Saturday, March 29, 2008

Wedding Progress

Saturday, January 4th, 2008

Sudah 2008. Berarti tinggal 7 bulan lagi menuju pernikahan gue.
Kata orang2 7 bulan ga cukup untuk mempersiapkan sebuah pernikahan. Secara gue dan Ivan mempersiapkan sendiri pernikahan ini tanpa campur tangan terlalu banyak dari orang tua, maka semuanya dibuat seefisien mungkin (alias ga lari dari budget ^_^).
Hanya saja, ternyata gosip yang bilang bahwa pasangan yang hendak menikah akan sering ribut, ternyata masuk akal juga.

Ketika berita bahwa kita akan menikah tersebar, maka dari banyak pihak sering dapat masukan atau saran, entah itu membangun atau malah cuma kritik kosong doang. Tapi ga gue pungkiri, kadang mempengaruhi gue juga dalam mengambil keputusan. Sehingga tadinya hal2 yang sudah disepakati dengan Ivan, bisa berubah dalam sekejap.

Beruntungnya, Ivan adalah orang yang teguh pendirian dan susah terpengaruh oleh orang lain, kecuali oleh rayuan pulau kelapa. Jadi, gue yang sangat impulsif ini terstabilkan oleh kekukuhan dia dan akhirnya sering kali keputusan yang kita ambil adalah win win solution untuk kita berdua.

Jadi, seberapa jauh persiapan kita sampe sekarang?
mari kita hitung:

1. Daftar kursus perkawinan.

Ternyata perkawinan secara gereja Katolik langkah awalnya adalah ikut kursus perkawinan. Karena gue bukan Katolik, gue awalnya ga tau hal ini. Kursusnya dijadwalkan tanggal 19 dan 20 Januari 2008 ini. Cuma dua hari. Nah, setelah kursus baru minta kesediaan Pastur untuk memberkati pada tanggal yang kita ajukan. Jadi sesudara sesudari, tanggal di main page itu bisa berobah. Mari kita berdoa, semoga kami mendapatkan tanggal tersebut, baik dari kesediaan Pastur, maupun gedung resepsi. Amin.

2. Souvenir Wedding (in progress)

Weitss... jangan protes dulu kenapa ini malah sudah dikerjain? Sementara hal-hal lain masih belom?
Kembali ke point 1 tadi, jika belum selesai kursus, maka blum bisa datang menghadap Pastur, jika belum menghadap Pastur, maka tanggalnya belum bisa dipastikan. Karena gue pengennya pemberkatan dan resepsi dalam 1 hari yang sama, maka semua harus berpatokan sama tanggal pemberkatan.

Singkatnya, gue dan Ivan belom bisa ngapa2in juga dalam hal persiapan2 pernikahan seperti mencetak undangan, booking tempat, dll. Akhirnya gue memilih mempersiapkan hal2 yang mungkin bisa disiapkan tanpa pengaruh tanggal gitu. Souvenir adalah jawabannya.

Jadi, karena gue suka yang namanya bikin2 kerajinan tangan lucu2 gitu, maka untuk souvenir wedding, gue bertekad bikin sendiri. Awalnya Ivan bilang jangan, karena pasti mabok kalo bikin sendiri sebanyak itu. Dasar keras kepala, gue tetep pengen bikin, huehehehe.... Jadi, sekarang sedikit demi sedikit uda nyicil bikinnya. Souvenirnya apa? Huaaaa... tunggu tanggal mainnya yah :p

3. Survey gedung, katring, bridal dan lain-lain.

Semuanya masih dalam tahap survey2. Belum berani mutusin mau yang mana, meski udah ada incaran. Tetep, patokan adalah point 1.

Nah, segitu aja persiapan yang sudah kita lakukan. Semoga waktunya cukup. Hiks....

Mungkin nanti baru bisa update lagi setelah kursusnya selesai dan bisa nentuin tanggal pasti.

Mohon doanya yah.... ^_^

Set the wedding date

Saturday, December 15th, 2007

It's so confusing and took a lot of energy to prepare a wedding, especially the perfect one you've been dreaming of. All of this chaos is just a little tiny first step we have to make. It's just a beginning.

Set the wedding date is not easy as i thought. So many things we have to consider to.

I hope that the date we set on the main page will not change for any reason.

Copy Of Wedding Website Journal

Atas permintaan temen yang bandwith kompnya di kantor terbatas, maka dengan senang hari wedding journal di tempat yang satu lagi, akan gue copy ke sini juga, jadi ga perlu buka banyak link yah jika mo baca, hehehe...

Friday, February 15, 2008

Valentine day; why not...???

Well, ga lengkap rasanya setelah bertahun tahun nge-blog pas Valentine, trus taun ini gue ga posting. Akhirnya disinilah aku, ditengah tumpukan kerjaan kantor yang memeras tenaga dan pikiran, mengambil nafas sejenak, untuk sharing tentang pengalaman Valentine tahun ini.

Beberapa hari lalu Ai Je ngajakin kencan dihari Valentine. Kencan simple di sebuah Mall di Jakarta Barat yang sama seperti kencan dihari biasa kala gue dan dia mampir sebentar di Mall ini sepulang kerja cuma buat sekedar makan2 atau nonton. Agenda hari Valentine ini pun sama.

Sepulang kerja di tanggal 14 feb kemaren, gue langsung cabut ke Mall itu, secara gue pulang jam 4 sore dan Ai Je jam 5, meski jarak kantornya lebih deket, g selalu sampe lebih dulu. Biasanya g akan habiskan waktu di Gramedia, sambil cuci mata atau beli buku2 yang bagus. Kali ini g hunting hadiah Valentine untuk Ai Je.

Ga lama setelah gue dapat hadiahnya, ternyata Ai Je udah sampe ke tempat itu. Akhirnya kita langsung ke tempat makan. Dan sambil menunggu hidangannya datang, tiba2 Ai Je menyerahkan hadiah Valentinenya ke gue. Well, gue dapet coklat, mungkin sama seperti pengalaman2 Valentine kebanyakan orang dan kebanyakan tahun2 sebelumnya dalam hidup gue. Pas gue buka, ternyata ada selembar foto, silued Ai Je yang sedang megang kamera, dan dibaliknya tertulis kata2 : (maap, tidak semua ditulis disini yah, cukup bagian2 tertentu saja :p)

"..... kadang gue suka egois dan menang sendiri, maafkan gue yak. Gue ingin selalu membahagiakan elu....

Mungkin kata2 itu sederhana dan tidak terlalu istimewa banget buat orang-orang lain. Tapi gue, yang jelas2 tau huru hara dan segala melodrama yang gue timbulkan sendiri entah itu karena merasa tersaingi dengan segala kegiatan dan hobby Ai Je, atau dalam proses persiapan pernikahan yang sering kali biang kerok ketidakkonsistenan adalah gue, dan yang merasa sadar diri bahwa yang egois dan ingin menang sendiri adalah gue, maka tanpa gue sadari, mata gue berkaca2.

Ai Je sepertinya melihatnya, tapi tidak berkomentar. Mungkin dia pikir gue sedih karena dikasih coklat kali yah, soalnya gue kan ga rada suka coklat. Padahal, gue sukaaaaaa banget coklat Valentine dari Ai Je, hehehe.

Mungkin Valentine ini tidak spesial jika diliat dari agenda acara kami. Seperti kencan2 biasa. Tapi gue sungguh2 merasa sangat sayang kepada makhluk satu ini, yang mementingkan kebahagiaan gue diatas segalanya. Sungguh, diatas segalanya.

Well, gue bilang ini bukan cuma karena dapat hadiah coklat saja, hehehe. Tapi karena melihat dia menempuh hujan dan banjir sepanjang jakarta selatan ke tangerang demi gue, menjemput gue di tangerang untuk ikut acara hang out dia dan temen2nya di jakarta selatan lalu nganterin gue pulang lagi, memberitahu kesalahan2 gue, memperhatikan kepentingan gue diatas kepentingannya, dan terutama, bersabar akan semua keegoisan gue. So, dalam hal ini, guelah yang sering egois, melodrama queen, unstabil dan panikan. He covers it all. Dan membayangkan kepada dialah seluruh hidup dan masa depan gue terletak nantinya, sungguh menentramkan hati.

So, Ai Je, sekali lagi, menangis ini karna terharu. Sungguh.
Thanks atas cinta dan pengertianmu.
Happy Valentine, Ai Je.
Happy Valentine all. Be blessed.

Saturday, December 15, 2007

Taplak Meja Mungilku


Berhubung lagi centil2nya, gue tertarik bikin taplak meja. Polanya ambil dari milis Mari Merajut. Pake benang katun sembur putih merah maroon.
Baru belajar, jadi hasilnya agak semrawut. Nanti2 mo bikin setengah lusin warna putih semua untuk alas sandaran sofa barukyuu.... hehehee...
Kerjainnya cuma butuh waktu 2 hari lhooo....
Bagyuss tidak temen-temen? Huehehehe....

Friday, December 07, 2007

New Phase



Ehm.... test satu dua... satu dua tiga...

Ladies and gentlemen,

let me introduce you, new phase of my life.

Please feel free to visit the website:

(suara lirih dan senyum malu-malu kucing)




The Website


^_^

Thursday, December 06, 2007

Bali is Wonderful




4 hari di Bali sungguh indah. Ga heran pulau ini dinamakan Pulau Dewata. Berada disana membuat gue serasa berada di suatu dunia lain. Apa ini efek bule2 berpakaian seksi (yang bodinya kadang mengintimidasi gue diam2 di sudut hati yang paling dalam  ), ataukah karena life style disana serasa jauh dari ketergesa-gesaan seperti hidup gue di Jakarta selama ini. Everything’s sooooo santai. Bali is fun, pal…!




Beside that, pemandangannya…. Alamak, bener-bener bikin jatuh cinta. Menonton sunset di tebing Uluwatu sambil bersandar dipelukan Ai Je adalah hal terindah yang pernah gue alami seumur hidup. Sesaat ingin seperti kata-kata dalam lirik lagu romantis, ingin waktu berhenti disana selamanya. Hehehee….
Tapi monyetnya alamak nakal2 banget. Ada satu yang coba merogoh tas Ai Je yang penuh dengan asesoris kamera Lomo, egh… waktu diomelin, malah mau menyerang balik gitu. Seyemmm…

Meski ombak di pantai Kuta dan Dreamland (menurut gue) masih kalah sangar disbanding di pantai Sorake, tapi sangat menyenangkan duduk berjemur kayak bule sambil menonton Ai Je belajar surfing dengan teropong jarak jauh.



Lalu makan malam di pantai Jimbaran. Hmmm… romantis banget. Padahal saat itu kita rame2 sama temen2 lain, suasana romantisnya udah berasa. Jadi mengkhayal deh, jika berdua saja, gue pasti kelepak-kelepek tak berdaya. Sometimes Ai Je could be the most romantic people in the world, you know ?!

Lalu ada Babi Guling Ibu Oka (maap buat temen2 Moeslim yah tapi buat yang bisa makan makanan ini, gue rekomendasikan banget deh, ini salah satu spot you must go. Sumpe deh! Tadinya gue dapat rekomen dari majalah, kalo urusan babi guling, Ibu Oka ini yang paling enak. Ternyata… Duh, disuruh nambah lagi juga mau. Hehehe… Sebodo amat deh ama diet. Ga ada di Jakarta soalnya, heuehheeheee…

Nasi pedas Ibu Andika yang didepan Supernova juga top abish…Secara gue suka dan maniak makanan pedas, awalnya sempat menganggap remeh tempat ini. Apalagi awalnya liat ternyata ga semua makanan yg disajikan merah2 alias penuh cabe. Warnanya sih natural, kulit ayam yah kuning kecoklatan, pokoknya warna warninya natural. Tapi begitu gigit sesuap, alamaaaakkkk…. Mak nyussss…. Must try buat yang hoby pedes. Buat yang nggak, jangan deh. Gue liat Ai Je kepedesan kek mo pingsan gitu jadi kasian juga, huehehehee…..

Trus kemana lagi yah?
Ohya, maen Banana Boat… Padahal sebenernya takut setengah mati, dipede-pedein aja. Begitu kecebur, asli gue takut banget. Untung pacarkyu sangat baik hati dan menenangkan hati. Alhasil gue dan Tanti (Cuma bedua cewek yang mau ikutan Banana boat) langsung teriak2 mo udahan setelah sekali dicebur dan minum air laut beberapa liter, huehehehee…









Trus ada banyak lagi tempat yang kami datangi such as Taman Ayun, Bedugul, Tanah Lot, Kintamani (penjual2 gelangnya sangar abish neh disini. Jualan kayak mau nodong, hehehehe…), pasar Sukawati, dan lain-lain. Beneran deh, semuanya menyenangkan. Melihat bule-bule menghabiskan uang di negeri sendiri (yang ujung2nya kan membantu perekenomian bangsa), sangat membuat gue bangga bahwa Bali adalah bagian dari Indonesia.


Jika dulu melalui tivi melihat tayangan2 tentang bom bali dan marah sama pelaku2 teroris itu, sekarang bener2 merasa sedih, marah dan kecewa. Kok ada yah manusia kek gitu. Demi apa coba, melakukan hal yg ga berperikemanusiaan itu. Ga mikir apa efek ke depannya? Seneng jika bangsa sendiri dikecam dunia? Melarat dan mengemis sama bangsa lain? Sudah punya asset bagus kok ndak di jaga, malah diancurkan? Punya otak ditaro dimana, Om? Kaga tau yah, kalo mati ntar masuk neraka? Aminnnn… *hu uh… jadi emosi deh…*

Ada satu lagi kejadian terakhir di bandara Ngurah Rai. Sehabis antri di loket untuk check in, hape nya Ai Je ternyata ketinggalan. Kami ga sadar sesampainya diruang tunggu, Hape gue bunyi. Ternyata dari no Hape Ai Je (nomor Flexy yang di combo-in sehingga jadi nomor bali jadi awalnya gue ga ngeh). Ternyata dari petugas loketnya, bilang bahwa Hape ini ketinggalan, dan minta diambil kesana. Dia nemu no dari SMS-SMS kali yah. Abisnya Ai Je nggak pake speed dial deh. Alamak… sms mana pula yang kebaca, huehehehe….

Akhirnya, ga lama setelah itu, back to kehidupan Jakarta yang semrawut lagi deh.

Kesan setelah ke Bali?
Generally, Bali is so wonderful. Can’t hardly wait to go back there again.

Friday, November 02, 2007

27 Days to Bali

Bali is not my most wanted place for holiday.

Secara gue besar di Pulau Nias nan indah itu :p.

Okey, i know it's nothing to Bali, but... hey, we have a beautiful island too, interesting culture of ancient tribe, great waves so foreigner often come there for surf. And it is, international events sometimes held in my beautiful island.

My home is just about 50 m from the beach, and i often spent my childhood playing on the beach to find some seashells. Jadi, sudah tau kan dari mana datangnya kulit gelap namun manis ini?

So, even if I have been in Java island for 7 years now, I never planned to spend my holiday to Bali. I prefer to go to Puncak, Bandung, Jogja, Solo or anywhere except the beach. If you spent 18 years which is the first part of your life surrounding by the sea, you know why i did that.

This year is different.
Ofcourse, like people said, "Love can make you do anything." :)

Ai Je likes Bali verymuch. Last year he went to Bali just to attended his friend's wedding. And last August, he went there with his Lomo's friends (Ai Je is Lomographyfreak :p) If you want to know what Lomo is, check this link! : www.lomography.com
.

So when his friends at work asked him to go together this November, guess what? He agreed. And he asked me to go too. I didn't see the reason to refused, beside that, i always looking forward to spend a lot of quality times with Ai Je :p.

I don't know when it's start, but i'm so exciting rite now. Apa karena Ai Je keseringan ceritain pengalaman dia selama liburan? Tempat2 yang tadinya gue anggap biasa2 aja sekarang menjadi begitu menarik?

Atau karena Ai Je ditunjuk (or menunjuk diri sendiri?) sebagai Ketua Rombongan dalam perjalanan menuju Bali bersama temen2nya kali ini, sehingga detail perjalanan sering dibahas dengan gue. Rencana2 perjalanan yang kelihatannya menarik membuat gua ga sabar akhir november segera tiba. Mengunjungi GWK, pasar Sukowati, mencoba nasi pedas Ibu Andika (okey, yang ini referensi yang gue dapat dari tabloid edisi liburan), naik banana boat (gue blom mahir berenang, agak takut sebenarnya, tapi kata Ai Je pelampungnya bisa nahan kok, hiks...), lalu ada flying fish yang sepertinya seru (gue liat di sitkom OB, tapi kata Ai Je coba dulu Banana Boat, blom tentu gua masih mau coba Flying Fish yang begitu mengerikan itu), lalu ke Uluwatu yang indah itu, dan banyaaak lagi tempat2 yang mengasyikkan seperti kata Ai Je.


Duh, can't hardly wait neh... Semoga perjalanannya nanti menyenangkan seperti yang ada dalam bayangan gue sekarang.

Bali is my most wanted place for holiday for now :)

Monday, October 01, 2007

Relationship

Relationship....
kata-kata ini sekilas terdengar enteng. Pacaran, memadu kasih, in love, atau banyak lagi sebutan lainnya. Ketika diawal2 masa ini, yang terasa semuanya indah. Semuanya ringan, hari selalu cerah, hujan pun terasa teduh.

Ketika waktu berjalan terus, semua tak laghi sekedar kunjungan dimalam minggu, tak lagi cuma acara nonton bioskop bareng, tak lagi cuma sekedar dikenalin sana sini ke keluarga dan temen2.
Ada hal lain yang bukan sekedar kulit luarnya saja.

Ada banyak hal yang harus dikompromikan. Gue ngeri ngebayangin kehidupan berumah tangga, mesti hidup dan bertatapan muka belasan jam setiap harinya. Resiko benturan dan gesekan akan semakin lebih besar, kan?

Relationship dengan orang yang kita kasihi, sekilas terasa indah dan menyenangkan. Membuat kita merasa apa yang dinamakan, "Feel butterflies in your stomach".

Tapi....


Ketika harus berkompromi sana sini dengan si dia, masihkan yang indah2 itu kita rasakan?

Gue pernah baca banyak buku tentang bagaimana cowok dan cewek itu berbeda, bagaimana gen dan hormon mempengaruhi perilaku kita sehingga seringkali cekcok karena hal sepele. Dan setiap kali gue berantem dengan Ai Je, gue sedih.

Terkadang kesal, kenapa dia ga mau mengerti gue. Kenapa dia ga mau memaklumi PMS membuat gue yang biasa imut-imut ini :p berubah menjadi amit-amit. Kenapa dia ga mau nyadar bahwa gue marah ini bukan karena ga peduli dan ga menghargai dia? Semua semata-mata mencari perhatiannya.

Tapi ketika sedang waras, maka selalu penyesalan datang terlambat. Dan gue sadar, sesadar-sadarnya bahwa Ai Je sayang ke gue, dan ga mungkin sengaja ingin melukai atau membuat gue menangis. Lalu apa yang terjadi setiap kali adegan film india terjadi diantara kita?

Entahlah, gue juga bingung. Relationship ternyata tidak sesimple yang gue pikirkan. Dan mungkin meskipun sudah banyak membaca, atau mendengarkan dari orang lain, bahwa relationship itu bukanlah menyatukan dua pribadi yang berbeda, tapi saling menerima perbedaan yang lainnya, gue masih blom dapat mempraktekkan sebenar-benarnya.

Tapi apapun itu, asalkan berdua, semua pasti bisa dilewati. Iya kan, Ai Je?

p.s: Postingan ini dipersembahkan untuk Ai Je, atas nama cinta dan kesabaranmu menghadapiku yang sangat egois dan keras kepala. Never meant to hurt your feeling, Dear. It's just PMS coming through *ngeles mode ON ;p).




Wednesday, September 12, 2007

Lately

Waduhhhhhhh.......
Kangen banget sudah lama tidak nge posting.
Saya tidak pusing melulu kok selama ini temans. Tapi sangat berterimakasih atas perhatiannya.

Life's so amazing lately. Actually, I have so many words to tell sehingga jadinya gue pusing sendiri mo mulai darimana.

Di agustus kemaren sempat kopi darat sama temen2 milis cross stitch, seru abish karena begitu ketemu, langsung seru ngomongin kruistik. Secara gue belum pernah ketemu dengan mereka secara langsung, sempet takut acara ketemuannya akan garing. Ternyata nggak tuh. Untungnya Ai Je mau nemenin nganterin ke gathering itu. Sehingga gua ga perlu pulang sendirian ngegotong2 Hoop (ram or alat bantulah untuk kruistik) yang panjangnya hampir 1 m. Thanks to Ai Je, for stay there almost 3 hours, berbicara dengan para lelaki lain yang juga sedang menemani pacar or istrinya gathering di dalam sementara mereka di teras, ga pernah kenal, ga pernah email2an, dan ga punya benang merah penghubung. Dan para ladies di dalam sedang ribut ngomongin kruistik, tukeran pola, makan2 dll. It's so sweet, honey...

Then, ada suatu waktu diantara itu juga ketika gue dihadapkan untuk mengambil beberapa keputusan sulit dalam hidup gua. Dari kejadian ini gue belajar bahwa ternyata memilih itu ga gampang. Ketika pilihan yang satu jelek dan yang lain bagus, itu sih gampang banget.
Ketika pilihannya dua2nya jelek, ini juga gampang. Toh hasilnya akan sama jeleknya. Tapi ketika pilihan yang ada didepan kita dua2nya sama bagusnya, maka seketika proses mengambil keputusan tidak gampang. Kenyataan akan kehilangan salah satunya cukup menakutkan.
Inilah sifat manusia. Ga pernah puas, serakah, dan ingin memiliki segalanya. Untung saja, gue selalu dikelilingi oleh orang2 yang sangat menakjubkan, bahkan ketika sisi buruk gue mendesak keluar, mereka tetap disana, mengarahkan, membimbing dan menyayomi. Tidak ada berkah yang lebih besar daripada ini. Sungguh.

Akhir2 ini, gue belajar juga betapa penting untuk bersyukur. Kehidupan yang sering dirasa perih, menjemukan, dan lain2, ternyata jika disyukuri sangat indah. Melihat sisi lain kehidupan orang lain ternyata banyak memberi kesadaran, bahwa hidup gue sangat perlu disyukuri. Bahwa semua kekecewaan dan rasa marah didalam diri ini ga ada apa2nya jika dibandingkan dengan penderitaan orang lain.

Lupa bersyukur membuat gue merasa jadi orang yang paling sengsara didunia ini, padahal masih banyak orang2 yang bahkan untuk makan pun mereka rela mengais2 tong sampah. Lalu siapa gue ini yang langsung ngambek ketika Ai Je menolak pergi ke restoran yang gue inginkan karena jalanan macet. Dan lebih memilih makan di tempat terdekat. Masih syukur bisa makan direstoran juga.

Siapa gue ini yang gondok setengah mati sama si mbak yang nyuci baju gara2 baju kelunturan? Sementara ada orang2 yang nyuci, mandi, gosok gigi bahkan ambil air minum dari sungai ciliwung yang bahkan sudah ga jelas warnanya lagi.

Siapa gue yang menangis kesal karena Ai Je ga bisa ngajak liburan bulan lalu, dan ngambek abis2an meski udah dijanjiin bulan depan akan pergi bareng, sementara ada orang yang bahkan boro2 mikir liburan, untuk makan aja sulit.

Mengingat ini semua, gue merasa kecil dan payah. Lupa bersyukur atas hidup yang begitu indah dan berkecukupan. Menyadari bahwa masalah2 yang kita punyai hanyalah seperti pasir di tengah gurun yang luas.

Dan ketika gue mencoba bersyukur, berterimakasih dan menerima apa adanya, bener2 terasa ringan dan melegakan. Meski jujur saja, masih harus banyak belajar lagi, tapi gue yakin kok, Tuhan punya rencana sendiri terhadap setiap kita. Dan Dia bekerja dengan cara yang tidak akan mampu kita pahami. Tapi yang pasti, Dia mengatur semuanya indah pada waktunya.

So, be gratefull everyone. Be blessed....