Sudah 2008. Berarti tinggal 7 bulan lagi menuju pernikahan gue.
Kata orang2 7 bulan ga cukup untuk mempersiapkan sebuah pernikahan. Secara gue dan Ivan mempersiapkan sendiri pernikahan ini tanpa campur tangan terlalu banyak dari orang tua, maka semuanya dibuat seefisien mungkin (alias ga lari dari budget ^_^).
Hanya saja, ternyata gosip yang bilang bahwa pasangan yang hendak menikah akan sering ribut, ternyata masuk akal juga.
Ketika berita bahwa kita akan menikah tersebar, maka dari banyak pihak sering dapat masukan atau saran, entah itu membangun atau malah cuma kritik kosong doang. Tapi ga gue pungkiri, kadang mempengaruhi gue juga dalam mengambil keputusan. Sehingga tadinya hal2 yang sudah disepakati dengan Ivan, bisa berubah dalam sekejap.
Beruntungnya, Ivan adalah orang yang teguh pendirian dan susah terpengaruh oleh orang lain, kecuali oleh rayuan pulau kelapa. Jadi, gue yang sangat impulsif ini terstabilkan oleh kekukuhan dia dan akhirnya sering kali keputusan yang kita ambil adalah win win solution untuk kita berdua.
Jadi, seberapa jauh persiapan kita sampe sekarang?
mari kita hitung:
1. Daftar kursus perkawinan.
Ternyata perkawinan secara gereja Katolik langkah awalnya adalah ikut kursus perkawinan. Karena gue bukan Katolik, gue awalnya ga tau hal ini. Kursusnya dijadwalkan tanggal 19 dan 20 Januari 2008 ini. Cuma dua hari. Nah, setelah kursus baru minta kesediaan Pastur untuk memberkati pada tanggal yang kita ajukan. Jadi sesudara sesudari, tanggal di main page itu bisa berobah. Mari kita berdoa, semoga kami mendapatkan tanggal tersebut, baik dari kesediaan Pastur, maupun gedung resepsi. Amin.
2. Souvenir Wedding (in progress)
Weitss... jangan protes dulu kenapa ini malah sudah dikerjain? Sementara hal-hal lain masih belom?
Kembali ke point 1 tadi, jika belum selesai kursus, maka blum bisa datang menghadap Pastur, jika belum menghadap Pastur, maka tanggalnya belum bisa dipastikan. Karena gue pengennya pemberkatan dan resepsi dalam 1 hari yang sama, maka semua harus berpatokan sama tanggal pemberkatan.
Singkatnya, gue dan Ivan belom bisa ngapa2in juga dalam hal persiapan2 pernikahan seperti mencetak undangan, booking tempat, dll. Akhirnya gue memilih mempersiapkan hal2 yang mungkin bisa disiapkan tanpa pengaruh tanggal gitu. Souvenir adalah jawabannya.
Jadi, karena gue suka yang namanya bikin2 kerajinan tangan lucu2 gitu, maka untuk souvenir wedding, gue bertekad bikin sendiri. Awalnya Ivan bilang jangan, karena pasti mabok kalo bikin sendiri sebanyak itu. Dasar keras kepala, gue tetep pengen bikin, huehehehe.... Jadi, sekarang sedikit demi sedikit uda nyicil bikinnya. Souvenirnya apa? Huaaaa... tunggu tanggal mainnya yah :p
3. Survey gedung, katring, bridal dan lain-lain.
Semuanya masih dalam tahap survey2. Belum berani mutusin mau yang mana, meski udah ada incaran. Tetep, patokan adalah point 1.
Nah, segitu aja persiapan yang sudah kita lakukan. Semoga waktunya cukup. Hiks....
Mungkin nanti baru bisa update lagi setelah kursusnya selesai dan bisa nentuin tanggal pasti.
Mohon doanya yah.... ^_^