Yuuupppp...!!!
I'm 25 years old now.
Seperempat abad, hiks... Membuat gue rada kecut juga menerima ucapan2 selamat ulang tahun dari temen2. Eitss... jangan salah sangka, bukan maksud hati ga bersyukur ada orang2 yang ingat dan care ke gue, cuma mengingat fakta umur semakin sedikit sisanya, tanggung jawab dan beban moral terhadap sekeliling semakin gede, yaaaa wajar dong gue jadi aware.
Tapi diatas semua itu, ulang tahun yang ke 25 ini terasa spesial. Why?
Ucapan2 dari teman2 yang care tidak henti2nya sejak pukul 00.00 wib tanggal 12 Juni 2007, obrolan2 ringan dan hangat dengan Ai Je ditelepon tengah malam itu sambil menunggu pergantian hari, merupakan berkah terindah yang gue miliki.
Begitu juga keesokan harinya. Setidaknya tekad bahwa hari ini adalah hari bahagia, jadi gue ga boleh marah2, bersyukur sepanjang hari bukan hal yang susah untuk dilakukan.
Lalu bagaimana rencana kencanku dimalam itu?
Sejak ABG, ulang tahun ke 25 dalam impian gue adalah ulang tahun yang elegan, nggak usah rame2 kek 17 tahunan, cukup romantic dinner with my boyfriend. Ditempat indah dan romantis? Candle light dinner? Itu bonus! Itu idealnya.
So, sedari kemarin gue mikirin mau ngajak Ai Je kemana dihari ulangtahun gue. Secara makan2 dengan keluarga gue jadwalkan hari ini, kemaren gue mesti les inggris (yang amat sangat pengen gue bolosin, tapi mengingat akan mendapat tatapan alis mata naik sebelah dari Ai Je), maka gue terpaksa datang juga untuk bercas-cis cus di kelas. Sementara kepala gue dipenuhi dengan berbagai rencana dinner dengan Ai Je selepas kelas inggris ini.
Ketika nyampe rumah, Ai Je sudah sampe duluan, nggak tau dia nunggu berapa lama. Tapi gue liat tampangnya capek banget. Mungkin kerjaan kantor lagi banyak2nya. Betapapun pengen menikmati romantic dinner dengan Ai Je, gue sadar bukan langkah bijaksana memaksakan hal itu saat ini.
Lalu saat sudah berpasrah dan membesarkan hati sendiri bahwa toh besok Ai Je juga ikut makan2 bersama keluarga dan sepupu2 gue, tiba2 Ai Je mengeluarkan sesuatu dari tasnya.
Gue tau dia akan mengeluarkan hadiah untuk gue, meski gue blom tau apa hadiahnya. Tapi yang merupakan surprise kecil yang sangat manis adalah Ai Je mengeluarkan sepotong kue berlapis coklat lalu menaroh lilin kecil diatasnya, membakar lilinnya, menyodorkan kue itu lalu mengucapkan selamat ulang tahun ke gue. Hikkkssss, dadaku penuh sesak bahagia.
Dan akhirnya kami menghabiskan malam itu dirumah saja, menonton dvd desperate housewife seasons 3. Ai Je bertindak sangaaat manis sebagai bagian dari hadiah ulang tahun gue secara dia nggak suka opera sabun kek desperate housewife yang katanya banyak mehe2 dan problemnya terlalu mengada-ngada. Tapi malam itu tanpa komplainan menemani gue menonton dan nggak sekalipun megang2 remote dan mengganti ke siaran favoritenya. It was so sweet of you, honey...
Gue nggak pernah membayangkan duduk berdua saja didepan tivi bisa begitu menyenangkan dan nggak membosankan. Dan rencana untuk makan diluar, terasa tidak begitu menarik lagi.
Mungkin ulang tahun ke 25 gue ini bukan yang terelegan seperti yang ada dibenak gue selama ini, tapi yang pasti, ini ulang tahun yang sangaaat manis dan indah yang menambah goresan sejarah dalam hidup gue. Semoga ini bukan yang terindah, sebab tentu saja, gue ingin ada banyaaaaakkkk ulang tahun lagi yang lebih indah dari ini, yang tentu saja bersama Ai Je.
Tapi tentu saja, hal ini ga berarti Belle berhenti bermimpi tentang impian terindah di hari ulang tahunnya.
Ke depannya? Hmmmm... Ulang tahun ke 50 yang akrab dan hangat, dikelilingi keluarga, suami, banyak anak-anak, cucu-cucu yang masih kecil, sepertinya indah untuk dibayangkan.
let's make it happen
^-*
I'm 25 years old now.
Seperempat abad, hiks... Membuat gue rada kecut juga menerima ucapan2 selamat ulang tahun dari temen2. Eitss... jangan salah sangka, bukan maksud hati ga bersyukur ada orang2 yang ingat dan care ke gue, cuma mengingat fakta umur semakin sedikit sisanya, tanggung jawab dan beban moral terhadap sekeliling semakin gede, yaaaa wajar dong gue jadi aware.
Tapi diatas semua itu, ulang tahun yang ke 25 ini terasa spesial. Why?
Ucapan2 dari teman2 yang care tidak henti2nya sejak pukul 00.00 wib tanggal 12 Juni 2007, obrolan2 ringan dan hangat dengan Ai Je ditelepon tengah malam itu sambil menunggu pergantian hari, merupakan berkah terindah yang gue miliki.
Begitu juga keesokan harinya. Setidaknya tekad bahwa hari ini adalah hari bahagia, jadi gue ga boleh marah2, bersyukur sepanjang hari bukan hal yang susah untuk dilakukan.
Lalu bagaimana rencana kencanku dimalam itu?
Sejak ABG, ulang tahun ke 25 dalam impian gue adalah ulang tahun yang elegan, nggak usah rame2 kek 17 tahunan, cukup romantic dinner with my boyfriend. Ditempat indah dan romantis? Candle light dinner? Itu bonus! Itu idealnya.
So, sedari kemarin gue mikirin mau ngajak Ai Je kemana dihari ulangtahun gue. Secara makan2 dengan keluarga gue jadwalkan hari ini, kemaren gue mesti les inggris (yang amat sangat pengen gue bolosin, tapi mengingat akan mendapat tatapan alis mata naik sebelah dari Ai Je), maka gue terpaksa datang juga untuk bercas-cis cus di kelas. Sementara kepala gue dipenuhi dengan berbagai rencana dinner dengan Ai Je selepas kelas inggris ini.
Ketika nyampe rumah, Ai Je sudah sampe duluan, nggak tau dia nunggu berapa lama. Tapi gue liat tampangnya capek banget. Mungkin kerjaan kantor lagi banyak2nya. Betapapun pengen menikmati romantic dinner dengan Ai Je, gue sadar bukan langkah bijaksana memaksakan hal itu saat ini.
Lalu saat sudah berpasrah dan membesarkan hati sendiri bahwa toh besok Ai Je juga ikut makan2 bersama keluarga dan sepupu2 gue, tiba2 Ai Je mengeluarkan sesuatu dari tasnya.
Gue tau dia akan mengeluarkan hadiah untuk gue, meski gue blom tau apa hadiahnya. Tapi yang merupakan surprise kecil yang sangat manis adalah Ai Je mengeluarkan sepotong kue berlapis coklat lalu menaroh lilin kecil diatasnya, membakar lilinnya, menyodorkan kue itu lalu mengucapkan selamat ulang tahun ke gue. Hikkkssss, dadaku penuh sesak bahagia.
Dan akhirnya kami menghabiskan malam itu dirumah saja, menonton dvd desperate housewife seasons 3. Ai Je bertindak sangaaat manis sebagai bagian dari hadiah ulang tahun gue secara dia nggak suka opera sabun kek desperate housewife yang katanya banyak mehe2 dan problemnya terlalu mengada-ngada. Tapi malam itu tanpa komplainan menemani gue menonton dan nggak sekalipun megang2 remote dan mengganti ke siaran favoritenya. It was so sweet of you, honey...
Gue nggak pernah membayangkan duduk berdua saja didepan tivi bisa begitu menyenangkan dan nggak membosankan. Dan rencana untuk makan diluar, terasa tidak begitu menarik lagi.
Mungkin ulang tahun ke 25 gue ini bukan yang terelegan seperti yang ada dibenak gue selama ini, tapi yang pasti, ini ulang tahun yang sangaaat manis dan indah yang menambah goresan sejarah dalam hidup gue. Semoga ini bukan yang terindah, sebab tentu saja, gue ingin ada banyaaaaakkkk ulang tahun lagi yang lebih indah dari ini, yang tentu saja bersama Ai Je.
Tapi tentu saja, hal ini ga berarti Belle berhenti bermimpi tentang impian terindah di hari ulang tahunnya.
Ke depannya? Hmmmm... Ulang tahun ke 50 yang akrab dan hangat, dikelilingi keluarga, suami, banyak anak-anak, cucu-cucu yang masih kecil, sepertinya indah untuk dibayangkan.
let's make it happen
^-*
2 comments:
ester... met ultah yah
aduh telat nih..
semoga pajang umur dan sehat selalu... amin... :)
jarang kelihatan kemana aja ?
selamat ulang tahun juga ya. semoga semakin diberkati oleh Tuhan....
gpp kan dah telat...?
apa kabarmu ester?
turia sisökhi manö lö? he-he. keluar deh bahasa planetnya.
apollo lase
sip.
Post a Comment