Tuesday, May 23, 2006

Simple Thought About Marriage

I am not gonna say that I have been there, done that, not yet. This is just my thought, the simple thought of mine.

Pernikahan adalah langkah awal membina hidup baru dengan orang yang kita cintai, dengan menghargai persamaan dan perbedaan, menerima kelebihan dan kekurangan satu sama lain dan berkomitmen untuk saling setia sampai akhir. Dan tentu saja, dengan seijinNya, turut mensukseskan program pemerintah Dua Anak Cukup Laki-laki Perempuan Sama Saja, hehehe.

Ada yang bilang bahwa pernikahan adalah awal dari suatu perjalanan panjang, ada yang bilang menikah itu ibadah, ada juga yang bilang bahwa menikah itu salah salah satu proses terpenting dalam hidup, seperti dua proses lainnya yaitu lahir dan mati. Tapi apapun pendapat itu, menikah itu selayaknya membuat kedua insan yang menikah berbahagia akan proses dua jadi satu itu.


Ada yang senang sharing happy moment tersebut dengan orang-orang yang mereka cintai. Sodara, famili, keluarga jauh, teman lama, teman baru, kolega, sehingga akhirnya mengadakan resepsi pernikahan seperti semacam pengukuhan sosial. Mo ngadain sederhana, mewah, sangat sederhana, sangat mewah itu sih hak masing-masinglah. Dan akhirnya disebarlah undangan pernikahan.

Soal apakah pernikahannya diadakan di hotel bintang 5 atau cuma makan-makan dirumah, nggak jadi soal. Buat gue, ketulusan yang mengundang untuk membiarkan gue menjadi salah satu saksi dalam moment bahagia itu, adalah penghormatan besar yang gue terima. Itu kenapa, sebisa mungkin gue selalu hadir ke setiap undangan pernikahan yang gue terima.

Gue ga tau cewek kebanyakan, apalagi yang masih single. Tapi entah mengapa kalo melihat pemberkatan pernikahan, denger ngucap janji bikin bulu kuduk merinding. Nggak jarang gue sering nangis. Bener deh... Cengeng? Mungkin...

Jujur aja, air mata itu jatuh nggak bisa gue kontrol. Sesaat seperti ada rasa sesak di dada karena bahagia *duhhh... padahal bukan gue yang ngikat janji*, lalu terharu, lalu sesak itu naik ke tenggorokan, naik ke hidung, lalu menyebar di dalam rongga mata, yang tau-tau... tes..tes..tes... nangis deh... Kadang malu juga sih, tapi apa mau dikate?

Kebanyakan nonton princess series? Mungkin. Mempelai wanita dan pria sekilas kelihatan seperti putri dan pangeran yang menjadi tokoh utama. Dan gue yakin, untuk sampai pada tahap itu, pasti banyak perjuangan dan rintangan yang telah mereka tempuh. Berdiri di depan altar adalah seperti dream comes true. Meski nggak dipungkiri, perjalanan setelah itu mungkin akan lebih berat lagi.

Dan sebagai penonton di luar panggung, betapa gue pengen, amat sangat pengen, mengucapkan ending seperti di semua fairy tale....

And they live happily ever after.


Dedicated to: my beloved brother. I am happy for you two... Wish you all the best...

7 comments:

Sontoloyo said...

Semoga koko dan Cici ipar kamu bahagia selamanya.

Makanya cepet2 menikah biar bisa nagis di pernikahan diri sendiri.^_^

ester said...

huahahahaa... nangis dipernikahan sendiri, son? duuhhh... kalo bisa sih jangan deh, kan ntar dandanan gue luntur, hehehe....

eniwei... thanks untuk doanya. akan gue sampaikan ke mereka ^_^

Jeng Ungu said...

Wishin ur bro and sis in law a wonderful journey yaQ ^_^

apakah kamu termasuk org yg gampank terharu?? ato hanya dalam soal2 tertentu, dan salah satunya include wedding day

CacingKepanasan said...

Aduh itu "And they live happily ever after" banget :)

ester said...

violette: hehehe, cuma dalam hal2 tertentu deh gampang terharunya, yah itu salah satunya wedding day, kalo elo?

cacing: fairy tale banget yah, cing?

Dhonatneth said...

wahh bentar lagi punya ponakan deh... enak lohh punya ponakan... :)

ester said...

hehehe, moga2 aja deh don gue cepet dapat ponakan. jadi kan bisa kayak elo, sayang banget ama ponakannya.

eittss... tapi ga bisa jadi alasan heritage kemaren pake foto ponakan lho, hahaha....