Wednesday, April 05, 2006

Am I that odd?

Taking from the YM conversation:

aldy_28: Senin tgl 10 libur, lo mau jalan kemana?
ester_cia: dirumah ajah
aldy: tapi kan itu libur panjang?
ester_cia: so what?
ester_cia: libur kemaren yg tgl 31-1 aja dirumah. masak2an sama sepupu gue..
aldy_28: sayang dong, libur 4 hari ga jalan2. kaga ada yang ngajak yahhh? huehehee...
ester_cia: hmmmpphhh... *grrrrrr...*
aldy_28: candaa..candaa... gitu aja marah

I know he's kidding. But he makes me asked my self, jangan2 gue sudah memasuki masa nonproduktif? males melakukan kegiatan yang excited?
huaaaa.. menakutkan.

Bukannya nggak ada yang ngajak *pembelaan diri mode: ON*, tapi gue lebih milih di rumah. Kecapekan? Nggak juga.


Ketika yang laen exciting merencanakan liburan panjang, rencana liburan yang gue rencanakan adalah berdiam diri dirumah, nonton dvd, dan menjajal kemampuan masak gue yang pas-pasan, maksa sodara, temen or kenalan yang mampir untuk nyobain, hueheheeee....
Biasanya mereka bercomment "enak kok.... enak!". Is it an honest opinion? Dunnow... maybe they just don't wanna break my heart, huahahaahaa.....
Actually, i prefer they said the truth, jadi besok2 kan kaga keasinan or kemanisan lagi. Duhhhh...
itulah susahnya punya orang-orang yang begitu mencintai kita disekeliling kita *big grin*.

Or mungkin gue akan nempel-nempel resep masakan yang sudah gue kumpulin selama ini ke dalam satu buku. Gue bahkan udah nyiapin gambar2 lucu untuk ditempel2 disekelilingnya. It's gonna be an interesting recipes book of mine.

Am i an odd one if i have that plan for my longweekend? Dunnow lah...

Wednesday, March 29, 2006

Kenangan Terindah



Aku yang lemah tanpamu
Aku yang rentan karena
Cinta yang t'lah hilang
Darimu yang mampu menyanjungku

Selama mata terbuka
Sampai jantung tak berdetak
Selama itu pun aku mampu
Untuk mengenangmu

Darimu kutemukan hidupku
Bagiku kaulah cinta sejati

Bila yang tertulis untukku
Adalah yang terbaik untukmu
Kan kujadikan kau
Kenangan terindah dalam hidupku

Namun takkan mudah bagiku
Meninggalkan jejak hidupku
Yang t'lah terukir
Sebagai kenangan yang terindah
(Samson)



Sehabis ”Kejujuran Hati” dari Kerispatih, sekarang gue lagi demen-demennya sama lagu ini. Karya anak bangsa emang nggak kalah keren kadangkala, hehehe...

Bukannya mo jadi kritikus musik or gimana (anyway, gue menyadari kapasitas gue terhadap seni kok ^_^), tapi pertama kali gue tau lagu ini cuma liat sepotong kertas tulisan temen yang isinya syair lagu ini. Hanya saja, waktu itu gue ga tau kalo ini syair lagu dan gue pikir itu puisi yang diciptakan oleh temen gue. Huaaaaa.... merasa percaya ga percaya temen gue bisa nyiptain puisi yang segitu sendunya. Ga dia banget dah. Lha, puisi iseng gue aja kadang dibilang terlalu mellow, hehehe....

Lalu suatu saat, gue denger lagu ini di MP3 adek gue, suka sama beatnya, tapi ngerasa liriknya kaga asing buat gue. Begonya, gue masih nggak ngeh. Setelah beberapa kali mendengar, gue baru sadar kalo coretan yang gue liat itu adalah lirik lagu ini. Hiks.... aku tertipuuuuu...!!!

Jadilah sejak saat itu, lagu ini sering gue dengerin. Sudah bertahan berminggu-minggu masih blom bosan dengerinnya. Lagu lokal laen yang masih suka gue dengerin dan blom bosan adalah : Kejujuran Hati (Kris Patih), Hebat (Tangga), Dari Hati (Clubeighties) dan TTM (Ratu). Ohya, Demi Waktu (Ungu) & Laguku (Ungu) juga keren tuh....

Biasanya lagu-lagu yang gue suka, selaen karena musiknya enak didengar, sebagian besar karena liriknya juga. Mungkin emang melowmania sejati, jadi begitu ketemu lirik lagu n melodi yang agak-agak gimanaaaaaa gitu, langsung suka deh.
Tapi asli, lagu-lagu ini enak banget didengerin. Coba dengerin deh....

Kemaren sewaktu lagi maen ke Roxy Pool Hauz sama temen2 gue, kita request lagu Kenangan Terindah (Samson) ^_^.

Enak bener, maen request seenak jidat, hehehe... Tapi emang dasar orang disana baek-baek, lagu Kenangan Terindah ini diputer lebih dari 5 kali selama 2 jam kita maen billiard, hahahaha.... Padahal kita rame2 ber-ladies day ria. Udah maen kaga bayar, mesen F&B seadanya, huahahaa...

Perasaan udah pada gawe bawaannya masih kayak mahasiswa dulu, nyari yang gratisan mulu *nyengir lebar*.

Friday, March 24, 2006

Kenangan VS Parfume

Kemarin gue nyium bau parfum dari jenis yang belum pernah gue kenal sebelumnya, tapi wanginya sama persis dengan yang gue pake pas jaman-jaman baru mulai kuliah dulu. Meski nggak berniat membeli parfum, tapi karena wanginya benar2 memberikan kesan yang akrab buat gue, maka akhirnya gue beli.

Wanginya… feels so... me! Dulu, ketika make wangi yang ini, nggak ada rasa istimewa, biasa ajah! Sekarang, ketika mencium wangi ini lagi, gue merasa exciting. Feel younger, and makes me a lil’ bit romantic. I even wear a pink shirt to the office to day ^_^ (hehehe, emangnya pink ada hubungannya sama romantisme? *garuk-garuk pala*)

Kemaren sepulangnya ke rumah, gue malah nyium2 parfum2 yang laen yang jarang gue pake. Nggak cuma parfum, tapi segala macam cologne, bodymist, talk, handbody, dan berbagai macam wangi2 yang kebetulan lagi ada di kamar gue.

Do you know what I’ve found? Dari wewangian itu, gue merasa diingatkan akan semua perasaan yang berhubungan dengan tempat2, moment2 atau orang2 tertentu. Mungkin gue nggak begitu bisa menjelaskannya, tapi… uhhh… wanginya membuat gue seperti kembali ke masa itu.

Wangi yang gue pakai hari ini (the one that I bought yesterday), adalah wangi yang mengingatkan akan excitednya hari-hari pertama kuliah. Senang karena suasana baru, takut akan lingkungan baru yang belom pernah gue hadapi sebelumnya, menikmati hari-hari tanpa seragam putih abu yang dulunya setiap hari bikin gue bosen makenya, merasakan suka-dukanya hidup jauh dari orang tua, dan teteeeepppp… apalagi kalo bukan soal cinta, cinta dan cintaaaa… (duh, reality show banget dehh…)

Ada lagi wangi yang mengingatkan sama first ex-boyfriend, pas jaman masih abg-abg dulu ^_^, bahkan ada juga yang mengingatkan gue sama kejadian hujan-hujanan di pinggir pantai sama bestfriend gara2 ban motor yang bocor, hehehe….

Lucunya, meski ada beberapa wewangian yang gue pake disaat2 berat dalam hidup gue, sekarang ketika mencium wanginya dan membuat gue teringat masa lalu itu, yang terasa adalah aroma manis. Jadi, nggak peduli wangi apa itu dan mengingatkan gue akan apa, yang tercium buat gue adalah aroma yang membuat gue nyaman. Karena kenyataan bahwa masa-masa berat pun sudah pernah gue lewati, dan di depan gue pun masih ada banyak wangi2 yang harus gue cium, seperti perjalanan hidup yang panjang (aminnnn…) yang masih harus ditempuh, suka atau tidak.

Mencium aroma-aroma itu membuat gue berpikir, perjalanan dalam hidup gue yang sudah gue lalui, semuanya indah untuk dikenang (Jikustikmania mode: “ON”, hehehe…). Karena biasanya kita tidak bisa menghargai apa yang kita miliki, sampai kita kehilangannya. Kenangan adalah hal penting buat gue untuk menghargai hidup dimasa yang akan datang.










Tuesday, March 21, 2006

klise things....

Gue tau ini klise, tapi nggak bisa nahan diri untuk terus mempertanyakannya ^_^

"Ada ga sih persahabatan sejati yang langgeng antara lawan jenis tanpa dibumbui hal-hal lain?"
(Hal2 laen maksudnya: Cinta terpendam, bertepuk sebelah tangan, or TTM)

Does anyone can answer me? Make your answer simple plizzz :)


Friday, March 17, 2006

Tak Perlu Satu Warna

Kau datang saat itu
Membawa kuas penuh warna
Kau toreh hari-hariku
Di kanvas yang tak putih lagi


Kau berdiam
Mencoba menyatukan warna
Agar nyaman mata memandang
Agar tak nelangsa dimasa datang

Kau gelisah dalam diammu
Terhenti dan membeku di depanku
Lalu menyerah
Warnanya tak menyatu

Lalu kau pergi
Membawa kuas penuh warnamu
Tapi kini ternoda oleh warnaku
Namun tak serasi

Aku terdiam tak berdaya
Menangis lirih tak kau dengar
Aku tak ingin warnanya menyatu
Karena memang tak akan bisa

Menjalani hari
Tak harus menyatukan warna
Meski ada tangis dan luka
Pasti ada tawa dan canda

Beda warna kita
Akan indah bila mengering
Hanya kita yang mengerti maknanya
Perpaduan hati yang berbeda kisah

Dan meski kau tak akan kembali
Warnamu akan selalu ada
Bukti nyata kau pernah singgah
Terpatri abadi di hatiku


Selamanya...



Untukmu yang pernah datang dan singgah mewarnai hari-hariku.

Tuesday, March 14, 2006

That's the way it is


That's the way it is

I can read your mind and I know your story
I see what you're going through
It's an uphill climb, and I'm feeling sorry
But I know it will come to you
Don't surrender 'cause you can win
In this thing called love

When you want it the most there's no easy way out
When you're ready to go and your heart's left in doubt
Don't give up on your faith
Love comes to those who believe it
And that's the way it is

When you question me for a simple answer
I don't know what to say, no
But it's plain to see, if you stick together
You're gonna find a way, yeah
So don't surrender 'cause you can win
In this thing called love

When life is empty with no tomorrow
And loneliness starts to call
Baby, don't worry, forget your sorrow'
Cause love's gonna conquer it all, all

When you want it the most there's no easy way out
When you're ready to go and your heart's left in doubt
Don't give up on your faith
Love comes to those who believe it
And that's the way it is
That's the way it is
That's the way it is, babe
(songs by Celine Dion)



In life, sometimes there’s a moment that you want to surrender. Feel that life is so cruel, and you want to give up for something that you want to. It happened to me often enough. But this song give me a spirit to move on. This is just one of my fave songs.
Another one are I Will Survive (hehehe… I’m so Ally Mc Beal), Hero, When You Believe and Victory by Bond. So motivating. And the beat, hmm… make me a lil’bit happier than before. I like this kind of music, not just sounds good to your ear, but it’s good for your soul too.
So, what’s your song?

Friday, March 10, 2006

Arrrrggggghhhhh: part II

Mood gue rusak dalam sekejap. Bukannya gue dalam keadaan sensitif hari ini. Nope, I'm totally fine.

Ini kronologisnya:

Gue bertanya satu hal ke orang lain, nggak memperoleh jawaban, but that's okey. I asked the same question again. No answer. FYI: my question is about the things that they say they are expert about, or something like that. I mean, it's not a-stupid-silly-question-that-you-asked-only-to-break-the-ice.

Kalo ga mau jawab, bilang kek.
Kalo sibuk, bilang kek.
Mentang-mentang kacang murah...

It's okey for me if they don't want to answer, but don't ignore me. And then I explained that I don't like that kind of situation. You know what? They get angry.

Lha?? Ini kok bisa jadi begini? Nyebelin kaga sih? Dan persisnya apa yang elo rasakan kalo akhirnya elo yang di judge bersalah? Atas dasar apa? Hhh... I don't get it.

Perasaan tadi pagi berasa hari ini adalah hari yang indah.

Duhhhh.. menyebalkan!

Apalagi kalo merasa kok faktanya dijungkirbalikkan begitu. It's not about me. Ini masalah harga menghargai sesama. Emang nya enak kalo digituin.


Emangnya salah mengutarakan pertanyaan akan hal-hal yang elo ga ngerti?
Emangnya punya resolusi positif thinking artinya nggak boleh mengutarakan pertanyaan?
Emangnya menjelaskan kenapa elo merasa tidak nyaman namanya memperpanjang masalah? Emangnya kalo ada hal yang nggak elo setujui, elo harus diam supaya dianggap bijak?

Sigh... it's not so me...


Kadang nggak ngerti sama pola pikir orang yang terlalu tinggi.

Kadang pengen nge-cap mereka munafik karena apa yang mereka bilang nggak sama seperti yang mereka lakukan.


Hidup yang biasa-biasa aja mungkin nggak istimewa, tapi daripada jadi orang yang menganggap rendah orang lain, gue sejuta kali lebih menghargai orang yang sederhana tapi hatinya lembut dan punya empati terhadap orang lain.

Tuesday, March 07, 2006

Sensitif.. Negatif.. What..? Positiff..???? ....!!!!

Bukan iklan testpack kok ^_^

Pernah merasa ga kalo kita lagi banyak pikiran atau lagi dihadapkan pada suatu masalah maka semua terasa menyebalkan? Semuanya! Termasuk hal-hal yang nggak ada hubungannya dengan masalah itu sendiri. Bahkan orang-orang yang dekat dengan kita pun terasa menyebalkan.

Dulu gue pernah ngeposting disini hal yang seperti ini ketika gue mengalaminya sendiri. Merasa itu ada hubungannya dengan PMS dan semacamnya ^_^.

Tapi ketika pagi ini gue mendengar curhat temen gue ketika dia mengalami hal yang sama, gue merasa geli sendiri. Dan merasa konyol.

Ketika moodnya menjadi baik, yang ada dia menyesali kejadian yang dia alami itu. Kejadian yang seharusnya nggak terjadi kalo saja emosinya bisa terkontrol.

Berada di luar masalah itu sendiri, ketika mendengar cerita temen gue saat dia berada didalam emosi yang begitu sensitif membuat gue melihat dengan lebih jelas, emosi membuat semuanya jadi gelap. Bukan artinya gue nggak pernah merasa seperti itu. Ouchh.... ratusan kali mungkin. But it's looks like i never learn from the past. *sigh...*

Adalah keuntungan buat kita para wanita, memiliki perasaan yang lebih halus (secara general) dibanding pria. Bertindak berdasarkan insting, menilai sesuatu berdasarkan perasaan (they called it "woman intuition"). Tapi ternyata itu nggak sekedar insting belaka. Karena terbiasa mengekspresikan perasaan dalam bentuk mimik wajah dan gerak tubuh, wajar aja kalo wanita bisa menilai berdasarkan mimik wajah dan bahasa tubuh. So don't think we are too much thingking when we say you guys are lying. Try to read this.

Tapi keuntungan itu bisa jadi malapetaka ketika semuanya kita pandang dengan perasaan belaka. Everything's not black and white. Ada kalanya perlu menebalkan sedikit kulit supaya nggak terlalu perasa. Kata temen gue sih "belajar sono sama badak!" (in a good way thou..). Still learn to do that :)

Tuhan menganugerahkan kita benda kecil di antara kedua kuping kita untuk memilah-milah hal dalam hidup. Yang mana yang pantas dilakukan yang mana yang tidak. Yang mana yang pantas dipikirkan yang mana yang tidak. It's up to you.

The other friend of mine said "It's only in your mind!". He said that hundred times, maybe thousand times to me, hehehee... Especially kalo gue mulai cari gara-gara alias ngajak dia berantem. Ini membuktikan gue sebenarnya udah punya kulit badak, hehehee... Tapi digunakan ditempat yang salah. Nggak seharusnya dipakai untuk menyaring masukan-masukan yang positif kayak gitu. But thanks to you, never get bored to tell me anyway ^_^.

Dari obrolan tadi pagi, tentang kejadian dan penyesalan yang diceritakan temen gue, gue belajar banyak hal. Salah satunya, kalo mood lagi ga bagus, it's better for me to stay at home, watching tv or read book. Bukannya sengaja hubungi temen buat ngobrol. Seringkali hal itu bikin mood tambah hancur. Blom lagi kalo yang diomongin adalah hal-hal negatif. Atau yang paling parah, gue malah sengaja cari gara-gara. Kesannya sengaja nyari lawan berantem. Sama sekali nggak ada bagus-bagusnya.

Let's do that. Make everything's better. Ciayo...!

Saturday, March 04, 2006

Not on my desk

I'm writing this blog on my friend's office at his friend's desk while he's working at saturday noon. It feels strange for writing at other's desk. I'm not boring, and honestly it's fun to see some other activity in another office. Being everyday at my desk, look at same activity day by day, it's been a new experience for me.
My office now is my first one in my career journey, so the view is the only one that I ever saw in my life. So it's exciting to sit in another chair, writing on another keyboard and look at the activity that my friend's doing at that time. He has to work at his weekend.
It's not so me to sit and not to do anything at that time, so I think I want to write a blog about this.You know what he say when he see what I'm doing? "Yaaaahhh, malah nulis blog! Norak!"
Yeeeee... rese! Suka-suka gue lagi. Hehehee....
This is gonna be my first blog that is writed on another PC. Maybe next time there's another blog from another situation.I'll make sure to write it down too.

Saturday, February 25, 2006

Dalam suka dan duka

Jangan berpikir dari judulnya blog ini tentang janji pernikahan yang sepasang kekasih untuk sehidup semati, setia dalam suka dan duka :)

Gue sedang berbicara tentang teman, teman dalam arti sesungguhnya, sahabat, bestfriend, tanpa memandang jenis kelamin (walopun kadang gue bertanya-tanya, ada ga yah persahabatan sejati antara pria dan wanita tanpa dibumbui oleh perasaan cinta lawan jenis? tapi itu laen kali ajah ngebahasnya ^_^).

Mempunyai sahabat adalah hal yang harus kita syukuri, apalagi sahabat-sahabat yang bener-bener seperti soulmate dalam arti dia mengerti kita dan kita mengerti dia. Nggak harus menepiskan perbedaan yang ada, melainkan saling menghargai karena kita berbeda. Teman dalam suka dan duka.

Tapi kata-kata itu memang nggak segampang kelihatannya. Dan perlu rasa tanggung jawab yang benar-benar "tanggung jawab" dalam mengemban suatu jabatan SAHABAT bagi orang lain.

Kejadian paling mutakhir yang gue alami adalah ketika sahabat gue bertemu (or dia merasa bertemu? entahlah..) dengan soulmate nya. Gue turut berbahagia? Pasti! Tapi seiring berjalannya waktu, gue merasa ada sesuatu yang salah. Dan bahwa temen gue layak mendapatkan yang jauh lebih baik daripada soulmate nya sekarang. But who am I to judge them anyway? I'm her bestfriend!

Apa yang akan loe lakukan sebagai seorang sahabat? Pasti banyak yang bilang "Ayo, tunjukkan pandangan elo ke sahabat elo. Kasih tahu apa yang loe tahu, meski itu pahit buat dia, tapi itu lebih baik demi kebaikan dia!"

Dan itu ga gampang ternyata. Gue nggak tahu orang lain gimana (well, tell me please..) tapi gue ternyata ragu untuk memutuskan merusak kebahagiaan dia atau tidak. Disamping itu, terkadang kepikiran bahwa itu privacy, hak dia sepenuhnya untuk memutuskan berhubungan dengan siapapun. Kesannya akan konyol bila dua orang sahabat bertengkar cuma gara2 itu. Dan apa kata orang nanti? Bisa2 sahabat gue sendiri akan berpikir gue sirik dan menghalang-halangi kebahagiaan dia.

So shallow me, sempet2nya berpikir apa kata orang, sempetnya mikir untuk menjaga image gue. Emangnya image lebih penting daripada sahabat elo? Duh, seringkali kita terjebak dalam situasi yang seperti ini, mau nganggap masa bodoh, but hey, it's about your bestfriend! Mau ngomong, takut persahabatannya hancur.


Kalo elo jadi gue, lo pilih mana????????


Syukurlah dalam hidup gue punya banyak teman dan sahabat. Orang-orang yang juga selalu bersama gue dalam suka dan duka. Meminta pendapat dari sudut pandang orang yang berada diluar masalah adalah salah satu cara yang baik yang dapat kita tempuh ketika merasa buntu.

Seperti ketika memasang lukisan di dinding, kita yang memegang lukisan itu nggak akan dapat melihat apakah letak dan posisinya sudah lurus atau belum. Ada dua cara, yang pertama, setelah dipasang, mundurlah beberapa langkah lalu amati apakah posisinya sudah benar. Atau cara kedua, mintalah bantuan orang lain untuk melihat posisi nya dari jarak tertentu, sementara kita memasangnya. Tapi tentu saja, pada akhirnya kita sendiri yang harus menentukan apakah posisi lukisan yang disarankan itu sudah lurus dan benar menurut kita.

Sahabat gue itu mungkin ga akan baca blog ini, tapi seandainya suatu saat dia baca, semoga dia tahu bahwa keputusan yang gue ambil dari dua pilihan di atas, nggak gue sesali. Karena menurut gue, dia lebih penting dari sekedar sebuah persahabatan yang retak. Sahabat itu sendiri!