Thursday, February 23, 2006

Resah dan Ragu ku

Kenapa harus ku lewati garis pantaimu
Disaat goyah biduk kecilku
Ku sangka kau dermaga penentram kalbu
Nyamanku dalam bayanganmu


Tapi damai tak lama singgah
Badai datang saat ku terlena
Entah cuma rasa yang tak tentu arah
Aku terluka


Bingung dalam damai cintamu
Resah dibalik rasa nyamanku
Nelangsa jiwa tak terbaca
Kepatuhan hati topeng belaka


Perjalanan ini tak kunjung selesai
Terpaksa kuangkat sauhku lagi
Menakhodai biduk tanpa arah
Menuju samudra yang tak ramah


Aku biduk kecil
Ingin berlabuh di dermagamu
Mengakhiri perjalanan ini
Mendamaikan segala resahku


Agar nyaman hati hilang gundah
Dan keraguan tak pernah singgah lagi
Agar pergi segala luka jiwa
Dan ku dapat bersandar dipelukmu lagi
SELAMANYA...
Jakarta, Feb 23rd, 2006



Kadangkala ketika sedang menulis puisi, gue nggak pernah mikir soal apa pun kecuali apa yang dirasakan saat itu, tapi ketika membacanya lagi nggak jarang muka jadi merah gitu, kenapaaaa yaahh bisa se-mellow gitu, huahaahahaa...
But it's true, it's how I felt about anything happened in my life.
Meski nanti disuatu saat dimasa depan gue membaca hal-hal seperti ini, kejadian yang membahagiakan, memalukan, menyedihkan yang gue tuang dalam puisi atau cuma coretan kecil, gue pasti akan bersyukur bahwa hidup gue begitu berwarna...
Dan terimakasih kepada orang2 yang turut menorehkan kuasnya, termasuk kepada siapa puisi kali ini ditujukan ^_^




Wednesday, February 15, 2006

Arggghhhhhhhh........


Siang ini panas banget, AC di ruangan kantor gue juga rasanya kaga cukup dingin untuk menentramkan hati (hehehe...), dan nggak ada satupun kerjaan yang bisa gue selesaikan dengan mulus dan cepat. Gue pikir gue butuh tempat curhat atas satu kejadian yang terjadi sehari sebelumnya, yang menyisakan kekesalan sampai hari ini.

Dan disitulah gue, searching di YM melihat nama2 yang cocok untuk di buzz, mencoba menarik perhatian mereka, cuma supaya punya temen ngobrol karena ternyata pekerjaan yang banyak tidak bisa mengalihkan perhatian gue dari kekesalan yang gue hadapi.


Ketemu satu nama, lalu gue Buzz!!! Tapi yang ada si Jono ini (bukan nama sebenarnya, hueuehehee...), lagi nggak sadar kali gue lagi kesel. Dan akhirnya yang ada gue malah berantem sama dia juga.

Huaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa.............. I really want to cry right now.
Gue mau nyari temen ngobrol yang menyejukkan hati, kenapa akhirnya debat kusir segala gara2 kita ga sepaham. It's burn me inside.

I did it, I cry...
Emang ini cara paling aman menumpahkan kekesalan. Ketika akhirnya gue tutup window YM gue dengan si Jono ini, kekesalan di dada gue bertambah parah.

Kita nggak bisa mengharapkan orang untuk bereaksi seperti apa yang kita inginkan, karena kalo itu terjadi, kita menjadikan mereka boneka. Seringkali gue lupa akan prinsip ini sehingga keegoisan kadang muncul ketika sedang berinteraksi dengan orang lain. Dan parahnya gue, gue cukup kritis terhadap apa yang orang lakukan terhadap gue, membandingkannya dengan apa yang selalu mereka katakan selama ini, atau bahkan membandingkannya dengan cara mereka ingin gue perlakukan. Dan gue seringkali kecewa.

Seringkali orang lain ingin kita memperlakukan mereka dengan cara yang mereka inginkan. Tentu saja perlakuan yang baik-baik yang sedang gue bicarakan. Tapi betapa seringnya mereka memperlakukan kita dengan tidak sesuai dengan keinginan mereka untuk diperlakukan. Gue merasa dipercundangi.

Blog ini bukan bentuk protes, cuma (lagi-lagi) menumpahkan kekesalan. Karena menurut gue, ketika orang lain ingin diperlakukan dengan cara tertentu (yang terbaik untuk mereka), maka begitu jugalah mereka memperlakukan orang lain. Sukur2 mau mencoba menanyakan bagaimana orang lain ingin diperlakukan.

Tapi, bagaimana pun gue seorang manusia, yang pasti ketika memperlakukan orang lain pun tidak luput dari yang namanya ke-alpa-an, apalagi bila ditambah dengan namanya ketidak tahuan serta keegoisan, maka itu segala bentuk kesalahan yang manusiawi sangat gue mengerti.
Duh... dari tadi gue ngomong apa, mungkin ga gitu jelas maksudnya, semoga tidak ada pihak yang tersinggung, ini cuma pemikiran dari seorang Ester.

Syukurnya, ketika di tengah gelombang emosi yang kalut dan berantakan ini, gue ingat kata-kata temen gue (sst... padahal dia orang yang bikin gue kesel kemaren. Tapi kata-kata ini berhasil, gue selalu tenang kalo ingat kata2 ini) : "Ketika keadaan bertambah buruk dan nggak sesuai keinginan elo, percayalah, itu karena Tuhan punya rencana lain yang pasti lebih indah yang disiapkan khusus untuk elo."


Bermodalkan itulah, gue mengakhiri blog ini dengan damai.... peace... ^_^

Tuesday, February 14, 2006

The "V" day...

Most of people have excited right now about the plan to go out to night, it's the "V" day!
Of course, I'm not talking about The "V" days mentioned in Summer Holiday, one of my favourite movie ^_^, it's a very different things. The "V" days at that movie means the day when you gurls have some unwanted visitor, hehehe... That's what they said, unwanted visitor, and your mood is like rollercoaster, up and down, and you really hate it when it comes. Other side, you will worry if that unwanted visitors dont come along. Okey, stop talking about this, this is not what I wan't to share about.

It's valentine's day, baby... Pink is everywhere.

And it looks like every body have a date tonight. How about me? Ergh.. can we call "a- very- quality- time- spend- with- friends- hang- out- in- karaoke- all- night- long" is a date? huehehehe... I don't think so.

But what ever it is, even if I have to spend this night all by my self, or spend it with my family in my hometown, or have a-very-romantic-candle-light-dinner-with my boyfriend, or have a big party with my schoolmate at one of my friend's house (I did! Several years a go, when I still a white-grey-uniform gurl ^_^) Do you think it's a strange way to celebrate Valentine's day? It's fine to me. Ofcourse it's a good timing for flirting to a boy you've crush on, or a good place to spend time with your backstreet boyfriend (because you can't do it anywhere; your father'd kill you then ^_^).

In my age, I've celebrate it so many times. Well, not so much maybe, heii... I'm 23, remember? With different people, different place and different feelings too. One day I was so excited because celebrated V-day with my boyfriend, or maybe with so many blue because I was a "Jomblo" at that time, hehehe... But the essential feeling, that love is in the air will always be with me.

I know, some people say "Why do you need Valentine's day to show off your feelings?", or some will say with so sweet, "For us, everyday is Valentine", yakkss... (Of course, who i am to judge them who said that anyway? I just say "yakkkss...", ^_*)

For me, February 14th will always be February 14 th. I have 364 days full of love in one year (if there is 365 days in one year), but February 14th always be the time to stop for a while and take a breath, to thanks God for the Love that He gave me. To celebrate this day with my beloved, such us my family, my friends, my boyfriend, my platonic guy (Hehehe...), or with my self it's own, it is my beloved too, you know :p. So, 364 days for practice, 1 day to celebrate, hehehe...

I'm thank God for give me so much love in my heart (even though some people say, easy to fall in love, easy to hurt, hehehee....). I'll celebrate Valentine's day every year in my life for remind me about the greatest gift of feelling that I have, LOVE...

So why don't you celebrate too? Feel the Love is in the air, and thank God for this feeling that He created, it protect us from many things that can harm our fragile heart. Love is free, you don't have to pay if you love someone. And love keep you strong.

So be proud of that...

Happy Valentine's day...

Love you...



Friday, February 10, 2006

8 days out of Jakarta

Sudah agak terlambat, tapi gue memutuskan untuk tetap menuliskannya dalam blog, sepenggal cerita ketika pulang ke kampung halaman tercinta :p.


1 st day : Jan 25th, 2006

06.30 WIB
Berangkat dari bandara Cengkareng. Sambil ngantuk-ngantuk karena sehari sebelumnya tidur larut banget, gue dan Imel (my younger sista’) ngedorong-dorong troli ke terminal keberangkatan.

10.00 WIB
Tiba di bandara Polonia, Medan. Pindah dari terminal kedatangan menuju keberangkatan yang jauhnya ampun-ampun... Membawa barang-barang yang segede bego dibawah terik matahari bikin gue mikir... aduhh susahnya mo pulang kampung ajah.

11.30 WIB – 13.30 WIB
Bengong kayak orang bego bedua ama Imel nungguin jam berputar yang lamaaaa banget. Pesawat baling-baling bambu (oke, kata bambunya ilangin ajah...) yang menuju Nias berangkat jam 13.30 WIB.

15.30 WIB
Turun dari mobil di depan rumah disambut teriakan histeris adik bungsu gue yang nggak nyangka gue ikut sama Imel pulang kampung. Cat: misi meberikan suprise: berhasil! ^_^

18.00 WIB
Naik motor berkeliling kota Gunungsitoli dengan Imel. Terkejut disana-sini mencoba membayangkan bangunan-bangunan dulu sebelum dihancurkan gempa. Miris melihat kenangan masa kecil gue akan kota yang ramah sekarang tinggal tanah-tanah lapang dengan banyak bebatuan sisa bangunan dan debu yang berterbangan disana-sini. Rumah-rumah yang dulu gue hafal bangunannya di setiap sudut kota kini berganti rumah-rumah papan yang sekilas membuat kota itu seperti kota tua yang ada dalam foto kenangan orang tua gue. Argghhh.... bego banget sampe lupa moto keadaannya dan pajang di blog ini.

18.15 WIB
Lewat di depan pasar darurat yang dulunya adalah dermaga tua yang sudah tidak berfungsi. Pantainya sudah ditimbun dengan bebatuan yang berasal dari reruntuhan kota. Melihat sebuah truk besar parkir yang dipenuhi buah duren. Hmmm... yummi.... Merasa sedikit heran karena biasanya musim duren tidak jatuh di bulan Januari di kota gue, dan merasa bersyukur karena kebetulan menyenangkan yang tidak terduga itu. Langsung pulang ke rumah, ngajak nyokap untuk beli duren. Malam itu makan duren sampe mual, hahahaha...

2nd day: Jan 26th, 2006

17.00 WIB
Ke dokter gigi favorit. Meski nggak sengaja pulang kampung dengan tujuan ini, gue ga bisa ke dokter gigi di Jakarta, entah mengapa. Padahal mahal atau murah sama aja, sama-sama kaga pake duit gue, hehehee....
Tadinya mau cabut gigi geraham yang berlubang, arghhhhh…. gara-gara duren, gusi gue meradang dan dokternya kaga mau cabut, harus tunggu sampe Sabtu.


3rd day: Jan 27th, 2006

Nothing special, seharian ngebantuin si koko di toko.

4th day: Jan 28th, 2006

Toko rame banget, karena Sabtu kali. Asli, panaasss banget. But it’s fun ngobrol dan ngumpul bareng koko dan adik-adik gue. Terlebih kalo kita be3 cewek2 pada ngumpul, bikin ribut di took sampe si koko marah2. Ngomelin adik gue yang bungsu (Eta), padahal biang keroknya rame-rame. Eta ngambek di sepanjang sisa hari itu ^_^.
Ini fenomena yang gue rasakan ketika merantau dan jauh dari rumah, kita akan lebih disayang dan jarang diomelin ^_*

5th day: Jan 29th, 2006

It’s the day. Qong Xi Fa Chai…
Untuk hari inilah gue pulang ke Nias, berkumpul dengan orang-orang yang gue sayangi.

05.30 WIB
Bangun pagi banget karena suara musik ”Tong Tong Chiang” (hehehee...) berkumandang dirumah gue. Harus buru-buru karena mau pergi ke Vihara untuk kebaktian pagi. Uuhhh.. nyokap tau kaga sih tahun lalu gue sinchia di Jakarta bangun jam 6 pagi cuma buat nelponin dia ngucapin Qong Xi lalu gue tidur lagi, hahahaha... There’s nothing special about that day when you are far from home.

Nggak ada yang special sepanjang hari itu. Kota berkesan sepi, kayak kota mati.


6th day: Jan 31st, 2006

08.00 WIB
Panik...
Tiket pesawat Gunungsitoli – Medan full book sampai tanggal 7 Februari. Padahal gue harus ada di Jakarta tanggal 1 sehubungan dengan kewajiban di kantor. Dengan berat hari gue memutuskan berangkat ke Medan menyeberang dengan fery selama 8 jam dan meneruskan dengan mobil selama 8 jam lagi. Duhh... perut mulas memikirkannya.

21.00 WIB
Berdua dengan nyokap berada di dalam kapal menyeberang ke Sibolga. Nggak sabar menuggu pagi.

7 th day, Feb 1st, 2006

5.45 WIB
Akhirnya kapal merapat di dermaga Sibolga. Laut tenang dan damai. Thanks God for that. Sarapan dan bersiap-siap untuk berangkat ke Medan.

9.15 WIB
Meliuk-liuk didalam mobil. Mencoba berkhayal kalo gue lagi ada di liukan kaki gurita waterboom. Mencoba nggak mikirin rasa mual ketika mobil membelok dari satu tikungan yang belum selesai, ke tikungan selanjutnya. TARUTUNG, YOU ROCKSSS..!!!

17.20 WIB
Sampe juga di kota Medan. Terduduk lemas di ruang tamu rumah kakek gue, memulihkan tenaga.


8th day: Feb 2nd, 2006

10.30 WIB
Duduk manis diatas pesawat yang siap membawa gue kembali ke kota Jakarta. Bersiap-siap meninggalkan ritme hidup yang santai seminggu ini. Semua serba cepat di Jakarta.

14.30 WIB
Duduk di depan komputer gue. Mengerjakan tugas kantor yang membuat gue harus terbirit-birit hari ini juga harus sampe di meja kerja gue. Mencoba nggak mikir soal lelah pusing dan sebagainya. Sambil membayangkan sedikit, sedikiiiittt aja draft blog yang akan gue tulis tentang pengalaman seminggu ini.


Monday, February 06, 2006

Moving.. Moving

Kemaren pindahan...
Duh... Pegel bukan maen. Ternyata barang2 gue banyak banget yah.. padahal cuma berasal dari 1 kamar. Pas nyampe dirumah baru dan barang2 tersebut diturunin dari mobil, kok kayaknya rumahnya penuh yah? Hahahaha... Gue bingung kemaren gimana ngaturnya kok semuanya muat dalam 1 kamar kost?

Kondisi sekarang:
Badan : Pegal
Kamar : AC nya masih blom dipasang
Rumah : Berantakan
Perkiraan bisa tidur nyenyak di kamar yang nyaman: 1 minggu lagi (huaaaaa....)

Tuesday, January 24, 2006

Save the best for the last

Kemaren malam, pas mau tidur dan gosok gigi, gue lewat di ruang tamu dan mendapati ponakan gue yang baru berumur 2,5 tahun lagi duduk dengan manisnya di sebuah kursi sambil menikmati sepotong roti isi keju. Itu jam 11 malam, udah cukup larut buat anak sekecil itu untuk terjaga, apalagi untuk makan.

Dari nyokapnya gue dapat penjelasan kalo dia terjaga karena lapar, dan minta makan. Tapi bukan itu yang jadi perhatian dia. Gue liat dia menggigiti rotinya dari pinggir ke pinggir, menyisakan bagian tengah yang sudah pasti penuh dengan keju. Ini bisa berarti dua kemungkinan, dia nggak suka keju, dan akhirnya akan membuang tengahnya roti itu setelah semua pinggirannya habis, atau dia amat suka keju sehingga menyisakan bagian yang paling enak untuk dihabiskan belakangan.

Tapi gue tau dia suka keju. Jadi pilihan terakhir lah yang tepat. Dia menyisakan yang paling enak untuk dimakan belakangan. Gue takjub, anak umur 2,5 tahun sudah bisa mikir gitu. Mungkin ini didasarkan faktor meniru orang-orang disekelilingnya. Mungkinkah dia ngerti kenikmatan menghabiskan yang paling enak belakangan, atau cuma meniru orang2 disekelilingnya tanpa tau arti sesungguhnya? Tapi yang gue tahu sih, selama ini nggak ada deh orang2 dewasa disekeliling dia yang makan roti pinggirannya duluan baru isinya belakangan.

Dulu, dulu sekali.. gue juga punya kebiasaan seperti itu, tidak lama memang. Tapi kenangan itu membekas sampai sekarang di memory gue. Hanya saja, yang gue ingat gue mulai kebiasaan itu tidak di umur 2,5 tahun (I've asked my mum for this, and she said "You ate the whole bread as soon as possible, never thought from what side you began to bite. And that habit -to save the best for the last- was began when you were began to school", see what I mean?).

Kebiasaan itu mendadak hilang karena gue mengalami dua kejadian berturut-turut dalam 2 hari disuatu masa ketika gue kelas 3 sd. Cukup nge-shock sehingga sampe sekarang gue nggak pernah mempraktekkan lagi yang namanya save the best for the last.

The first was when my auntie come to our home, she gave me 2 t-shirt. Satu berwarna merah menyala (I hate red), dan satu berwarna biru (and I really love blue).

So at the next day, jam 4 sore, setelah mandi dan bersiap-siap maen ke gang sebelah (well,gang sebelah rumah tempat gue dan temen-temen maen petak umpet, yeye, or permainan semacam itulah...), I wore the red one. Yang biru harus disimpan untuk acara2 special.

Sewaktu bermaen, gue pamer ama temen, tentang baju baru yang gue punya (kok bisa yah gue gitu dulu? hahahaha...). Dan mungkin gue pamer ke temen yang salah. Dia pulang dan ngadu ke nyokapnya. Nyokapnya datang ke rumah gue, nggak tau mengadakan transaksi apa ama emak gue, sampe akhirnya emak gue ngebujuk2 gue untuk ngasih baju yang biru satunya ke dia. Maaaakkk.... pake ngerayu2 gue gitu lagi, bilang kalo anak yang baik itu harus berbagi, huahaauhahaha... Saat itu jujur deh, gue pengen banget buka baju yang merah, dan bilang.. "Lo ambil yang ini ajah." Akhirnya, gue kasih juga baju yang biru itu, walaupun sambil ngerutuki diri, kenapa tadi gue pake yang merah.

Besokannya (believe it or not, tapi karena kejadian ini berturut-turut dalam 2 harilah maka gue kapok), gue makan kue tart yang diatasnya ada buah cherry. I really like that cherry. Maka gue singkirin cherry nya di pinggir piring, dan gue mulai makan kue tar nya. You know what happened then? Salah seorang sodara gue berlari-lari dari atas loteng, hinggap (huahahaha.. kayak burung kakak tua, hinggap!) di samping gue dan langsung menyomot cherry yang seupil-upil itu, memasukkannya dalam mulut, dan bilang, "kok lo kaga mau cherrynya sih? kan enak! dasar bego.." lalu dia ngeloyor pergi...

Saat itu gue speechless, ternganga dan akhirnya kue nya gue telen dalam sekali suap tanpa digigit lagi. Guondokknya setengah mati...

Dan sejak saat itu lah, gue nggak pernah save the best for the last lagi. Apalagi kalo sedang dikelilingi oleh tangan-tangan tidak bertanggung jawab, hehehe.

Melihat ponakan gue yang lagi asyik dengan pinggiran keju itu, sempat terlintas pikiran untuk ngejahilin dengan menyabot keju yang ditengahnya. Hahahaha... tapi nggak lah. Gue nggak sekejam itu untuk meninggalkan trauma pada anak kecil yang bisa kebawa sampe gede nanti, huaaaaa.. apa sih?

But, that's so nice to see her ate that bread so carefully, and after that eat the cheese dengan wajah yang penuh kepuasan. Huahaha.... thanks God gue bisa menahan diri untuk nggak jahil.








Monday, January 23, 2006

M E L E P A S M U

Apa yang harus kulakukan?
Ketika suaraku tak lagi merdu bagimu
Ketika bukan sekedar khayalan
Kau lepas genggaman tanganku

Apa yang harus kulakukan?
Ketika hatimu bukan milikku kini
Ruang kosong itu penuh ketakutan
Ketika tak mungkin ada "kita" sekarang atau nanti

Ingin mengejarmu
Tapi aku hanya mampu memandang punggungmu
Menapaki bayangan angan kita
Menyesali ketaksempurnaan yang bertahta

Hanya dapat mengenangmu
Menghujam asa dan sukmaku
Terpuruk dan terluka
Ketika kau semakin tak nyata

Melepasmu...
Adalah menoreh perih pada lukaku
Namun jika itu memang inginmu
Tak ingin ku cekal kepak sayapmu

Sebab aku..
begitu mencintaimu…
(Jakarta, 19 Jan 2006)



Pernah baca disuatu tempat, bahwa kebanyakan karya yang dikarang oleh seseorang sedikit banyak dipengaruhi perasaan, sudut pandang, pola pikir dan kejadian yang dialami oleh si pengarang itu sendiri. Menurut gue, yup! Bener banget, semua yang gue tumpahkan dalam goresan pena (I have my own book full of my own poem, you know..?) adalah pengalaman pribadi, paling nggak pada saat itu.

Mungkin itu sebabnya gue juga suka baca karya orang lain, entah itu puisi, cerpen, or sekedar lyric lagu yang dicorat-coret di kertas, sekarang sih seru banget ada blog, hehehe… It helps me to know them deeper. Mencoba memahami perasaan mereka pada saat ini, the way of their thinking, dsb.. Hanya saja, gue sering kali mendapati orang-orang yang merasa malu bahwa apa yang ditulis (ini terlebih-lebih dalam hal puisi yang dikarang!) adalah perasaan hati pada saat itu. Come on, emangnya bisa menuangkan kata-kata seindah atau semenyentuh itu kalo kita nggak benar-benar tenggelam di dalamnya? Please somebody tell me if I’m wrong.

Point gue adalah mengapa harus malu mengakuinya kalo memang itu yang terjadi. Lagian, kalo emang malu, ngapain juga nulis di blog? Bukankah salah satu kegunaan blog adalah menumpahkan isi hati? Jadi, bagaimana bisa bilang kalo itu bukan pengalaman pribadi? Where’s the logic of that? (kalimat yang di bold ini dikutip dari kata2 seorang hebat, yang menjadi idola gue saat ini... Note: Kalimat ini harus dibaca dengan nada tinggi dan penuh semangat! Hehehee....)

Jadi, buat gue pribadi, yup… bener banget. Puisi diatas adalah pengalaman pribadi gue saat puisi itu tercipta. Masalahnya, sebagai seorang sanguin, sekarang ini, blom tentu seperti itu yang gue rasakan. Hehehee....Uhhh… I know that I’m smart! (LICIK mode :”ON”)


Wednesday, January 18, 2006

My Paradise



So Excited...
Terakhir pulang ke Nias tahun 2004 yang lalu. Udah lama yah? Hmm.. how the time goes running so fast. Akhirnya gue punya kesempatan *garuk-garuk kepala sambil nyengir* untuk pulang kampung lagi. This Lunar New Year bikin gue pengen pulang. Kalo selama ini nggak pulang, bukan berarti nggak kangen lho, Mum... Cuma memikirkan efisiensi dan efektivitas ajah, makanya kaga pulang ketika liburan lebaran tahun lalu... (huahahaha... like all the mother in the world, with their big heart, i know that my mum'll say that "it's okey" even if she know that it is all "alasan lo ajah...", ^_^ love u mum!).

I really really counting the days now, feel euforia to prepare all the things for going home. Include searching something for 'oleh-oleh'. Damn you're so right ,sis... (read my sister testimonial about me :p), I'm so obsessed for put all the things (things here means anything, meals, toys, book,snack, shoes, bag, clothes, skirt, picture, handphone, cd, vcd, dvd, Oughhhh.... can't mention it all here..) to my travel bag and give that to my family, especially to my youngest sister there. Pernah juga sampe gue kena charge over bagasi yang besarnya hampir sama dengan harga tiket pesawat, huahahahaha... My mum didn't know about this, untill now... So, please don't tell her ^_*

How the thing's going on there? Dari cerita-cerita yang gue dengar sih, pasca gempa kemaren Nias menjadi lempeng, hahaha... Dari gunung tembus ke laut, dari laut tembus ke gunung. Rumah-rumah udah pada rata dengan tanah. Paling sepetak sepetak di blok2 tertentu yang masih berdiri. And I really really thanks to God karena rumah gue masuk dalam kategori 10% yang tidak luluh lantak rata dengan tanah.

Selama ini ada temen2 yang nanya, nggak kangen pulang? Duh... Gue merasa itu seperti pertanyaan tolol. Of course I miss home. Tentu aja gue pengen pulang. Nias gitu lho... tempat gue gede, tempat yang saat ini baru gue sadari gue habiskan dengan penuh kegembiraan, sewaktu masih blom kenal yang namanya hidup, masalah dan kerja keras. Paradise... Masa' ga pengen pulang ke tempat itu? But, tempat dimana yang ada kegembiraan saja adalah tempat melepas kepenatan. If I want to grow up and learning a lot about live, I have to live in the real world where I can reach my dream and going back to my paradise sometimes just for rest (to re-charge my spirit).

Home is a word that can make me feel so comfort.. And I'm sure all of us feel like that too.I know it sounds so selfish, but maybe I've lost a lot of energy now to face the world, that's why I need to going back home now, to you... My Paradise...

Monday, January 16, 2006

B O S A N



Aku bosan menyebut namamu


Bosan mendesahkannya berulang kali

Beratus, beribu, bahkan berjuta kali

Hingga terasa kering hati ini

dan kebosanan tak tertahankan lagi...


Wednesday, January 04, 2006

Love You Because ...


There are no reason for me to love you...
That I can't answer why do I love you
For going out with you in the rainy day (make my new clothes get dirty, you know?)
For change my self just because you don't like me the way I am... (surely hard to do, but I do)
For cry all night long when you say I hurt you with my affection
For still standing there after you told me to go...
For give you a hug and kisses everyday...
For always asking what will you eat for lunch? (and always told you don't forget to have a dinner, go to hell that diet rules..!)
For crying with you when you get hurt
For laughing with you when you are happy
There are no reason...
I love you ...
Not because who you are
Not because what you did
Not because the way you treat me
Not because the way you make me feel
I love you more and more...
Just because I want to...