertimpa jika jalanan di atasnya runtuh dan meremukkan kendaraan; ini yang ternyata terjadi pada lantai-lantai jalan tol Nimitz. Korban dari gempa bumi San Fransisco semuanya bertahan di dalam kendaraan mereka dan meninggal. Mereka mungkin dapat selamat dengan keluar dari kendaraan dan berbaring di sebelah kendaraan mereka. Semua kendaraan yang hancur memiliki ruangan kosong yang aman setinggi 1 meter di sampingnya, kecuali kendaraan yang tertimpa langsung oleh kolom jalan tol.
10. Saya menemukan, pada saat saya merangkak di bawah kantor perusahaan koran dan kantor lain yang menyimpan banyak kertas bahwa kertas tidak memadat. Ruangankosong yang besar ditemukan di sekitar tumpukan kertas-kertas.
Kedua, Lived life to the fullest.
Memanfaatkan waktu sebaik-baiknya. Hidup seolah ini adalah hari terakhir kita membuat kira nggak berleyeh-leyeh. Melakukan hal ini ternyata banyak manfaatnya.
Dan yang terakhir, Berserah!
Ketika semua hal yang bisa kita lakukan sebagai manusia telah kita lakukan, maka terakhir yang bisa kita lakukan hanyalah berserah! Hidup ini milikNya, dan berhak diambil kembali OlehNya. Yang tersisa untuk kita hanyalah amal dan kebajikan yang pernah kita perbuat. Nothing else.
Maafkan aku, Tuhan. Ketika buru-buru berlari ke arah-Mu sekarang. Ketika menyadari bahwa banyak hal yang sudah aku lupakan dalam hidup ini. Dan ketika detik ini, ketika hanya berjarak sehelai benang tipis dengan bencana yang selama ini hanya kulihat dan kudengar dari jauh, membuat aku sadar bahwa hidup ini setiap saat bisa Kau ambil, tanpa ada yang tersisa.
Maafkan aku, Tuhan. Ketika saat ini mendekat-dekatkan diri kepada-Mu. Secara Kau sering ku lupakan selama ini. Sering kusalahkan atas semua derita dalam hidupku. Hidup yang Kau titipkan kepadaku.
Maafkan aku, Tuhan. Dan maafkanlah kami semua. Sudah cukup air mata dan darah tertumpah. Sudah cukup pelajaran ini. Kami sudah kapok.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
6 comments:
oleh karena itu, kita harus selalu bersyukur atas berkatNya, masih bisa bernafas, beraktivitas, begadang sampai pagi nonton World Cup 2006, kuliah, Hang Out ama sohib2, browsing di internet ampe mata merah, bisa gonta-ganti pacar, :) dll..
makanya bersyukurlah atas setiap keadaan.
yup, bener, bersyukur itu penting, thanks for remain me ^_^
tapiiii.... gonta-ganti pacar, hei... what the..??!!!
Duh, tulisan kamu bagus banget.. Iya kita berasa kecil di hadapan Dia saat2 begini.. Kekuasaannya bener2 ga akan bisa kita elakkan..
Ati2 ya.. Moga gempanya ga terulang lagi..
moga moga ngga tsunami lagi ester
amit amit deh
sekarang tv tiap hari isinya mayit
ngeri sendiri...abis selesai berdoa nonton spongebob aja ester...
kapok mata lihat berita :(
mata:
iya, ta. nonton spongebob bisa bantu perasaan jadi lebih baik
danu:
hehehe, yang penting waspada kang danu. kayak kata bang napi :p
di Kuningan WB lt.5 sini juga gempanya kerasa banget. Tadinya kirain pala pusing karena kebanyakan kerja...ehh taunya gempa.
Kontan aja semua berhamburan lewat tangga darurat...
Post a Comment